Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KECEMASAN DALAM BERBICARA DI DEPAN UMUM PADA KALANGAN MAHASISWA BERUSIA 17-22 TAHUN Rengganawati, Hana
Indonesian Journal of Digital Public Relations (IJDPR) Vol 2 No 2 (2024): Januari
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/ijdpr.v2i2.6953

Abstract

Kecemasan berbicara di depan umum merupakan fenomena umum yang dialami oleh banyak mahasiswa berusia 17-22 tahun. Menyadari pentingnya masalah ini dalam kehidupan akademis dan remaja. penelitian ini bertujuan untuk menggali tantangan unik yang dihadapi oleh individu dalam kelompok usia ini saat berbicara di depan umum. Dengan menerapkan pendekatan metode campuran dan melibatkan 200 responden, penelitian ini menggunakan perhitungan statistik untuk data kuantitatif yang diperoleh dari pengisian survei tujuh pertanyaan. Hasilnya menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa mengalami kecemasan atau ketidaknyamanan saat menghadapi situasi seperti berbicara kepada orang yang memiliki posisi lebih tinggi, memberikan pidato, dan mengikuti wawancara. Manifestasi dari kecemasan ini melibatkan gejala seperti detak jantung yang cepat dan gemetar yang dikaitkan dengan perasaan ketidakamanan dan kebingungan. Di samping data berbasis angka, analisis mendalam dari informasi berkualitas yang diperoleh melalui tanggapan terbuka dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai dimensi emosional dan kognitif dari kecemasan. Secara signifikan, penelitian ini menyediakan tips praktis dan strategi mengatasi, mencakup teknik persiapan sebelum berbicara dan mekanisme penanganan waktu nyata dengan tujuan mengatasi sisi holistik dari manajemen kecemasan berbicara di depan umum di kalangan mahasiswa pada kelompok usia ini. Kata Kunci: berbicara di depan umum, kecemasan, percaya diri
Influencer Relations Dalam Membangun Brand Awareness: Evaluasi Metrik Reach Dan Impression Kampanye "Bloods" Di Instagram Rengganawati, Hana; Mira Renata, Mira Renata; farie arief rahman; Meilani Tri Hapsari
KOMVERSAL Vol. 8 No. 2 (2026): Komversal : Jurnal Komunikasi Universal
Publisher : Program Studi Hubungan Masyarakat Politeknik LP3I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38204/komversal.v8i2.3163

Abstract

The proliferation of digital information technology has fundamentally reconfigured the paradigm of Public Relations (PR), steering it away from conventional media toward an increasingly interactive digital landscape. Among the principal strategies within contemporary Digital Public Relations is Influencer Relations, a tactic that capitalizes on the credibility of social media content creators to effectively mediate corporate or brand messaging to the target public. This research endeavors to evaluate the effectiveness of the Influencer Relations strategy in cultivating brand awareness, operationalized through the analysis of quantitative metrics, specifically reach and impressions. The object of this investigation is the digital campaign of the Indonesian local fashion brand "Bloods," executed during the month of October and engaging eight micro-influencers on the Instagram platform. Employing a descriptive quantitative approach, the message dissemination performance data were scrutinized on the basis of cost efficiency (Cost per Reach and Cost per Impression), alongside a comparative assessment of effectiveness between the Instagram Feed/Reels feature and the Instagram Story feature. The findings indicate that the utilization of micro-influencers with congruent content segmentation, encompassing lifestyle, culinary, and travel niches, generated a cumulative total of 23,924 impressions on Feed/Reels and 3,387 impressions on Story, attaining remarkably high levels of budgetary efficiency. Critically, the intrinsic characteristics of the creators were found to exert a more substantial influence on interaction rates and audience reach than did mere follower count. These findings substantiate the continued relevance of the Two-Step Flow Communication Theory and the Source Credibility Theory within the contemporary context of digital public relations tactics.