Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kajian Kualitas Permukiman Kawasan Pesisir Kecamatan Marobo Kabupaten Muna Halija, Sitti; Karim, Jufri; Sawaludin, Sawaludin
JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi) Vol 5, No 2 (2021): JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jagat.v5i2.21525

Abstract

Abstrak: Penataan ruang kawasan pesisir harus dipandang sebagai upaya dalam peningkatan kualitas kawasan fisik dan kesejahteraan masyarakat.Permasalahan dalam penelitian ini, yaitu tidak berfungsinya drainase secara optimal belum terdapatnya sarana mandi, cuci, kakus (MCK) dan kondisi faktor fisik rumah yang masih berstruktur kayu dan semi permanan. Tujuan dari penelitian ini, yaitu: (1) menganalisis kondisi fisik permukiman kawasan pesisir; (2) menganalisis kualitas permukiman kawasan pesisir dan merumuskan strategi pemecahan masalah permukiman kawasan pesisir Kecamatan Marobo Kabupaten Muna. Metode penelitian ini, yaitu: (1) kondisi fisik permukiman diketahui dengan melakukan interpertasi citra satelit Google Earth:(2)kualitas permukimandiketahui denganpendekatan keruangan dengan menggunakan Sistem Informasi Geografi pada aplikasi ArcGIS dengan melakukan teknik analisis scoring. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1)nilai kelayakan bangunan rumah hunian Desa Marobo, yaitu 70% dengan luas lantai >7,2, skor  5 bisa di kategorikan cukup luas, kemudian kelurahan Paroha 50 %, dengan luas lantai >7,2 skor  3,  Kelurahan Wadolau nilai kelayakan bangunan rumah hunian, yaitu 30% dengan luas lantai >7,2 skor  2  dan terakhir Kelurahan Tapi-Tapi nilai kelayakan bangunan rumah hunian, yaitu <10% dengan luas lantai>7,2 skor  1, sehingga bisa di kategorikan cukup kecil/sempit; (2) permukiman penduduk di Pesisir Desa Tapi-Tapi, Desa Wadolau, dan Desa Marobo didominasi oleh rumah nelayan, dengan luas pekarangan dan luas rumah tinggal cukup kecil/sempit.  Kondisi fisik rumah tinggal penduduk di Kecamatan Marobo termasuk kategori semipermanen yang tercermin dari jenis bahan dinding rumah yang mayoritas terbuat dari  papan kayu berkualitas sedang.Kata kunci: kondisi fisik, kualitas permukiman, kawasan pesisirAbstract: Coastal spatial planning must be seen as an effort to improve the quality of physical areas and the welfare of the community. The problem in this study are the drainage does not function optimally, among others there are no facilities for bathing, washing, latrines and the physical condition of the house which is still structured in wood and semi-permanent. The purpose of this study are: (1) to analyze the physical condition of the coastal area settlement in Marobo District Muna Regency; (2) to analyze the quality of coastal area settlements and formulate strategies for solving the problem of coastal area settlements in Marobo District Muna Regency. The research methods are: (1) the physical condition of the settlement is known by interpreting Google Earth satellite imagery; (2) settlement quality is known by spatial approach using Geographic Information Systems with ArcGIS by conducting a scoring analysis technique. The results of this study are: (1)the feasibility value of Marobo Village residential building is 70% with a floor area >7,2 score 5 can be categorized quite broadly, Paroha Village 50%, with a floor area >7,2 score 3 Wadolau Village the feasibility value of residential building is 30% with a floor area >7,2, score 2 and lastly the Tapi-Tapi Village feasibility value of residential buildings is <10% with a floor area >7,2 score 1 so that it can be categorized quite small/narrow; (2) the residential settlements in the Tapi-Tapi Village, Wadolau Village and Marobo Village are dominated by fishermen's houses, with a large yard area and a small/narrow residential area. The physical condition of resident houses in Marobo District belongs to the semi-permanent category, which is reflected in the type of wall material of the house which is mostly made of medium quality wood plasterKeywords: physical condition, quality of settlements, coastal area
Studi Keragaman, Prevalensi, Intensitas dan Kelimpahan Endoparasit pada Ikan Tongkol (Euthynnus affinis) dan Ikan Kerapu Macan (Epinephelus fuscoguttatus) yang dijual di Kota Kupang Fajrudin, Nur Asril Yuda; Halija, Sitti
JURNAL VOKASI ILMU-ILMU PERIKANAN (JVIP) Vol 6, No 1 (2025): November 2025
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35726/jvip.v6i1.7497

Abstract

Indonesia merupakan salah satu produsen ikan di dunia karena wilayah perairan Indonesia jauh lebih besar daripada wilayah daratnya. Ikan hasil tangkapan tidak dapat terlepas dari infeksi parasit, terutama ikan karnivora yang sering terinfeksi cacing endoparasit karena memakan inang perantara cacing tersebut. Tujuan penelitian ini adalah Mengetahui perbandingan keragaman, prevalensi, intensitas dan kelimpahan jenis endoparasit pada ikan tongkol dan ikan kerapu yang dijual di Kota Kupang dan hubungannya terhadap faktor lingkungan dengan menggunakan metode campuran (Mixed methods) menggunakan desain eksplanatif, dimana data kuantitatif menjadi data awal penelitian. Pengambilan sampel yang dilakukan dalam kurun waktu satu bulan yaitu di nelayan PPI Oeba Kota Kupang untuk ikan tongkol dan di nelayan pantai Namosain untuk ikan kerapu, sedangkan data sekunder yang digunakan berupa suhu permukaan laut dan klorofil-a diambil dari situs oceancolor.gsfc.nasa.gov sesuai dengan waktu pengambilan ikan tongkol di nelayan PPI Oeba dan ikan kerapu di nelayan pantai Namosain. Data sekunder lokasi penangkapan ikan didapat dari wawancara beberapa nelayan pada saat pengambilan sampel ikan, bertujuan mendapatkan informasi untuk uji kualitas air laut sebagai indikator faktor lingkungan. Parasit yang mendominasi pada penelitian ini adalah filum Nemathelminthes, terdapat Anisakis simplex dan Anisakis physeteris dan ditemukan jenis cacing parasit yang berasal dari filum Acanthocephala, diantaranya Rhadinorhynchus sp. sedangkan pada Ikan Kerapu macan, beberapa ikan tersebut ditemukan terinfeksi oleh endoparasit pada organ dalam terutama di saluran pencernaan di bagian usus, lambung dan organ dalam hati.Cacing yang ditemukan merupakan larva stadium tiga danditemukan menempel dipermukaan dan di dalam organ usus, lambung dan hati. Parasit yang mendominasi adalah filum Nemathelminthes, terdapat Anisakis simplex dan Anisakis physeteris. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa ada perbedaan signifikan antara jumlah jenis Nematoda dan Acanthocephala Sampel Ikan Tongkol dan Ikan Kerapu dan ada hubungan antara faktor lingkungan dengan prevalensi, intensitas dan kelimpahan endoparasit pada ikan tongkol dan ikan kerapu.Kata kunci: Ikan Kerapu macan, Ikan Tongkol, Endoparasit, Intensitas, Kelimpahan rataan, Prevalensi