Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Evaluasi Radiologis Pneumotoraks Spontan Sekunder pada Pasien dengan Tuberkulosis Paru Kasus Relaps Pertiwi Permata Putri; Tantri Dwi Kaniya
Medula Vol 9 No 2 (2019): Medula
Publisher : CV. Jasa Sukses Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53089/medula.v9i2.283

Abstract

Pneumothorax is one of emergency case which needs to be immidiately treated. Spontaneus secondary pneumothorax (SSP) is one type of pneumothorax with history of pulmonary disease. Pulmonary tuberculosis (TB) is the most common etiology of SSP. Estimated incidence rate of SSP caused by pulmonary TB is 0,6-1,4%. Diagnosis can be made by history-taking and physical examination, but other examination like radiology imaging is important to evaluate and follow-up the patient so that an appropriate and optimum management can be given. A 31 years old male complained breathlessness since 3 days before hospitalized with history of pulmonary TB 8 years ago and had completed all of the drug regiment. in this last 1 month, patient experienced dry cough, sub-febrile fever, malaise, and frequently sweating at night without activity. Radiological finding on the day of admission: pleural white line and avascular hiperluscent, conclusion: pneumothorax dextra. Chest radiograph after water-sealed drainage showed improvement, early-detection of complication, and ensure the position of the drain.
NERVE AND TENDON GLIDING EXERCISE SEBAGAI INTERVENSI NONMEDIKAMENTOSA PADA CARPAL TUNNEL SYNDROME Pertiwi Permata Putri
Essence of Scientific Medical Journal Vol 17 No 2 (2020): Volume 17 No. 2 (Juli-Desember 2019) Essential: Essence of Scientific Medical Jo
Publisher : Kelompok Ilmiah Hippocrates Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/ESTL.2020.v17.i02.p05

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan : Carpal tunnel syndrome (CTS) merupakan penyakit yang sering dijumpai di kalangan pekerja. Prevalensi CTS pada populasi umum sebesar 1-5%, sementara pada populasi pekerja sebesar 5-21%. Penatalaksanaan CTS dapat berupa konservatif, meliputi medikamentosa dan nonmedikamentosa, dan dapat berupa operatif. Intervensi konservatif dapat menjadi pilihan karena pertimbangan biaya yang lebih murah dan mudah dilakukan. Nerve and tendon gliding exercise menjadi salah satu intervensi yang banyak digunakan dalam penanganan CTS secara konservatif. Pembahasan : CTS merupakan kumpulan gejala seperti nyeri, kesemutan, dan baal yang dirasakan khususnya pada daerah yang dipersarafi nervus medianus pada tangan dan pergelangan tangan. Kejadian tersebut diduga akibat kompresi, iritasi, atau terperangkapnya nervus medianus saat melewati terowongan karpal di pergelangan tangan. Beberapa kepustakaan terkini menyatakan nerve and tendon gliding exercise sebagai intervensi alternatif dalam penanganan CTS secara konservatif. Nerve and tendon gliding exercise adalah program latihan mobilisasi sendi dan tendon yang dapat diterapkan dengan melakukan beberapa gerakan pada tangan dan pergelangan tangan. Program latihan ini berlangsung 3-4 minggu atau dapat berubah sesuai hasil perbaikan gejala. Latihan ini bertujuan mengurangi tekanan pada nervus medianus di pergelangan tangan dengan mengembalikan struktur anatomis tersebut ke posisi semula sehingga adhesi kompresi di dalam terowongan berkurang dan gejala CTS berangsur hilang. Simpulan: Nerve and tendon gliding exercise dapat menjadi alternatif intervensi konservatif pada CTS dengan pertimbangan biaya yang lebih murah dan mudah diterapkan. Kata kunci: Carpal tunnel syndrome, nerve and tendon gliding exercise, intervensi nonmedikamentosa