Hartini Mudarsa
Program Studi Bimbingan Dan Konseling Islam, Fakultas Ushuluddin Adab Dan Dakwah, Institut Agama Islam Negeri Lhokseumawe, Lhokseumawe, Indonesia

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Persepsi Remaja Puber Mengenai Pendidikan Seks di SMA N 3 Banda Aceh Mudarsa, Hartini
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 5, No 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v5i2.1449

Abstract

Persepsi remaja mengenai pendidikan seks adalah pendidikan seks dipandang oleh remaja sebagaisesuatu yang penting, bernilai positif, serta bermanfaat bagi mereka dalam membantu persoalan hidupremaja. Melalui pendidikan seks remaja mampu mengarahkan perilaku seksualnya agar tidakmenyimpang dari norma yang ada serta dapat terhindar dari hal-hal yang negatif. Dengan kata lainremaja memandang pendidikan seks sebagai alat untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan seks.Remaja menganggap pendidikan seks mampu menjawab keingintahuan dan rasa penasaran merekaakan segala hal yang berkaitan dengan seks. Oleh karena itu remaja menganggap pendidikan sekssebagai suatu kebutuhan dan mereka tidak menabukannya. (2) Sumber pendidikan seks yang digunakanoleh remaja adalah media massa baik media cetak seperti koran, majalah, dan buku maupun mediaelektronik seperti televisi dan internet serta teman sebaya atau peer group. Remaja banyakmendapatkan informasi dan pengetahuan seks dari media massa dan teman sebaya karena sumberpendidikan tersebut dapat memberikan informasi dan pengetahuan secara terbuka dan transparan padamereka. Pendidikan seks justru tidak didapat remaja dari lingkungan keluarga ataupun sekolah. (3)Pengetahuan seputar seks yang dicari dan dibutuhkan oleh remaja adalah pengetahuan tentang HIVAIDS, menstruasi, penyakit kelamin, dampak atau resiko melakukan seks bebas, proses reproduksi atauhubungan seks dan gaya pacaran sehat.Kata kunci : Pendidikan Seks, Remaja, Pubertas,
HUBUNGAN EMPATI DENGAN PERILAKU ALTRUISME MAHASISWA PROGRAM STUDI D-III KEBIDANAN UNIVERSITAS UBUDIYAH INDONESIA Najwa Manurung; Hartini Mudarsa; Tasnim Salsabila Nasution
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 3, No 2 (2017): Oktober 2017
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v3i2.1437

Abstract

 Era modern saat ini perilaku altruisme mahasiswa terhadap orang lain lambat laun semakin menurun. Hal ini dapat dilihat pada perilaku mahasiswa sehari-hari terhadap orang yang sedang dalam kesulitan Mahasiswa cenderung tidak akan membantu meskipun dia mampu memberikan pertolongan yang dibutuhkan. Empati merupakan landasan penting dalam memberikan pertolongan. Semakin rendah empati yang dimiliki semakin rendah perilaku prososial. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan empati dengan perilaku altruisme mahasiswa di program studi D-III Kebidanan Universitas Ubudiyah Indonesia.Desain penelitian analitik cross sectional. Populasi seluruh mahasiswa D-III Kebidanan yang berjumlah 84 mahasiswa. Teknik pengambilan sampel adalah proportional random sampling dengan jumlah sampel 76 mahasiswa. Variabel independen adalah empati dan variabel dependen adalah perilaku altruisme. Pengolahan data dengan editing, coding, scoring dan tabulating. Intrumen penelitian empati dan perilaku altruisme berupa kuesioner. Uji analitik data menggunakan uji chi square.Hasil penelitian empati menunjukkan hampir dari setengahnya memiliki empati positif sebesar 35 mahasiswa (46,1%) dan sebagian besar memiliki empati negatif sebesar 41 mahasiswa (53,9%), sedangkan pada perilaku altruisme menunjukkan hampir dari setengahnya memiliki perilaku altruisme positif sebesar 34 mahasiswa (44,7%) dan sebagian besar memilik perilaku altruisme negatif sebesar 42 mahasiswa (55,3%). Uji statistik chi square menunjukkan nilai signifikan p=0,003 ≤ 0,05.Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan antara empati dengan perilaku altruisme pada mahasiswa di program studi D-III Kebidanan Universitas Ubudiyah Indonesia. Kata Kunci: Empati, altruisme, mahasiswa
HUBUNGAN KONSEP DIRI WANITA YANG MENGALAMI KEKERASAN RUMAH TANGGA Hartini Mudarsa
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 5, No 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v5i2.1450

