Salah satu proses pembelajaran yang menekankan berbagai tindakan dan kegiatan adalah dengan menggunakan pendekatan tertentu. Pendekatan dalam pembelajaran pada hakekatnya merupakan sarana untuk mencapai tujuan pembelajaran serta dapat mengembangkan dan meningkatkan aktivitas belajar yang dilakukan guru dan siswa. Tujuan penelitian adalah memperoleh gambaran tentang: 1) Mendiskripsikan Penerapan Model Pembelajaran Experiential Learning Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Fiqih ada Materi Bersuci dari Najis, dan 2) Meningkatkan keterampilan siswa dalam Penerapan Model Pembelajaran Experiential Learning Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Fiqih pada Materi Bersuci dari Najis. Penelitian dilakukan pada Tahun Pelajaran 2020/2021, dengan 2 Siklus yang mana terdapat 2 Pertemuan di Setiap Siklusnya berlangsung selama 3 bulan, yaitu September sampai dengan November 2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Iklim pembelajaran experiential learning lebih meningkatkan aktivitas siswa dalam belajar, khususnya dalam pembelajaran Bersuci dari Najis, Model pembelajaran experiential learning dapat meninggalkan Bersuci dari Najis. Hal ini dapat dilihat dari hasil evaluasi siklus mencapai nilai rata-rata 65,93, kemudian setelah diberikan tindakan aktivitas perbaikan pembelajaran siswa menunjukan peningkatan yang cukup signifikan yaitu pada siklus II nilai rata-rata bisa mencapai 87,04. 2) Secara kuantitas dapat dinyatakm bahwa dari 30 Siswa yang menjadi sasaran penelitian dapat meningkatkan ketrampilan Bersuci dari Najis sebanyak 30 Siswa atau 100%.