Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS DESTILASI AIR KERUH DENGAN MENGGUNAKAN TENAGA SURYA DAN TENAGA LISTRIK Soebyakto .; M. Agus Shidiq
Engineering : Jurnal Bidang Teknik Vol 4 No 2 (2013): Oktober
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (759.04 KB) | DOI: 10.24905/eng.v4i2.401

Abstract

Untuk membuat penyulingan air tenaga surya dibutuhkan beberapa bahan dari logam dengan konduktifitas bahan tertentu. Bahan-bahan penyulingan air tenaga surya secara sederhana meliputi; plastik, beban, bak penampungan air dari aluminium (baskom), mangkok, pengikat lentur, termometer digital, dan timbangan digital. Komponen dari penyulingan air tenaga surya meliputi kolektor dan bak penguapan. Kolektor fungsinya untuk menyerap dan mengumpulkan radiasi matahari sehingga dapat digunakan secara lebih optimal. Bak penguapan fungsinya untuk menguapkan air panas dari kolektor dan mengembunkan uap panas tersebut sehingga diperoleh embun yang banyak/air suling.Baskom berfungsi ganda sebagai bak penguapan dan kolektor. Baskom yang berisi air, ditengahnya diletakkan mangkok kosong, ditutup plastik dan di atas plastik diberi beban, sehingga posisi plastik cekung ke arah mangkok. Radiasi matahari diarahkan ke baskom yang berisi air tertutup plastik selama kurang lebih enam jam. Perubahan suhu air saat awal dan akhir pengamatan dicatat untuk mengetahui beda suhu selama proses destilasi. Hasil pengamatan destilasi air tenaga surya, menunjukkan bahwa untuk mendapatkan air bersih dengan tenaga surya, air murni V = 100 ml dari 2150 ml air berwarna, diperlukan kalor, Q = 218956 kalori, selama 15,25 jam. Hasil perhitungan daya (tenaga) surya jauh lebih kecil (P = 16,75 Watt) untuk mendapatkan air bersih, V = 100 ml dari air berwarna 2150 ml, selama 15,25 jam, dibandingkan dengan tenaga listrik (P = 105,72 Watt) mampu menghasilkan air bersih, V = 50 ml selama 0,833 jam atau selama 50 menit. Daya atau tenaga surya, dihitung berdasarkan jumlah energi yang digunakan untuk penguapan air per satuan waktu Dari hasil data yang diperoleh dalam penelitian ini, kita dapat memperoleh gambaran yakni sekiranya kita dapat membuat suatu sistem kolektor atau alat yang mampu menyimpan panas dengan lebih baik, akan didapat air bersih yang lebih banyak. Kata Kunci : Destilasi, Tenaga Matahari, Tenaga  Listrik, Air Bersih
OPTIMALISASI IGNITION TIMING PADA PENGGUNAAN E–100 DAN PISTON MODIFIKASI GM.1–54/50/13 Gunawan .; Agus Wibowo; M. Agus Shidiq
Engineering : Jurnal Bidang Teknik Vol 6 No 1 (2015): April
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.393 KB) | DOI: 10.24905/eng.v6i1.418

