Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Problematika Pembentukan Lingkungan Bahasa Arab : (Studi Kasus di Prodi PBA STAI Syaichona Moh. Cholil Bangkalan) Djakfar, Fera Andriani
Qismul Arab: Journal of Arabic Education Vol. 2 No. 01 (2022): Qismul Arab: Journal of Arabic Education
Publisher : STAI Syaichona Moh. Cholil Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62730/qismularab.v2i01.22

Abstract

Learning Arabic for PBA students is not only sufficient to be conducted in the classroom, but there must be a special environment outside the classroom that supports the provision of language materials in the classroom.  Therefore, PBA STAI Syaichona Moh.  Cholil Bangkalan tries to create an Arabic environment from year to year.  However, this effort cannot be separated from the various problems, so the purpose of this research is not only to describe the process of formation of the Arabic language environment, but also to analyze the problems of creating an Arabic environment in PBA STAI Syaichona Moh.  Cholil Bangkalan.  This research is a qualitative research to explore existing problems directly and not only through the existing literature.  The results of this study are the creation of an Arabic speaking environment in PBA STAI Syaichona Moh.  Cholil Bangkalan is formed in a formal and informal manner.  While the problems in creating an Arabic speaking environment include an open campus environment, neighboring Islamic boarding schools and other non-Arabic speaking study programs, mother tongue interference, lack of motivation, lack of regulations for language offenders, no private dormitory for PBA students, lack of supervision from leadership, and absence of supporting funds.
Pemaknaan Barakah Bagi Para Santri Kabulâ Di Pesantren Bangkalan Djakfar, Fera Andriani
International Conference on Islamic Studies Vol. 1 No. 1 (2020): The 1st International Conference on Islamic Studies (ICIS)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Ulum Banyuanyar Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mencari barakah adalah salah satu tujuan para santri belajar di pesantren. Di kalangan santri, terdapat segolongan khusus yang tidak hanya belajar, tetapi juga mengabdikan dirinya untuk melayani para kiai dan keluarganya secara total. Golongan ini mempunyai sebutan khusus, misalnya khadam, santri ndalem, atau yang di Madura dikenal dengan sebutan kabulâ. Dari masa ke masa, masih banyak saja santri yang mau mengabdikan diri ke pesantren dengan barakah sebagai daya tarik dan alasan utama. Tulisan ini bertujuan untuk mengeksplorasi bermacam-macam barakah bagi para santri kabulâ, dan juga untuk mengetahui bagaimana pemaknaan barakah bagi mereka. Studi ini dilakukan dengan mewawancarai beberapa santri kabula di beberapa pesantren di Bangkalan, diperkuat dengan observasi dan dokumentasi. Studi ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendektan fenomenologis yang berpijak pada pemikiran Alfred Schutz, yaitu orang pertama yang menerapkan fenomenologi dalam penelitian ilmu sosial. Penelitian ini menemukan bahwa barakah bagi kabula bentuknya bermacam-macam mulai dari hal yang samar berupa kemudahan dalam belajar, ketenangan batin, dan segala yang tidak tampak (invisible blessings) hingga yang tampak dzahir (visible blessings) seperti bisa menjadi peminpin pesantren, membangun rumah, berhaji dan umroh secara gratis, sembuh dari penyakit, menyekolahkan anak hingga ke luar negeri, dan meraih jabatan tinggi. Barakah pagi para santri kabula dapat dimaknai sebagai sumber kebahagiaan, ketenangan, dan juga keajaiban di luar akal.