Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

HUBUNGAN STRES DENGAN KEJADIAN DISMENORE PRIMER PADA MAHASISWI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ABULYATAMA Utami, Fahara Mourina; Andri, Andri; Laila, Suriatul
Jurnal Medika Malahayati Vol 8, No 1 (2024): Volume 8 Nomor 1
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v8i1.11101

Abstract

Abstrak: Hubungan Stres dengan Kejadian Dismenore Primer pada Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Abulyatama. Dismenore adalah nyeri  perut kram daerah bawah rahim yang terjadi sebelum maupun sesudah menstruasi. Dismenore terjadi pada usia 15-25 tahun, sekitar 50% digolongkan sebagai dismenore primer. Salah satu faktor yang berhubungan dengan kejadian dismenore primer adalah stres. Stres pada mahasiswi umumnya berasal dari tekanan akademik, stres hubungan intrapersonal dan interpersonal, hubungan belajar mengajar dan sters keinginan dan pengendalian. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui hubungan antara stres dengan kejadian dismenore primer pada mahasiswi Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Abulyatama. Jenis penelitian ini ialah analitik deskriptif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode total sampling. Data penelitian dianalisis dengan menggunakan uji statistik chi square. Hasil penelitian menunjukkan dari 209 responden, 163 (78%) orang menderita dismenore primer berat dan 99 (47,4%) orang mengalami stres normal. Uji chi square yang dilakukan didapatkan p value sebesar 0,000 bermakna ada hubungan signifikan antara stres dengan kejadian dismenore primer pada mahasiswi Program Studi Pendidikan Fakultas Kedokteran Universitas Abulyatama.
Gambaran Pengetahuan Remaja Putri Tentang Tablet Tambah Darah Di Sekolah Menegah Atas Negeri 1 Kecamatan Idi Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur Muliana, Muliana; Martafari, Cut Ana; Laila, Suriatul
Jurnal Medika Malahayati Vol 9, No 2 (2025): Volume 9 Nomor 2
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v9i2.19324

Abstract

Tablet tambah darah merupakan suplementasi untuk menanggulangi anemia defisiensi zat besi. Setiap tablet mengandung 200 mg sulfat feros dan 0,25 mg asam folat. Suplemen ini sangat penting bagi remaja putri karena dapat meningkatkan asupan zat besi dan asam folat yang berperan dalam pembentukan hemoglobin selama menstruasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan remaja putri tentang tablet tambah darah di SMAN 1 Idi Rayeuk tahun 2024. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni 2024 dengan menggunakan data primer. Sampel penelitian berjumlah 130 responden yang diambil secara total sampling. Berdasarkan hasil penelitian, sebagian besar responden memiliki pengetahuan cukup, yaitu sebanyak 74 responden (56,9%), pengetahuan baik sebanyak 51 responden (39,2%), dan pengetahuan kurang sebanyak 5 responden (3,8%).
Faktor-Faktor Risiko Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas Lampulo Kota Banda Aceh Siregar, Citra Fikriyah; Laila, Suriatul; Auliani , Fia dewi
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 10 No 2 (2025): Vol. 10 No. 2 Desember 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v10i2.2194

Abstract

Berdasarkan data WHO, angka kematian di negara-negara berkembang terjadinya anemia pada masa kehamilan. Prevalensi kejadian anemia pada ibu hamil di Indonesia sebesar 48,9%. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor risiko kejadian anemia pada Ibu hamil. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan analitik observasional, yang melibatkan data catatan medis dari 212 ibu hamil yang terdaftar di Pusat Kesehatan Masyarakat Lampulo pada bulan April hingga Juni 2025. Hasil penelitian dilakukan dengan menggunakan uji Chi-Square. Hasil temuan tidak ada hubungan antara anemia dan umur ibu (p-value = 0,279), usia kehamilan (p-value = 0,255), paritas (p-value = 0,372), dan pendidikan (p-value = 0,081), dengan p-value > 0,05. Sementara itu, faktor risiko yang berhubungan dengan anemia pada ibu hamil di wilayah kerja Pu adalah pekerjaan (p-value = 0,016) dan status KEK (p-value Hasil menunjukkan bahwa intervensi edukasi dan peningkatan pemantauan kesehatan ibu hamil sangat penting untuk mengurangi jumlah kasus anemia yang terjadi di wilayah kerja Puskesmas Lampulo