Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Banjir dan Model Pembangunan Berdampak Rendah Di Sungai Sringin Menggunakan SWMM Aditya, Nurdicky Febrian; Suharyanto; Suripin
Siklus : Jurnal Teknik Sipil Vol. 9 No. 1 (2023)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/siklus.v9i1.13202

Abstract

Sungai Sringin berada di wilayah Semarang Timur, Kecamatan Genuk merupakan daerah yang bertopografi rendah dan berbatasan langsung dengan laut Jawa. Perkembangan industri, perdagangan, pelabuhan, serta pertumbuhan penduduk yang cepat sebesar 2,84% per tahun (BPS Kota Semarang, 2021) menjadikan kawasan Semarang Timur khususnya Kecamatan Genuk sebagai pusat pertumbuhan utama. dan terminal jasa distribusi. Hal ini akan mempengaruhi daerah Sungai Sringin sebagai daerah tangkapan air. Pada 6 Februari 2021 telah terjadi limpasan air permukaan di beberapa wilayah Sub Das Sringin dikarenakan intensitas hujan yang tinggi serta berkurangnya daerah infiltrasi air hujan yang ada. Maka dari itu diperlukan metode LID untuk mengurangi limpasan air permukaan. Dari pemodelan yang di lakukan menggunakan Software Strom Water Management Model (SWMM) di dapat bahwa puncak limpasan air permukaan tertinggi berapa pada Subcatchment 6 dengan nilai 23.10 m3/s. Untuk mereduksi limpasan air perumakaan yang ada digunakan metode pembangunan berdampak rendah. Metode pembangunan berdampak rendah (LID) merupakah cara mengelola air hujan dalam skala mikro terutama pada kawasan tangkapan air hujan yang besar. Pada penelitian ini digunakan metode Rain Barrel, Bioretention Cell, dan Infiltration Trench yang merupakan contoh dari penerapan pembangunan berdampak rendah. Hasil dari pemodelan dengan menggunakan ketiga metode tersebut didapatkan pada nilai limpasan air permukaan mengalami penurunan
HYDROLOGICAL RESPONSES OF RIVER BASINS TO LAND USE CHANGE IN SUSTAINABLE BUILT ENVIRONMENTS Saputri, Utamy Sukmayu; Suripin; Wulandari, Dyah Ari; Moey, Lip Kean
International Journal on Livable Space Vol. 11 No. 1 (2026): CONTEX-RESPONSIVE AND ADAPTIVE ARCHITECTURE
Publisher : Jurusan Arsitektur - FTSP - Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/kth86v67

Abstract

Changes in land use, particularly the conversion of forests and agricultural land into urban settlements, alter hydrological responses by increasing runoff, raising peak discharge, and reducing baseflow. These changes affect flood risk, environmental quality, and the sustainability of built environments in rapidly urbanizing tropical regions. Aims: This study aims to systematically review applications of Soil and Water Assessment Tool (SWAT) and SWAT+ models to analyze hydrological responses to land use changes and evaluate their implications for urban flooding and sustainable built environments. Methodology and results: A Systematic Literature Review was conducted using Scopus-indexed and nationally accredited Indonesian journals. Studies were selected using keywords related to land use change, hydrological response, river basins, and SWAT or SWAT+ modelling. The results show that urbanization increases runoff, peak discharge, and sediment yield, while vegetation enhances infiltration and hydrological stability. Common parameters include streamflow, runoff, baseflow, and sediment yield. Performance is evaluated using NSE, R2, and PBIAS. Conclusion, significance and impact of the study: This review confirms that SWAT and SWAT+ support spatial planning and sustainable watershed management. It highlights the importance of integrating of hydrological modeling into land use planning to improve flood resilience and identifies gaps in future flood risk scenarios.