Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Persepsi Remaja Puber Mengenai Pendidikan Seks di SMA N 3 Banda Aceh Mudarsa, Hartini
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 5, No 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v5i2.1449

Abstract

Persepsi remaja mengenai pendidikan seks adalah pendidikan seks dipandang oleh remaja sebagaisesuatu yang penting, bernilai positif, serta bermanfaat bagi mereka dalam membantu persoalan hidupremaja. Melalui pendidikan seks remaja mampu mengarahkan perilaku seksualnya agar tidakmenyimpang dari norma yang ada serta dapat terhindar dari hal-hal yang negatif. Dengan kata lainremaja memandang pendidikan seks sebagai alat untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan seks.Remaja menganggap pendidikan seks mampu menjawab keingintahuan dan rasa penasaran merekaakan segala hal yang berkaitan dengan seks. Oleh karena itu remaja menganggap pendidikan sekssebagai suatu kebutuhan dan mereka tidak menabukannya. (2) Sumber pendidikan seks yang digunakanoleh remaja adalah media massa baik media cetak seperti koran, majalah, dan buku maupun mediaelektronik seperti televisi dan internet serta teman sebaya atau peer group. Remaja banyakmendapatkan informasi dan pengetahuan seks dari media massa dan teman sebaya karena sumberpendidikan tersebut dapat memberikan informasi dan pengetahuan secara terbuka dan transparan padamereka. Pendidikan seks justru tidak didapat remaja dari lingkungan keluarga ataupun sekolah. (3)Pengetahuan seputar seks yang dicari dan dibutuhkan oleh remaja adalah pengetahuan tentang HIVAIDS, menstruasi, penyakit kelamin, dampak atau resiko melakukan seks bebas, proses reproduksi atauhubungan seks dan gaya pacaran sehat.Kata kunci : Pendidikan Seks, Remaja, Pubertas,
GERAKAN SHALAT SEBAGAI MEDIA PENGEMBANGAN MOTORIK KASAR PADA ANAK Mudarsa, Hartini
Al-Isyraq: Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, dan Konseling Islam Vol 7, No 2 (2024): Juli
Publisher : PABKI (Perkumpulan Ahli Bimbingan dan Konseling Islam) Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59027/alisyraq.v7i2.484

Abstract

Pada artikel ini penulis bertujuan untuk mengetahui pengaruh gerakan shalat terhadap perkembangan motorik kasar pada anak, aspek-aspek apa saja yang berkembang pada psikologis anak  yang menggunakan gerakan shalat sebagai medianya. Pada artikel ini digunakan metode literature review, dengan cara menganalisis beberapa jurnal serta bahan lain yang berkaitan dengan kajian artikel ini. Hasil dari penelitian ini membuktikan bahwa gerakan sederhana dalam shalat dapat menjadi sebuah media pengembangan motorik kasar pada anak jika dilaksanakan secara rutin. Ada 4 aspek sekaligus yang berkembang dengan baik yang akan berdampak baik terhadap perkembangan anak, diantaranya : Pertama, perkembangan fisik motorik anak berkembang dengan baik. Kedua, bahasa anak berkembang dengan baik serta mampu mengungkapkan sesuatu secara ekspresif. Ketiga,  kemampuan anak untuk meregulasi emosi serta bertanggung jawab untuk menyelesaikan rangkaian shalat dengan sempurna. Keempat, perkembangan nilai agama serta moral yang meningkat. Dalam hal ini dapat diambil kesimpulan bahwa gerakan shalat bisa digunakan sebagai media untuk pengembangan motorik anak karena hal ini sudah terbukti memiliki pengaruh terhadap perkembangan motorik kasar anak serta baik terhadap perkembangan psikologis anak.Kata Kunci: Gerakan Shalat, Motorik Kasar, Anak.
IMPACT OF OBSESSIVE COMPULSIVE DISORDER ON LECTURES ACTIVITIES Mudarsa, Hartini
Ash-Shudur : Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam Vol. 1 No. 1 (2021): Ash-shudur 2021
Publisher : Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Obsessive compulsive disorder is an anxiety disorder, in which a person's mind is filled with persistent and uncontrolled ideas, a person is forced to perform repetitive actions, causing stress and interfering with his function in daily life. This study aims to determine the impact of obsessive compulsive disorder on lecture activities. This study uses a descriptive qualitative design. Sampling in this study by means of purposive sampling. Collecting data using interview and observation techniques. The results showed that the two subjects met the clinical symptoms of obsessive compulsive disorder based on reviews from experts in DSM-IV-TR, namely: cognitive aspects such as emphasizing perfection and truth in typing their assignments, prioritizing order in their lives, thoroughness when filling lecture absences and when completing assignments. Collecting lecture assignments. Affective aspects such as always taking over all group assignments because both subjects felt that their group mates were not able to make assignments according to their wishes, and Conative aspects such as, stiff in interpersonal relationships, the main priority was assignments, had a fixed mind about the door, water taps, motorbike keys, and about hygiene. The results of this study also indicate the impact experienced by the two subjects. Such as disrupting lectures and daily activities, experiencing significant stress, always feeling tense and anxious, not being liked by college friends and spending a lot of time.
Meta Analisis - Efektivitas Terapi Shalat dalam Mengatasi Gangguan Kecemasan Menurut Perspektif Psikoterapi Islam Mudarsa, Hartini
Ash-Shudur : Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Allah menciptakan salah satu makhluk yang paling sempurna diatas permukaan bumi ini, makhluk tersebut ialah manusia. Manusia pada dasarnya terdiri dari dua substansi, fisik dan psikis (jiwa). jiwa manusia memiliki tabiat untuk mengenal dan mendekatkan diri dengan sang pencipta. Jika esensi spiritual menyimpang dari tabiat jiwa tersebut maka akan menjadi sumber neurosis / gangguan psikis. Dalam ilmu psikologi, salah satu gangguan psikis atau jiwa ialah gangguan kecemasan, gangguan kecemasan dapat ditangani menggunakan metode psikoterapi islam menggunakan layanan terapi shalat. Penelitian ini menggunakan teknik meta-analisis, Populasi dalam penelitian ini adalah jurnal nasional yang ditemukan sehubungan dengan topic pembahasan yang akan dianalisis. Penelitian meta-analisis ini melibatkan 7 artikel di jurnal publik tentang terapi shalat dalam mengatasi gangguan kecemasan menurut perspektif psikoterapi islam. Hasil dari penelitian ini, setelah menganalisa beberapa artikel di E-Diary, penulis menemukan adanya Efektifitas terapi shalat dalam mengatasi berbagai macam gangguan psikis terkhusus pada gangguan kecemasan, dalam penelitian-penelitian tersebut terdapat temuan bahwasanya layanan psikoterapi islam khususnya terapi shalat mampu mengatasi beberapa penyakit fisik dan psikis dan sangat berdampak positif terhadap kesehatan mental