Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : JURNAL ILMIAH UNSTAR ROTE

M. Ndolu IDENTIFIKASI JENIS MAKROALGA PADA ZONA INTERTIDAL PANTAI NEMBRALA KECAMATAN ROTE BARAT KABUPATEN ROTE NDAO unstar Rote; Midel Ndolu
JURNAL ILMIAH UNSTAR ROTE Vol 1 No 2 (2021): JURNAL ILMIAH SAINS DAN TEKNOLOGI (MARET - AGUSTUS 2021)
Publisher : CV. Jamin Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/jiur.v1i2.23

Abstract

Makro alga merupakan tumbuhan thallus yang hidup di air setidak-tidaknya selalu menempati habitat yang lembab atau basah. Makroalga juga termasuk tanaman tingkat rendah yang umumnya tumbuh melekat pada substrak tertentu seperti pada lumpur, pasir, batu, dan benda keras lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis makroalga yang ada pada zona intertidal pantai Nembrala di Desa Nembrala. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif. Dengan data yang di peroleh melalui metode survey, pengumpulan jenis makro alga, menjelaskan jenis makro alga dan deskripsinya di Pantai Nembrala. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat 3 jenis alga di pantai Nembrala Desa Nembrala yaitu, Alga Hijau/Ulva Lactuca, alga Merah/Gracilaria Salicornia, dan Alga Coklat/Padina Australis. Dari hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa jenis alga hijau, alga merah, dan alga coklat dapat tumbuh dengan subur di pantai Nemberala karena dengan faktor salinitas, kecepatan arus dan cahaya yang sangat mendukung terhadap pertumbuhan makro alga. Dan makro alga sangat bermanfaat bagi masyarakat Desa Nemberala seperti obat-obatan, bahan mentah, agar-agar, dan kue. Diharapkan kepada masyarakat Desa Nemberala agar melakukan pelestarian terhadap pertumbuhan makro alga di pantai Nemberala.
M. Ndolu IDENTIFIKASI JENIS MAKROALGA PADA ZONA INTERTIDAL PANTAI NEMBRALA KECAMATAN ROTE BARAT KABUPATEN ROTE NDAO unstar Rote; Midel Ndolu
JURNAL ILMIAH UNSTAR ROTE Vol 1 No 2 (2021): JURNAL ILMIAH SAINS DAN TEKNOLOGI (MARET - AGUSTUS 2021)
Publisher : CV. Jamin Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/jiur.v1i2.24

Abstract

Makro alga merupakan tumbuhan thallus yang hidup di air setidak-tidaknya selalu menempati habitat yang lembab atau basah. Makroalga juga termasuk tanaman tingkat rendah yang umumnya tumbuh melekat pada substrak tertentu seperti pada lumpur, pasir, batu, dan benda keras lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis makroalga yang ada pada zona intertidal pantai Nembrala di Desa Nembrala. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif. Dengan data yang di peroleh melalui metode survey, pengumpulan jenis makro alga, menjelaskan jenis makro alga dan deskripsinya di Pantai Nembrala. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat 3 jenis alga di pantai Nembrala Desa Nembrala yaitu, Alga Hijau/Ulva Lactuca, alga Merah/Gracilaria Salicornia, dan Alga Coklat/Padina Australis. Dari hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa jenis alga hijau, alga merah, dan alga coklat dapat tumbuh dengan subur di pantai Nemberala karena dengan faktor salinitas, kecepatan arus dan cahaya yang sangat mendukung terhadap pertumbuhan makro alga. Dan makro alga sangat bermanfaat bagi masyarakat Desa Nemberala seperti obat-obatan, bahan mentah, agar-agar, dan kue. Diharapkan kepada masyarakat Desa Nemberala agar melakukan pelestarian terhadap pertumbuhan makro alga di pantai Nemberala
PENGARUH KOMBINASI PUPUK SAPI DAN PUPUK KAMBING TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN CABAI (Capsicum annum L.) Ndolu, Midel Delfi Wehelmina
JURNAL ILMIAH UNSTAR ROTE Vol 2 No 2 (2023): JURNAL ILMIAH SAINS DAN TEKNOLOGI (SEPTEMBER 2023 - FEBRUARI 2024)
Publisher : CV. Jamin Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tanaman cabai (Capsicum annum L.) merupakan salah satu jenis sayuran buah yang dapat di konsumsi oleh masyarakat.Cabai sangat berpotensi sebagai penyedia unsur-unsur mineral yang di butuhkan oleh tubuh karena nilai gizinya yang tinggi.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk kandang sapi dan kambing terhadap pertumbuhan tanaman cabai (Capsicum annum L.). Penelitian dilakukan pada Februari - April 2018. Metode yang digunakan adalahRancangan Acak Lengakp (RAL) yang terdiri dari satu faktor perlakuan yaitu penggunaan pupuk sapi dan pupuk kambing sebagai pengaruhnya. Adapun perlakuan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan sehingga diperoleh 12 unit percobaan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemberian kombinasi pupuk kotoran sapi dan kambing pada berbagai taraf memberikan pengaruh yang nyata terhadap pertumbuhan cabai baik dari tinggi tanaman maupun jumlah daun. Adanya pengaruh pemberian pupuk kotoran sapi dan kambing yang berbeda terhadap pertumbuhan tanaman cabai. Dalam hal ini pengaruh terhadap pertumbuhan (tinggi tanaman cabai yakni terlihat pada perlakuan dosis pupuk 60% yaitu 16,77 cm dan jumlah daun yaitu 10,58 helai. Diharapkan kepada masyarakat umum dan petani yang ingin membudidayakan tanaman cabai dengan menggunakan pemberian pupuk kotoran sapi dan kambing maka direkomendasikan untuk menggunakan volume pupuk 60%. Kata kunci: capsicum annum L, kombinasi dosis pupuk sapi dan kambing, pertumbuhan cabai
M. Ndolu PENGARUH CAHAYA MATAHARI TERHADAP PERTUMBUHAN PERKECAMBAHAN TANAMAN CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L.) DI DESA HOLULAI Rote, unstar
JURNAL ILMIAH UNSTAR ROTE Vol 1 No 1 (2021): JURNAL ILMIAH SAINS DAN TEKNOLOGI (SEPTEMBER - FEBRUARI 2021
Publisher : CV. Jamin Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/jiur.v1i1.10

