Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Limbungan Local Wisdom and Conservation of Vernacular Architecture East Lombok Sasak Wahyudi, Dendi Sigit; Wikantiyoso, Respati
Local Wisdom Jurnal Ilmiah Kajian Kearifan Lokal Vol. 13 No. 2 (2021): July 2021
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/lw.v13i2.5291

Abstract

Limbungan (Bale Tani) merupakan rumah tradisional vernakular sasak yang ada di kabupaten lombok timur. Dengan berkembangnya era moderenisasi, budaya lokal semakin tergeser ekstesitensinya. Penelitian dapat dilakukan dengan dokumentasi bale tani, untuk mengangkat nilai – nilai kearifan lokal yang terkandung dalam pembangunan rumah tradisional yang ada di Kabupaten lombok timur, dan dapat dipelajari bagi arsitek, pemerintah setempat dan masyarakat khususnya didaerah Pulau Lombok (Sasak). Penelitian ini bertujuan untuk memperkaya pengetahuan tentang rumah tradisional yang secara bijaksasna didesain oleh nenek moyang. Kabupaten lombok timur merupakan kabupaten yang penuh dengan rumah tradisional serta adat dan budaya yang sangat kental. Sehingga kajian ini dapat memberikan masukan dan dapat tercipta bangunan yang memperhatikan konsep ekologis serta kearifan lokal suku sasak.
REPRESENTASI NILAI KOSMOLOGI PADA WUJUD LOKAL BANGUNAN TRADISIONAL SUKU SASAK DUSUN LIMBUNGAN Wahyudi, Dendi Sigit
ALUR :Jurnal Arsitektur Vol 5 No 2 (2022): SEPTEMBER 2022
Publisher : Unika Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/alur.v5i2.1962

Abstract

Arsitektur Lombok (Suku Sasak) memiliki sebuah bangunan tradisional yang unik. Suku Sasak sendiri merupakan sebuah suku asli dan mayoritas penduduknya terdapat di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Dapat diartikan dari sebuah kitab Nagara Kartha Gama, budaya sasak masih mempunyai kemampuan untuk menjaga serta melestarikan tradisi yang masih lestari hingga saat ini dari bentukan bangunan rumah tradisionalnnya. Kajian ini sangat tertuju agar mengetahui bangunan rumah tradisional yang berfungsi untuk tempat keluarga berlindung baik secara fisik, jasmani maupun rohani maupun spiritual. Sehingga bangunan tradisional suku sasak yang dibangun dengan nilai estetika dan budaya. Dan terdapat pola – pola beserta bentuk bangunan dapat dipengaruhi oleh nilai kosmologi, seperti halnya masyarakat Suku Sasak yang sangat percaya pada Gunung Rinjani sebagai alam yang supranatural dan memiliki nilai yang sangat sakral. Orientasi rumah tradisional suku sasak menghadap kearah timur. Arah timur mengidentifikasi arah terbitnya matahari yang diartikan dapat menolak bala dan dapat mendatangkah berkah dan rezeki. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi nilai kosmologi pada wujud lokal serta menelususri representasi pandangan kosmologi masyarakat setempat. Data primer diperoleh dengan menggunakan observasi, sedangkan penelitiannya menggunakan penelitian etnografi agar dianalisis dengan melakukan interpresentasi melalui observasi. Hasil dan pembahasan diperoleh serta dikembangkan pada rekomendasi untuk mengetahui representasi nilai kosmologi masyarakat khususnya dalam wujud lokal pada bangunan rumah tradisional suku sasak. Namun keberagaman tersebut engandung nilai – nilai dan adanya maksud serta tujuan yang sama dengan menjadikan alam semesta seperti gunung dan arah timur sebagai orientasi yang paling utama. Keberserahan diri dari masyarakat Suku Sasak kepada alam semesta ini dapat menjadikan bangunan huniannya mampu bertahan dengan identitas yang asli hingga sekarang.
REPRESENTASI NILAI KOSMOLOGI PADA WUJUD LOKAL BANGUNAN TRADISIONAL SUKU SASAK DUSUN LIMBUNGAN Wahyudi, Dendi Sigit
ALUR :Jurnal Arsitektur Vol 5 No 2 (2022): SEPTEMBER 2022
Publisher : Unika Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1164.525 KB) | DOI: 10.54367/alur.v5i2.1962

Abstract

Arsitektur Lombok (Suku Sasak) memiliki sebuah bangunan tradisional yang unik. Suku Sasak sendiri merupakan sebuah suku asli dan mayoritas penduduknya terdapat di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Dapat diartikan dari sebuah kitab Nagara Kartha Gama, budaya sasak masih mempunyai kemampuan untuk menjaga serta melestarikan tradisi yang masih lestari hingga saat ini dari bentukan bangunan rumah tradisionalnnya. Kajian ini sangat tertuju agar mengetahui bangunan rumah tradisional yang berfungsi untuk tempat keluarga berlindung baik secara fisik, jasmani maupun rohani maupun spiritual. Sehingga bangunan tradisional suku sasak yang dibangun dengan nilai estetika dan budaya. Dan terdapat pola – pola beserta bentuk bangunan dapat dipengaruhi oleh nilai kosmologi, seperti halnya masyarakat Suku Sasak yang sangat percaya pada Gunung Rinjani sebagai alam yang supranatural dan memiliki nilai yang sangat sakral. Orientasi rumah tradisional suku sasak menghadap kearah timur. Arah timur mengidentifikasi arah terbitnya matahari yang diartikan dapat menolak bala dan dapat mendatangkah berkah dan rezeki. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi nilai kosmologi pada wujud lokal serta menelususri representasi pandangan kosmologi masyarakat setempat. Data primer diperoleh dengan menggunakan observasi, sedangkan penelitiannya menggunakan penelitian etnografi agar dianalisis dengan melakukan interpresentasi melalui observasi. Hasil dan pembahasan diperoleh serta dikembangkan pada rekomendasi untuk mengetahui representasi nilai kosmologi masyarakat khususnya dalam wujud lokal pada bangunan rumah tradisional suku sasak. Namun keberagaman tersebut engandung nilai – nilai dan adanya maksud serta tujuan yang sama dengan menjadikan alam semesta seperti gunung dan arah timur sebagai orientasi yang paling utama. Keberserahan diri dari masyarakat Suku Sasak kepada alam semesta ini dapat menjadikan bangunan huniannya mampu bertahan dengan identitas yang asli hingga sekarang.