Koman, Wening Aisyah Fauziana
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SAR Bathymetry Review and Its Possibility Implementation in Indonesia Koman, Wening Aisyah Fauziana; Basith, Abdul; Julzarika, Atriyon
Jurnal Geospasial Indonesia Vol 6, No 2 (2023): Desember
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jgise.88613

Abstract

Indonesia needs bathymetry information for diverse applications as a maritime country. There are various methods of determining the water depth for bathymetry. The advancement of satellite imagery data has led to the increasing use of remote sensing data for depth measurements. With satellite imaging, wide area coverage can be achieved in a relatively short time, making depth data acquisition more cost-effective. SAR (Synthetic Aperture Radar) imagery is an active remote sensing technology developed to estimate depth data known as the SAR Bathymetry method. This method is still not widely applied, especially in Indonesia, even though it has considerable potential with cloud-free imageries, where it becomes a severe problem in tropical countries when using optical imagery. Therefore, this paper will discuss algorithms and techniques for depth data estimation using SAR Bathymetry and their possible implementation in Indonesia. The optimum depth, SAR image recommendation, and conditions required to apply this method will also be discussed.
Analisis Model Regresi Spasial Kasus Tuberkulosis (TB) di Provinsi Sumatera Utara Menggunakan Ordinary Least Squares (OLS) dan Geographically Weighted Regression (GWR) Bawasir, Arizal; Kusnadi, S R Bening Pratiwi; Koman, Wening Aisyah Fauziana
Jurnal Ilmiah Geomatika Vol. 5 No. 2 (2025): October 2025
Publisher : Program Studi Teknik Geomatika Fakultas Teknologi Mineral Universitas Pembangunan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/imagi.v5i2.15604

Abstract

Penyakit tuberkulosis (TB) masih menjadi salah satu tantangan kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia., termasuk di Provinsi Sumatera Utara. Analisis yang bersifat regional penting dilakukan karena distribusi kasus TB tidak hanya dipengaruhi oleh faktor individual, tetapi juga kondisi sosial-ekonomi yang bervariasi antar-wilayah. Dalam konteks tersebut, metode Ordinary Least Squares (OLS) dan Geographically Weighted Regression (GWR) digunakan untuk memodelkan regresi spasial dengan melibatkan berbagai variabel. Kedua metode ini dinilai sesuai untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi jumlah kasus TB. Penelitian ini menggunakan data tahun 2021, dengan jumlah kasus TB sebagai variabel dependen, serta kepadatan penduduk, jumlah sapi ternak, jumlah fasilitas kesehatan, dan jumlah penduduk miskin sebagai variabel independen. Hasil analisis korelasi menunjukkan bahwa jumlah fasilitas kesehatan memiliki hubungan paling kuat dengan jumlah kasus TB, sedangkan variabel lain memiliki hubungan yang relatif lemah. Pemodelan OLS memberikan gambaran global dengan nilai Adjusted R² sebesar 0,754, namun tidak mampu menangkap heterogenitas spasial antarwilayah. Sebaliknya, GWR menghasilkan nilai Adjusted R² sebesar 0,848 dan nilai AICc yang lebih rendah. Hal ini menunjukkan model GWR lebih efisien dan akurat dalam pemodelan spasial studi kasus TB Sumut. Local R² dari GWR juga mengungkapkan adanya variasi spasial signifikan. Temuan ini menegaskan bahwa distribusi kasus TB di Sumatera Utara dipengaruhi faktor spasial heterogen, sehingga penanggulangan TB perlu mempertimbangkan karakteristik lokal.