Abstract

Tingginya prosentase KDRT di Indonesia dan parahnya dampak yang dialami oleh korban maupun saksi dariKDRT adalah latar belakang diadakannya penelitian ini. Pada umumnya, remaja yang pernah mengalami danmenyaksikan KDRT dalam keluarganya akan melakukan tindakan kriminal sebagai dampak dari keadaankeluarganya yang tidak dapat memberikan kehangatan dan kasih sayang yang cukup. Tindakan kriminal yangmereka lakukan bersama teman-teman sebaya, membuat mereka mendapatkan kepuasan dan kebahagiaanyang tidak pernah mereka dapatkan dari keluarganya. KDRT yang para remaja alami dan saksikan memberikanpengaruh yang besar dalam perkembangan konsep dirinya dan mempengaruhi penyesuaian mereka dalamkehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan mendeskripsikan konsep diri remaja yangpernah mengalami KDRT.Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif fenomenologis. Subjek dalampenelitian adalah dua orang remaja akhir, mengalami, dan menyaksikan KDRT selama lebih dari sepuluh tahun.Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah wawancara mendalam (depth interview) danobservasi. Hasil wawancara mendalam kemudian dibuat dalam bentuk transkrip dan dianalisis untukmenemukan makna psikologis, kumpulan unit makna, pemetaan konsep, dan esensi terdalam dari hasilpenelitian.Penelitian ini menemukan bahwa konsep diri remaja yang pernah mengalami KDRT memilikikecenderungan berkembang ke arah negatif. Mereka merasa dirinya tidak berharga dan merasa inferior saatberada di lingkungan sosial. Namun keadaan subjek yang tidak lagi mengalami KDRT membuat konsep dirimereka memiliki kesempatan untuk berkembang ke arah positif. Konsep diri yang mereka miliki mempengaruhisikap mereka terhadap hubungan interpersonal. Mereka tidak memiliki penilaian yang positif terhadappernikahan. Sebaiknya remaja yang pernah mengalami KDRT meningkatkan religiusitasnya dan melibatkan diridalam aktivitas yang dapat mengembangkan potensi mereka. Orangtua juga disarankan untuk berperan aktifmengurangi pertengkaran. Masyarakat yang mengetahui keluarga dengan KDRT diharapkan menghubungiPolisi atau lembaga sosial yang terkait dan memberikan dukungan bagi para korban, misalnya Woman CrisisCenter (WCC) dan Pusat Studi Wanita (PSW).Kata kunci: Konsep Diri Remaja, Kekerasan dalam Rumah Tangga
Mother’s Role in Minimizing Phubbing Potential in Early Childhood: A Social Pathology Perspective Mahmuriati Mahmuriati; Nurul Khansa Fauziyah; Nurul Hikmah; Hartini Mudarsa; Desi Murni Lasari
Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal) Vol 5, No 4 (2022): Budapest International Research and Critics Institute November
Publisher : Budapest International Research and Critics University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33258/birci.v5i4.7055

