Salah satu layanan transportasi perkotaan yang memiliki ridership yang tinggi adalah LRT Jabodebek dengan tren pertumbuhan sebanyak 37.000 penumpang pada Desember 2023 menjadi 50.000 penumpang per Februari 2024 berdasarkan data dari Kementerian Perhubungan RI. Peningkatan layanan yang perlu mendapat perhatian pada LRT Jabodebek adalah pada koridor Cawang-Cibubur. Koridor ini meliputi empat stasiun yang masing-masing belum memiliki konektivitas dan jangkauan fasilitas layanan yang memadai karena dari segi tata guna lahan (utara dan selatan) dipisahkan oleh jalan tol. Akibatnya, diperlukan integrasi fasilitas antarmoda untuk dapat menjadi katalis layanan transportasi yang terintegrasi secara komprehensif. Objek dalam penelitian ini adalah simpul moda LRT pada koridor Cawang-Cibubur yang meliputi empat stasiun tipikal sehingga metode penelitian ditujukan pada salah satu simpul tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja layanan simpul moda pada kondisi existing dari persepsi penumpang sesuai dengan kategori dan indikatornya yang sudah ditetapkan. Selanjutnya, hasil evaluasi dimaksud ditransformasikan ke dalam penilaian kinerja integrasi dari sisi proximity/kedekatan beserta alternatif transformasi kedekatan fasilitasnya untuk menjadi rekomendasi peningkatan pelayanan integrasi antarmoda. Adapun metode yang digunakan adalah importance performance analysis (IPA) dengan melakukan uji validitas dan reliabilitas untuk memastikan instrumen penelitian berupa pertanyaan-pertanyaan untuk responden dapat dituangkan dalam kuesioner sehingga dapat digunakan untuk menilai kinerja layanan berdasarkan persepsi pengguna. Selain itu, modal interaction matrix (MIM) juga digunakan untuk dapat mengukur kinerja integrasi melalui kedekatan antarfasilitas beserta alternatifnya. Adapun output yang didapatkan adalah bahwa pada hasil analisis IPA terdapat tiga belas atribut/indikator yang menjadi prioritas utama untuk dilakukan perbaikan kinerja. Selanjutnya dilakukan pengukuran proximity/kedekatan beserta alternatif transformasi untuk atribut/indikator tersebut dan didapatkan bahwa alternatif 3 menjadi rekomendasi peningkatan fasilitas yaitu menjadikan sebagian besar fasilitas didekatkan khususnya yang mencakup konektifitas kawasan.