Abstract

Beberapa tahun yang akan datang dunia akan mengalami krisis bahan bakar minyak, dan salah satu alternatif bahan bakar yang dapat digunakan adalah alkohol fuel grade/etanol (Billah, 2009 : 24). Alkohol memiliki keunggulan bila dibandingkan dengan bensin karena angka oktan Alkohol sebesar 108 dan dapat bekerja pada rasio kompresi yang lebih tinggi(Muku & Sukadana, 2009 : 26). Pada umumnya penggunaan bahan bakar alkohol masih membutuhkan campuran bensin. Pada penelitian kali ini digunakan bahan bakar alkohol tanpa campuran bensin, bahan bakar ini disebut E – 100 (100 % alkohol). Karena E–100(etanol/alkohol) memiliki nilai oktan yang lebih tinggi dari bensin, maka perbandingankompresi dan ignition timing mesin empat langkah harus disesuaikan (karena pada umumnya mesin sepeda motor empat langkah dirancang menggunakan bensin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbandingan kompresi dan ignition timingterhadaptorsi, daya dan Spesific Fuel Consumption (Sfc) Honda Vario 110 cc pada saat menggunakan  E–100. Variabel bebas pada penelitian ini adalahignition timing, dan variabel terikatnya adalah torsi, daya dan Spesific Fuel Consumption (Sfc). Penelitian ini menggunakan metode eksperimen, dimana terdapat perlakuan berupa : modifikasi padatonjolan sensor pengapian (Pick Up - Pulser/Triger) sehingga ignition timing dapatdivariasikan. Terdapat 8 (delapan) sampel ujicoba yaitu : sampel – 1 (bahan bakar Pertamax 92, kompresi 10 : 1 dan ignition timing 15 BTDC), sedangkan pada saat menggunakan E –100 perbandingan kompresi disetel 13 : 1 dantiming pengapian disetel 10 BTDC (sampel –2), 15 BTDC (sampel – 3), 20BTDC (sampel – 4), 25BTDC (sampel – 5), 30BTDC (sampel – 6), 35°BTDC (sampel – 7) dan 40°BTDC (sampel – 8). Perbandingan kompresi13 : 1 dicapai dengan modifikasi pada kepala piston sehingga volume kepala piston menjadi 3,5 cm³ (piston GM.1–54/50/13), dengan menggunakan piston ini tekanan silinder dapat mencapai 170 psi (11.95 kg/cm 2). Berdasarkan pengujian dan perhitungan, daya optimal diperoleh denganignition timing disetel 37,65BTDC, sedangkan Sfc optimal diperoleh denganignition timing disetel 25,5BTDC.Kata kunci : etanol, kompresi, piston, ignition timing, torsi, daya
Perawatan Mesin Husker Di Perum SPP Bulog Kendal Afif Khoerul Umam; M. Agus Shidiq
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 1 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The husker machine is one of the essential components in the rice milling process at Perum SPP BULOG Kendal. This machine functions to separate the husk from brown rice. This study aims to examine the maintenance system of the husker machine and to identify common problems that frequently arise, particularly those related to machine performance and efficiency in the husking process. The method used was direct observation during field work practice. The results of the observations indicate that the maintenance applied is preventive maintenance, carried out periodically every three months. Several common problems were identified, including a poor husking ratio and a high amount of husk mixed with the rice. The solutions implemented include adjusting the pressure of the rubber rolls and setting the air sorting valve. With proper maintenance, machine performance can be maintained and the risk of severe damage can be minimized. Keywords: Husker machine, machine maintenance, preventive maintenance, rice milling.   Abstrak Mesin husker merupakan salah satu komponen penting dalam proses penggilingan padi di Perum SPP BULOG Kendal. Mesin ini berfungsi untuk memisahkan kulit gabah dari beras pecah kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sistem perawatan mesin husker serta mengidentifikasi permasalahan yang sering muncul, khususnya yang berkaitan dengan performa mesin dan efisiensinya dalam proses pengupasan. Metode yang digunakan adalah observasi langsung selama praktik kerja lapangan. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa jenis perawatan yang diterapkan adalah preventive maintenance yang dilakukan secara berkala setiap tiga bulan. Beberapa permasalahan umum yang ditemukan antara lain husking ratio yang rendah dan banyaknya sekam yang tercampur dalam beras. Solusi yang dilakukan meliputi penyesuaian tekanan rubber roll serta penyetelan katup sortir angin. Dengan perawatan yang tepat, performa mesin dapat dipertahankan dan kerusakan fatal dapat dihindari.   Kata kunci: Mesin husker, perawatan mesin, preventive maintenance, penggilingan padi.