Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Comparative Analysis of GEOS-Chem, SAPRC99, and MOZART Mechanisms in WRF-Chem for Simulating Pollutant Dispersion from Forest Fires: Analisis Perbandingan Mekanisme GEOS-Chem, SAPRC99, dan MOZART dalam WRF-Chem untuk Simulasi Dispersi Polutan dari Kejadian Kebakaran Hutan Oktaviana, Ade Ayu; Pratama, Alvin; Kombara, Prawira Yudha; Mareta, Lesi
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 26 No. 2 (2025)
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/jtl.2025.3956

Abstract

Abstrak Mekanisme kimia polutan dan parameter meteorologi merupakan bagian penting dalam menentukan sebaran polutan. Dengan mengetahui parameter tersebut, maka dapat diestimasi arah persebaran polutan dan besaran dampak yang ditimbulkan di lingkungan. Hal ini dapat diestimasi menggunakan pemodelan numerik seperti WRF-Chem. Model ini merupakan kombinasi dari prediksi cuaca dan proses kimia atmosfer. Penggunaan mekanisme kimia yang berbeda dalam menjalankan model WRF-Chem akan berdampak pada keluaran model. Oleh karena itu, perlu dilakukan analisis lebih lanjut tentang penggunaan mekanisme kimia yang berbeda dalam model WRF-Chem. Penelitian ini memanfaatkan fire inventory untuk mekanisme kimia polutan yang dikeluarkan oleh NCAR, yaitu GEOS-Chem, SAPRC99, dan MOZART. Studi kasus yang digunakan dalam penelitian ini adalah saat kejadian kebakaran hutan di Provinsi Riau pada bulan September 2019, dengan fokus analisis pada karbon monoksida dan particulate matter (PM10). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah melakukan analisis menggunakan parameter statistik, seperti korelasi, bias, dan RMSE untuk mengetahui tingkat akurasi model. Dari hasil simulasi, skema MOZART merupakan skema terbaik dengan korelasi sedang hingga kuat. Namun, seluruh skema dalam simulasi ini cenderung underestimate dan memiliki nilai error yang tinggi terhadap observasi. Hal ini menunjukkan bahwa skema kimia dari fire inventory masih mempunyai tantangan besar dalam memprediksi nilai konsentrasi polutan. Untuk arah sebaran, MOZART, dan SAPRC99 menunjukkan pola spasial yang mirip dengan citra satelit.   Abstract The chemical mechanisms of pollutants and meteorological parameters play a crucial role in determining the distribution of pollutants. Understanding these factors enables the estimation of pollutant dispersion direction and its potential environmental impact. It can be estimated using numerical models, such as WRF-Chem, a coupled system integrating weather prediction and atmospheric chemical processes. The use of different chemical mechanisms within WRF-Chem influences the model output. This study aimed to evaluate the spatial and statistical performance of the WRF-Chem model using three different chemical mechanisms—MOZART, GEOS-Chem, and SAPRC99—from the FINN emission inventory, during a forest fire episode in Riau Province in September 2019. The analysis focused on carbon monoxide (CO) and particulate matter (PM₁₀), using statistical metrics such as correlation, bias, and RMSE, along with spatial validation against Sentinel-5P satellite imagery. Simulation results showed that the MOZART mechanism provided the best overall performance, exhibiting moderate to strong correlation with observational data. However, all chemical schemes tended to underestimate pollutant concentrations and showed relatively high error margins. Spatially, MOZART and SAPRC99 demonstrated dispersion patterns closely aligned with satellite observations. These findings highlight the potential and limitations of current chemical mechanisms in accurately simulating pollutant dispersion during forest fire events.  
Prediksi Luas Kebakaran Hutan dan Lahan pada Tahun 1997-2005 Akibat Faktor Antropogenik Menggunakan Data CMIP5 Arnida Lailatul Latifah; Hidayat, Rahmat; Hidayati, Rini; Mareta, Lesi
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol 11 No 2 (2021): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, IPB (PPLH-IPB) dan Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, IPB (PS. PSL, SPs. IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.11.2.324-333

Abstract

Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) merupakan sebuah bencana lokal dan nasional tahunan yang ada di Indonesia. Kebakaran hutan dan lahan secara garis besar dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu terjadi karena alami (Natural forcing) dan/atau aktivitas manusia (Anthropogenic forcing). Aktivitas manusia tersebut melepaskan sejumlah besar karbon dioksida (CO2), karbon monoksida (CO), metana (CH4), oksidanitrat, nitrogen dioksida (NOx) dan partikulat yang bertindak sebagai sumber pemanasan rumah kaca yang telah dipantau oleh satelit beberapa tahun terakhir. Penelitian ini mengkaji luas karhutla dalam beberapa dekade terakhir akibat pengaruh faktor antropogenik di Kalimantan menggunakan dua jenis kelompok data yang akan dianalisa yaitu data tanpa dan dengan komponen antropogenik. Analisa dilakukan dengan memanfaatkan data luaran CMIP5. Studi ini menggunakan pendekatan statistik teknik Random Forests (RF) untuk mengevaluasi kontribusi faktor iklim dan antropogenik terhadap luas karhutla di daerah Kalimantan. Kondisi umum luas karhutla berdasarkan data observasi yang diperoleh dari data GFED. Dua luas tertinggi yang terjadi di Kalimantan selama periode 1997 hingga 2005 terjadi pada tahun 1997 dan 2002 Menurut ketiga model pada tahun 1997 dan 2002 terlihat bahwa faktor antropogenik memberikan pengaruh lebih dominan terhadap luas karhutla di Kalimantan. Pada tahun 1997 dan 2002 luas karhutla akibat pengaruh antropogenik bernilai positif (menyebabkan luas karhutla meningkat).