Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PEMANFAATAN LIMBAH JAHIT DALAM MENGATASI KERAWANAN PANGAN UNTUK KETAHANAN EKONOMI KELUARGA MENUJU NEW NORMAL LIFE COVID-19 DI KELURAHAN SUKAMANAH DAN NAGARASARI, CIPEDES, KOTA TASIKMALAYA HETI SUHERTI; CUCU SUTIANAH; TETTY FATIMAH TSUROYA
JURNAL EKONOMI, SOSIAL & HUMANIORA Vol 2 No 12 (2021): INTELEKTIVA : JURNAL EKONOMI, SOSIAL DAN HUMANIORA (EDISI - JULI 2021 )
Publisher : KULTURA DIGITAL MEDIA ( Research and Academic Publication Consulting )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Strategi pemerintah dan dorongan dari seluruh rakyat Indonesia, baik untuk bangkit dari keterpurukan, serta menghadang dan menyetop lajunya penyebaran serta segera sembuh dari wabah Covid 19 ini, menuju New Normal Life diantaranya, dari penerapan physical distancing, social distancing, anjuran cuci tangan, jaga jarak hingga Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) PSBB Transisi di berbagai daerah yang terpetakan sebagai episentrum penyebaran. Meski demikian, kegiatan di dalam rumah, maksudnya memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga, untuk supaya dapat melanjutkan kehidupan, dan mengatasi kerawanan pangan dan kemiskinan di masa pandemi COVID 19 yaitu dengan pemnfaatan limbah jahit menjadi barang atau layanan jasa yang memiliki nilai laku jual dan laku beli sehingga dapat mempertahankan hidup seperti sekarang ini kegiatan bagi warga masyarakat Kelurahan Sukamanah, dan di kelurahan Nagarasari,, Kecamatan Cipedes Kota Tasikmalaya ini terus dilakukan. Tujuan Pengabdian Kepada Masyarakat Skema Ketahananan Pangan (PbM-KP) bertujuan untuk bisa menambah pengetahuan tentang mencegah kerawanan kebutuhan pangan serta mempertahankan ketahanan ekonomi keluarga dalam rangka mendukung program pemerintah dan memutus mata rantai COVID 19. Dengan memastikan warga masyarakat terus melakukan pekerjaan serta kegiatannya, sehingga dapat hidup sehat, aman dan a dapat terus produktif di masa pandemic, dengan berkreatifitas secara mandiri memanfaatkan limbah jahit menjadi Alat Pelindung Diri (APD) berupa masker dan produk limbah jahit lainnya.Permasalahan yang diangkat adalah kurang produktifnya kemampuan masyarakat dalam berkretaifitas dari limbah jahit, atau limbah konveksi, menjadi produk barang yang memiliki nilai ekonomis yang memiliki nilai laku jual , untuk mengatasi terjadinya kerawanan pangan untuk ketahanan ekonomi keluarga. Limbah jahit bisa dimanfaatkan menjadi pembuatan APD diantaranya masker dan produk limbah jahit lainnya, untuk memutus penyebaran COVID 19 menuju New Normal Life untuk mengetahui pengaruh edukasi gizi terhadap pengetahuan kader posyandu. Metodologi– Pengabdian ini dilakukan di dua Kelurahan yaitu Kelurahan Sumakamanh dan Kelurahan Nagarasari Kecamatan Cipedes Kota Tasikmalaya. Total jumlah responden sebanyak 40 orang yaitu bapak dan ibu juga anggota karang taruna yang memiliki kreatifitas dan kompetensi yang berhubungan dengan pengoalahan bahan dan produk fesyen. Pengabdian dilakukan dengan cara pemberian materi, sosialisasi dan pelatiahan secara langsung yaitu membuat masker topeng dan masker lipit untuk tiap peserta dan pengembangan produk limbah jahit lainnya diantaranya , bros, ikat rambut, tali masker, souvenir, tempat tisu besar dan kecil, tas, lap wastafel dan lain sebagainya Hasil – Hasil sosialisasi dan pelatihan pemnnfaatan limbah jahit, yaitu adanya perubahan prilaku, kreatifitas dan inovasi dari para peserta yang sangat antusias dalam kegiatan ini , karena limbah jahit dapat bermanfaat untuk pembuatan benda lainnya, yang dapat dikembangkan dan bekreatifitas dengan cara dibuat benda yang memiliki nilai jual dan nilai beli baik untuk memenuhi kebutuhan individu dalam keluarga dapat terwujud. Peserta dapat mengembangkan usaha di rumah dan menambah penghasilan ekonomi keliuarga sehingga, pemenuhan kebutuhan pangan dapat terselesaikan dengan baik pada masa pandemi maupun non pandemi Kesimpulan – Sosialisasi dan pelatihan tentang pemanfaatan limbah jahit merupakan salah satu langkah dalam upaya peningkatan kreatifitas dan kompetensi warga dalam memanfaatkan limbah jahit menjadi produk yang bernilai laku jual dan laku beli untuk meningkatkan ekonomi dan ketahanan pangan keluarga, sehingga dapat survive hidup di masa pandemi maupun non pandemi . Berdasarkan hasil pretest dan posttest menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan terhadap peningkatan kreatifitas dan inovasi para peserta. Batasan Pengabdian – Pengabdian ini dilakukan hanya sebatas pada dua kelurahan yaitu Kelurahan Sukamanah dan kelurahan Nagarasasi Kecamatan Cipedes Kota Tasikmalaya. Orisinalitas/nilai – Pengabdian ini menggunakan metode sosialisasi dan pelatihan tentag pemanfaatan limbah jahit yaitu membuat masker lipat dan polos, cempal dan ikat rambut, tempat tisu besar dan gantungan kunci, tempat tisu kecil dan bros, lap tangan /wastafel , souvenir. variasi tali masker
STUDI COMPARATIF ANTARA MODEL EKSPOSITORY LEARNING DAN COOPERATIF LEARNING DALAM PERKULIAHAN PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK Setya Wahyuningsih; Tetty Fatimah Tsuroya
Jurnal Siliwangi: Seri Pendidikan Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Siliwangi Seri Pendidikan
Publisher : LP2M-PMP Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jspendidikan.v4i2.414