Abstract

A mother has a significant role in minimizing the adverse effects of smartphone usage for children, including the risk of Phubbing. Dependence on smartphones can make children lazier and not interested in physically interacting with their playmates. In fact, social beings must be able to interact and care about their environment. Phubbing in early childhood can occur if there is no parental role in controlling smartphone use.  This study focuses on the mother’s role in minimizing Phubbing behavior since early childhood. This is descriptive research with qualitative approach. This study uses a purposive sampling technique with the characteristics of mothers who have children aged 2-6 years who are lightly addicted to smartphone. This study found that the way mothers deal with smartphone addiction in early childhood are by; observing carefully the children's activities, teach a good habit, discipline practice, make good communication. Dependence on smartphones and phubbing behavior is one of the pathological behaviors, as one of the consequences of human maladjustment on modernization that occurs quickly. Therefore, a mother needs to control the use of smartphones for her children, so that the potential for phubbing in children can be minimized.
GERAKAN SHALAT SEBAGAI MEDIA PENGEMBANGAN MOTORIK KASAR PADA ANAK Mudarsa, Hartini
Al-Isyraq: Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, dan Konseling Islam Vol 7, No 2 (2024): Juli
Publisher : PABKI (Perkumpulan Ahli Bimbingan dan Konseling Islam) Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59027/alisyraq.v7i2.484