Abstract

Cahaya matahari merupakan sumber utama energi bagi kehidupan. Cahaya dapat berpengaruh bagi pertumbuhan tanaman dan dapat ditentukan oleh intensitasnya.Intensitas cahaya adalah banyaknya energi yang diterima oleh suatu tanaman per satuan luas dan waktu (kal/cm2/hari). Pada dasarnya intensitas cahaya matahari akan berpengaruh nyata terhadap sifat morfologi tanaman. Hal ini dikarenakan intensitas cahaya matahari dibutuhkan untuk berlangsungnya penyatuan CO2 dan air untuk membentuk karbohidrat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan intensitas penyinaran matahari terhadap perkecembahan cabai rawit (Capsicum frutescensL.) dan untuk mengetahui frekuensi penyinaran terbaik untuk perkecambahan cabai rawit (Capsicum frutescens L.).Penelitian ini dilakukan di desa Holulai, Kecamatan Loaholu.Penelitian ini dimulai dari bulan Maret - April. Metode yang digunakan yang pada penelitian ini adalah eksperimen dengan perlakuan perbedaan intensitas penyinaran matahari yaitu P0 = Kontrol, P1 = 50%, P2 = 75%, P3 = 100%. Sumber data yaitu : a) Tinggi tanaman, dan b) Jumlah daun. Data diambil setiap 7 hari, dengan ulangan 3 kali.Analisis data dengan Anova melalui bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan perbedaan penyinaran berpengaruh secara signifikan terhadap tinggi tanaman, pada pelakuan P3=100%, dimana nilai F hitung ≥F tabel (3.671603 ≥ 3.490295) pada taraf signifikan 0,05. Namun tidak berpengaruh terhadap jumlah daun tanaman cabai rawit, dimana nilai F hitung ≤F tabel (0.74026 ≤ 3.490295) pada taraf sig. 0,05.
PENGARUH DOSIS PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAYAM HIJAU (Amaranthushybridus L) DI DUSUN KOLI KABUPATEN ROTE NDAO Ndolu, Midel Delfi Wehelmina
JURNAL ILMIAH UNSTAR ROTE Vol 1 No 1 (2025): JURNAL ILMIAH SAINS DAN TEKNOLOGI EDISI 1 TAHUN 2025
Publisher : CV. Jamin Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bayam hijau (Amaranthus hybridus L) merupakan jenis tumbuhan yang biasa ditanam dan dimanfaatkan sebagai sayuran hijau. Tanaman bayam merupakan sumber vitamin A, B dan C, protein, lemak, karbohidrat kalium, amaratin, serta mineral-mineral yang penting seperti kalsium, fosfor dan besi yang bermanfaat dalam mendorong pertumbuhan dan menjaga kesehatan. Adapun rumusan masalah dalam penelitian adalah bagaimana pengaruh pemberian beberapa dosis pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bayam hijau. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh pemberian pupuk NPK terhadap pertumbuhan bayam hijau. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah statistik ANOVA. Jika F hitung ≥ F tabel, maka hipotesis penelitian diterima, sebaliknya jika F hitung < F tabel maka hipotesis penelitian ditolak. Apabila hipotesis di terima, maka perlu dilanjutkan dengan uji lanjut yang berupa uji jarak ducan dengan taraf 5%.Hasil pengamatan pada tinggi tanaman bayam 30 HST menujukan perlakuan dengan nilai rata-rata tertinggi terdapat pada perlakuan NPK 2,5 g/tanaman yakni 41 cm, jumlah daun tanaman bayam 30 HST menujukan perlakuan dengan nilai rata-rata tertinggi terdapat pada perlakuan NPK 2,5 g/tanaman yakni 15,5 helai, dan berat basah tanaman bayam, menujukan bahwa perlakuan dengan nilai rata-rata tertinggi terdapat pada perlakuan NPK 2,5 g/tanaman yakni 72,5 g.
KEANEKARAGAMAN GASTROPODA PADA ZONA INTERTIDAL PANTAI LANDU KECAMATAN ROTE BARAT DAYA KABUPATEN ROTE NDAO Ndolu, Midel Delfi Wehelmina
JURNAL ILMIAH UNSTAR ROTE Vol 1 No 2 (2025): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI EDISI 2 TAHUN 2025
Publisher : CV. Jamin Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/jiur.v1i2.62