Abstract

Penelitian ini berujuan untuk mengetahui hasil belajar mahasiwa dalam pekuliahan perkembangan peserta didik dengan strategi pembelajaran expository learning, hasil belajar mahasiswa dalam mata kuliahnya perkembangan peserta didik dengan model pembelajaran cooperative learning, hasil belajar mana yang lebih bagus antara pembelajaran dengan expository learning atau dengan cooperative learning. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris tahun akademik 2015/2016 yang mengikutiperkuliahan perkembangan peserta didik sebanyak 4 kelas. Penelitian mengambil 75 orang mahasiswa untuk dijadikan sampel penelitian. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah osal Ujian Tengah Semester dan soal Ujian akhir semester. Analisis data menggunakan T test.  
Implementation of Collaborative Learning Model Teaching and Learning Life Skills based for Improving the Competence of Students in Facing the Industrial Revolution 4.0 and the Society 5.0 Era Cucu Sutianah; Mumu Mumu; Tetty Fatimah Tsuroya
Budapest International Research and Critics Institute (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Vol 5, No 1 (2022): Budapest International Research and Critics Institute February
Publisher : Budapest International Research and Critics University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33258/birci.v5i1.3689

Abstract

The implementation of learning should stimulate students to be more active in improving social skills, emotional skills, spiritual skills, scientific skills, mental skills, kinesthetic skills, and entrepreneurial skills, which in turn can improve students' competence and entrepreneurial character, in accordance with the vision and mission Education units. These skills are also skills needed in the world of work and industry, because industry professionals always work in groups and synergize to complete a particular project or job. Thus, the hard skills and soft skills of vocational and high school students as prospective workers and entrepreneurs should be able to develop creativity and innovation that will shape competence, entrepreneurial character, through positive, integrated, combined, mutual cooperation and collaboration interactions, implementing human literacy among people. Fellow human beings, cooperate, work in groups, synergize, and collaborate to complete a job. Life skills in the Industrial Revolution 4.0 and the era of society 5.0, as well as the new normal life, are the ability and courage to face life's problems, then proactively and reactively, seek and find solutions to overcome them. Life skills are skills or abilities to be able to adapt and behave positively, which allows a person to be able to deal with various demands and challenges in real life more effectively. The implementation of life skills-based collaborative learning can be used as a forum to improve students' competence and entrepreneurial character.