Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Media Political Communication: Textual Analysis Of News Coverage On The Development Of Mining Areas In Raja Ampat (Coverage On Tempo Online And Media Indonesia) Ruqayyah, Afina
Jurnal Komunikasi, Masyarakat dan Keamanan Vol. 7 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31599/bfz67b85

Abstract

ABSTRACT In his book "Mass Communication Theory", Denis McQuail explains that the emergence of internet technology has brought the spectrum of mass media into a new force of communication, influencing social integration, disintegration, and public enlightenment through information disseminated by mass media. Mass media cannot be separated from its role as a medium for advertising, entertainment, and as a tool for economic and political propaganda to influence public opinion on various issues. The issue of nickel mining activities in the Raja Ampat region in 2025, for example, was reported with different tones by Tempo and Media Indonesia. Tempo, known for its investigative journalism style and founded by liberal-minded figure Goenawan Mohamad, tends to portray the nickel mining issue with a negative sentiment. In contrast, Media Indonesia, owned by Surya Paloh and closely affiliated with the government, tends to frame the issue more positively. These differences in reporting perspectives align with the framework of media and society formation theory (Westley & MacLean, 1957, in McQuail, 2010), which highlights the key determinants of media coverage, such as institutional control, organizational motives, involvement of other social institutions, and the portrayal of reality shaped by each institution’s “media logic. Keywords : Mass Media; Nickel Mining; Raja Ampat; Media Political Economy; Media and Society Formation Theory
Strategi Humas Dalam Komunikasi Krisis Terhadap Fenomena LAY OFFS Perusahaan Start Up Siregar, Rico Fernando; Ruqayyah, Afina; Saputro, Alysa Salwa Aufaa
Jurnal Network Media Vol 9, No 1 (2026): NETWORK MEDIA
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jnm.v9i1.8070

Abstract

Fenomena lay off pada perusahaan rintisan (startup) menjadi isu krusial dalam dinamika industri digital modern. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi humas dalam isu komunikasi krisis pendekatan kualitatif deskriptif, data diperoleh melalui wawancara dengan manajer sumber daya manusia dan karyawan yang terdampak dari tiga startup teknologi di Indonesia yang melakukan PHK selama periode 2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lay off pada perusahaan startup umumnya disebabkan oleh ketidakseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan pendanaan (funding) serta penyesuaian strategi bisnis pasca-penurunan investasi global. Dampak langsung yang muncul meliputi penurunan motivasi kerja, ketidakpastian karier, dan hilangnya kepercayaan terhadap manajemen. Namun, di sisi lain, lay off juga menjadi langkah strategis untuk meningkatkan efisiensi operasional dan menjaga keberlangsungan perusahaan dalam jangka panjang. Peran Humas memiliki peran penting dalam memberikan informasi dalam isu komunikasi krisis pada perusahaan. Penelitian ini merekomendasikan agar perusahaan startup menerapkan manajemen krisis dan perencanaan tenaga kerja yang lebih adaptif untuk menghadapi ketidakpastian pasar