Abstract

Salah satu kelompok yang ditemukan di zona intertidal pantai Landu adalah jenis Mollusca dari kelas Gastropoda. Penelitian keanekaragaman Gastropoda di Zona Intertidal Pantai Landu Kecamatan Rote Barat Daya Kabupaten Rote Ndao pada bulan Maret - Juni 2025. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Keanekaragaman Gastropoda Pada Zona Intertidal Pantai Landu. Metode yang digunakan adalah metode observasi dan survey dengan teknik pengambilan data menggunakan metode kuantitatif dan Metode Transek Kuadran (Kuadran Transect Method). Pada pantai lokasi penelitian dibuat 4 transek dan tiap transek dibuat 5 buah kuadran atau plot berukuran 1x1 m2. Analisis data menggunakan indeks keanekaragaman Shannom-Wienner. Hasil penelitian menunjukan bahwa Gastropoda yang ditemukan di zona intertidal pantai Landu terdiri dari 18 spesies. Nilai indeks keanekaragaman Gastropoda yang dilihat berdasarkan jenis substrat, maka nilai tertinggi terdapat pada substrat berpasir 86 individu, dengan nilai indeks keanekaragaman 0,612 dan diikuti oleh jenis substrat berbatu 38 individu dengan nilai indeks keanekaragaman 0,198 kemudian yang paling rendah yaitu dari substrat pasir berlumpur 8 individu dengan nilai indeks keanekaragaman 0,103. Berdasarkan kriteria Shannom-Wiener maka keanekaragaman Gastropoda berada dalam kategori rendah dengan nilai indeks keanekaragaman 0,928. keanekaragaman rendah
Uji Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Pakcoy (Brassica rapa L.) dengan Pemberian Pupuk Organik Cair dari Daun Gamal Menggunakan Bioaktivator EM4 Ndolu, Midel Delfi Wehelmina
JURNAL ILMIAH UNSTAR ROTE Vol 1 No 3 (2025): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI EDISI 3 TAHUN 2025
Publisher : CV. Jamin Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/jiur.v1i3.78

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik cair (POC) yang dibuat dari daun gamal (Gliricidia sepium) dengan menggunakan bioaktivator EM4 terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy (Brassica rapa L.). Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Universitas Nusa Lontar Rote pada Juli–September 2025 dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) tiga perlakuan dan tiga ulangan, yaitu P0 (tanpa POC), P1 (20 ml POC/100 ml air), dan P2 (30 ml POC/100 ml air). Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, dan berat segar tanaman. Data dianalisis menggunakan Analisis Varians (ANOVA) dan uji BNT 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian POC daun gamal berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy. Perlakuan P2 menghasilkan tinggi tanaman rata-rata 21,8 cm, jumlah daun 13,3 helai, dan berat segar 56,3 g. Unsur nitrogen (N) pada daun gamal berperan penting dalam pembentukan jaringan vegetatif, fosfor (P) mendukung pembentukan akar, sedangkan kalium (K) meningkatkan kekuatan jaringan tanaman dan hasil panen. Kandungan mikroorganisme dalam EM4 seperti Lactobacillus sp., Rhodopseudomonas sp., dan Streptomyces sp. mempercepat fermentasi dan meningkatkan ketersediaan unsur hara bagi tanaman. Dengan demikian, pupuk organik cair dari daun gamal yang difermentasi menggunakan EM4 terbukti efektif meningkatkan pertumbuhan vegetatif dan hasil tanaman pakcoy serta menjadi alternatif pupuk organik ramah lingkungan yang dapat diterapkan dalam sistem pertanian berkelanjutan.