Abstract

Pada artikel ini penulis bertujuan untuk mengetahui pengaruh gerakan shalat terhadap perkembangan motorik kasar pada anak, aspek-aspek apa saja yang berkembang pada psikologis anak  yang menggunakan gerakan shalat sebagai medianya. Pada artikel ini digunakan metode literature review, dengan cara menganalisis beberapa jurnal serta bahan lain yang berkaitan dengan kajian artikel ini. Hasil dari penelitian ini membuktikan bahwa gerakan sederhana dalam shalat dapat menjadi sebuah media pengembangan motorik kasar pada anak jika dilaksanakan secara rutin. Ada 4 aspek sekaligus yang berkembang dengan baik yang akan berdampak baik terhadap perkembangan anak, diantaranya : Pertama, perkembangan fisik motorik anak berkembang dengan baik. Kedua, bahasa anak berkembang dengan baik serta mampu mengungkapkan sesuatu secara ekspresif. Ketiga,  kemampuan anak untuk meregulasi emosi serta bertanggung jawab untuk menyelesaikan rangkaian shalat dengan sempurna. Keempat, perkembangan nilai agama serta moral yang meningkat. Dalam hal ini dapat diambil kesimpulan bahwa gerakan shalat bisa digunakan sebagai media untuk pengembangan motorik anak karena hal ini sudah terbukti memiliki pengaruh terhadap perkembangan motorik kasar anak serta baik terhadap perkembangan psikologis anak.Kata Kunci: Gerakan Shalat, Motorik Kasar, Anak.
IMPACT OF OBSESSIVE COMPULSIVE DISORDER ON LECTURES ACTIVITIES Mudarsa, Hartini
Ash-Shudur : Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam Vol. 1 No. 1 (2021): Ash-shudur 2021
Publisher : Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Obsessive compulsive disorder is an anxiety disorder, in which a person's mind is filled with persistent and uncontrolled ideas, a person is forced to perform repetitive actions, causing stress and interfering with his function in daily life. This study aims to determine the impact of obsessive compulsive disorder on lecture activities. This study uses a descriptive qualitative design. Sampling in this study by means of purposive sampling. Collecting data using interview and observation techniques. The results showed that the two subjects met the clinical symptoms of obsessive compulsive disorder based on reviews from experts in DSM-IV-TR, namely: cognitive aspects such as emphasizing perfection and truth in typing their assignments, prioritizing order in their lives, thoroughness when filling lecture absences and when completing assignments. Collecting lecture assignments. Affective aspects such as always taking over all group assignments because both subjects felt that their group mates were not able to make assignments according to their wishes, and Conative aspects such as, stiff in interpersonal relationships, the main priority was assignments, had a fixed mind about the door, water taps, motorbike keys, and about hygiene. The results of this study also indicate the impact experienced by the two subjects. Such as disrupting lectures and daily activities, experiencing significant stress, always feeling tense and anxious, not being liked by college friends and spending a lot of time.
Meta Analisis - Efektivitas Terapi Shalat dalam Mengatasi Gangguan Kecemasan Menurut Perspektif Psikoterapi Islam Mudarsa, Hartini
Ash-Shudur : Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Allah menciptakan salah satu makhluk yang paling sempurna diatas permukaan bumi ini, makhluk tersebut ialah manusia. Manusia pada dasarnya terdiri dari dua substansi, fisik dan psikis (jiwa). jiwa manusia memiliki tabiat untuk mengenal dan mendekatkan diri dengan sang pencipta. Jika esensi spiritual menyimpang dari tabiat jiwa tersebut maka akan menjadi sumber neurosis / gangguan psikis. Dalam ilmu psikologi, salah satu gangguan psikis atau jiwa ialah gangguan kecemasan, gangguan kecemasan dapat ditangani menggunakan metode psikoterapi islam menggunakan layanan terapi shalat. Penelitian ini menggunakan teknik meta-analisis, Populasi dalam penelitian ini adalah jurnal nasional yang ditemukan sehubungan dengan topic pembahasan yang akan dianalisis. Penelitian meta-analisis ini melibatkan 7 artikel di jurnal publik tentang terapi shalat dalam mengatasi gangguan kecemasan menurut perspektif psikoterapi islam. Hasil dari penelitian ini, setelah menganalisa beberapa artikel di E-Diary, penulis menemukan adanya Efektifitas terapi shalat dalam mengatasi berbagai macam gangguan psikis terkhusus pada gangguan kecemasan, dalam penelitian-penelitian tersebut terdapat temuan bahwasanya layanan psikoterapi islam khususnya terapi shalat mampu mengatasi beberapa penyakit fisik dan psikis dan sangat berdampak positif terhadap kesehatan mental
EFEKTIVITAS PENYULUHAN BIMBINGAN KEAGAMAAN BAGI REMAJA DI DESA SEUNEBOK BARAT KABUPATEN ACEH TIMUR -, Hartini Mudarsa
Ash-Shudur : Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam Vol. 4 No. 1 (2024): Ash-Shudur : Jurnal Bimbingan Konseling Islam
Publisher : Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berjudul “Efektivitas Penyuluhan Bimbingan Keagamaan Bagi Remaja Di Desa Seuneubok Barat Kecamatana Idi Timur Kabupaten Aceh Timur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Efektivitas Penyuluhan Bimbingan Keagamaan Bagi Remaja. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data observas dan wawancara. Subjek penelitian menggunakan purposive sampling dan berjumlah 6 orang yang terdiri dari penyuluh agama sebagai pemberi materi bimbingan keagamaan dan 3 remaja yang telah dan sering mengikuti bimbingan keagamaan dan geuchik yang mengetahui keadaan desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan penyuluhan bimbingan keagamaan yang diberikan bagi remaja ini sudah dikatakan efektif karena banyak remaja yang memiliki perubahan setelah mengikuti penyuluhan bimbingan keagamaan yang dilaksanakan oleh penyuluh agama. Kegiatan penyuluhan bimbingan keagamaan yang dilakukan oleh penyuluh bagi remaja yaitu dalam bentuk pengajian melalui metode bimbingan individual dan metode bimbingan kelompok. Metode Bimbingan individual diberikan kepada remaja berupa nasehat dan praktek apabila ada dari remaja yang membutuhkan maka setelah bimbingan kelompok selesai remaja boleh menjumpai penyuluh, remaja bisa menanyakan kembali apabila ada materi yang mereka kurang pahami.Metode Bimbingan kelompok diberikan secara bersama sama berupa ceramah dan diskusi. Penyuluh memberikan materi sesuai apa yang dibutuhkan remaja seperti berkaitan dengan ibadah ataupun akhlak yang menyangkut keawajiban dan keseharian remaja yang tentunya akan mempengaruhi perilaku remaja. Kata Kunci : Efektivitas, Penyuluhan, Bimbingan Keagamaan, Remaja.