Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

THE IMPLEMENTATION OF PRESIDENT AND VICE PRESIDENT ELECTION IN PEOPLE’S CONSULTATIVE ASSEMBLY (MPR) (A CONSTITUTIONAL LAW STUDY) Bruaharja, Isman; Primayanti, Andi Dewi
Tadulako Law Review Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The People’s consultative Assembly is the highest state institution that has undergone a change in the constitutional structure after the amandements to the 1945 Constitution, changes to the MPR are very clearly seen in the first to the fourth amandements to the 1945 Constitution. Before the amandement to the 1945 Constitusion , The MPR  as the highest state institusion was given unlimited powers,and MPR is the one that has the authority to enact the 1945 Constitution,GBHN,Appoint the president and vice president in a accordance with the provisions of article 3 paragraph 1 of the 1945 Constitution before the amandement the MPR stipulates the constitution and the GBHN. The existence of the MPR at this time is indeed a high state institution The MPR stikk existence has no position as no longer as the highest state institution and the big question is whether its existence is the absolute holder of the people’s sovereignty
Kedudukan Badan Pengawas Pemilu Berdasarkan Undang-Undang Dasar 1945 Salurante, Belona Danduru; Primayanti, Andi Dewi; Bruaharja, Isman
AL-MANHAJ: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial Islam Vol 4 No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Syariah INSURI Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/almanhaj.v4i2.1689

Abstract

In the history of the implementation of elections in Indonesia, the term election supervision actually only emerged in the 1980. In the implementation of the elections which were first held in Indonesia in 1955, the term election supervision was not yet known. In that era,trust was built among all participants and citizens regarding the implementation of elections which were intended to form a parliamentary institution which is currently it is called as constituent.Although the ideological conflict at that time was quite strong, it can be said that thre was very minimal fraud in the implementation of the stages,even if there was friction outside the area of the election,the friction that emerged was a the logical consequence of the ideological struggle at that time until now the belief that Bawaslu must be able to work synergistically with all elements of the nation Kata kunci: Election supervisory body and democratic system
Amanat Undang-Undang Partai Politik terhadap Partisipasi Kader Perempuan Dalam Pemilihan Umum Primayanti, Andi Dewi; Bruaharja, Isman
Amsir Law Journal Vol 4 No 2 (2023): April
Publisher : Faculty of Law, Institut Ilmu Sosial dan Bisnis Andi Sapada.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36746/alj.v4i2.208

Abstract

The general election in 2009 is one that is highlighted in this article regarding the role of women in political contestation. Positive policy with a quota of 30 percent for women in the establishment and formation of political parties and political party leadership based on several articles in Law Number 2 of 2008 concerning Political Parties. The representation of women is a hope in changing the political scene in this country. This law opens many opportunities for women to fight in politics. The approach method used in this research is the juridical-normative method. This method is carried out through literature studies on various literature related to legal theories and principles. The answers came from women in participating in the political space. Starting from those who work as vegetable sellers to housewives who are not affiliated with any organization. Law Number 2 of 2008 concerning Political Parties regulates women’s representation of 30 percent in establishing political parties and leading political parties. ___ Referensi Buku dengan penulis: Anugrah, Astrid. (2009). Keterwakilan Perempuan Dalam Politik. Jakarta: Pancuran Alam. Asshiddiqie, Jimly. (2014). Menegakkan Etika Penyelenggara Pemilu. Jakarta: PT Radja Grafindo Persada. Bressler, Charles E. (1999). Literary Criticism: An Introduction to Theory and Practice. Upper Saddle River, N.J.: Prentice Hall. Hadiz, Liza (ed.). (2004). Perempuan Dalam Wacana Politik Orde Baru: Pilihan Artikel Prisma. Jakarta: LP3ES. Mahfud MD., Moh. (2006). Membangun Potik Hukum Menegakkan Konstitusi. Jakarta: LP3ES. Soekanto, Soerjono., dan Mamudji, Sri. (2001). Penelitian Hukum Normatif: Suatu Tinjauan Singkat. Jakarta: PT Radja Grafindo Persada. Yuhana, Abdi. (2001). Sistem Ketatanegaraan Indonesia Pasca Perubahan UUD 1945. Bandung: Fokusmedia. Artikel jurnal: Artina, D. (2016). Keterwakilan Politik Perempuan dalam Pemilu Legislatif Provinsi Riau Periode 2014-2019. Jurnal Hukum Ius Quia Iustum, 23(1), 123-141. Kiranantika, A. (2022). Memahami Interseksionalitas Dalam Keberagaman Indonesia: Tinjauan dalam Sosiologi Gender. Indonesian Journal of Sociology, Education, and Development, 4(1), 48-55. Listyani, R. H. (2016). Perempuan Dalam Politik Maskulin. Al’Adalah, 17(2), 307-322. Manurung, R. T. (2009). Ketidakberpihakan Jargon Politik terhadap Perempuan di Indonesia. Jurnal Sosioteknologi, 16(8), 552-558. Nimrah, S., & Sakaria, S. (2015). Perempuan dan Budaya Patriarki Dalam Politik: Studi Kasus Kegagalan Caleg Perempuan Dalam Pemilu Legislatif 2014. The Politics: Jurnal Magister Ilmu Politik Universitas Hasanuddin, 1(2), 173-181. Parwati, T., dan Istiningdiah, K. (2020). Partisipasi dan Komunikasi Politik Perempuan di Legislatif menurut Kacamata Politisi Perempuan di Indonesia. Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi, 9(2), 119-29. Squires, Judith. (2007). State Feminism and Political Representation, Parliamentary Affairs, 60(1), 170-179. Thalib, N. A. (2014). Hak Politik Perempuan Pasca Putusan Mahkamah Konstitusi (Uji Materiil Pasal 214 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2008). Jurnal Cita Hukum, 2(2), 233-248. World Wide Web: Mazrieva, Eva. (2022). Mengapa Perempuan Tak Kunjung Capai Kuota 30% di DPR?, https://www.voaindonesia.com/a/mengapa-perempuan-tak-kunjung-capai-kuota-30-di-dpr-/6452476.html Diakses pada tanggal 20 Oktober 2022.
Kedudukan Badan Pengawas Pemilu Berdasarkan Undang-Undang Dasar 1945 Salurante, Belona Danduru; Primayanti, Andi Dewi; Bruaharja, Isman
AL-MANHAJ: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial Islam Vol. 4 No. 2 (2022)
Publisher : Fakultas Syariah INSURI Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/almanhaj.v4i2.1689

Abstract

In the history of the implementation of elections in Indonesia, the term election supervision actually only emerged in the 1980. In the implementation of the elections which were first held in Indonesia in 1955, the term election supervision was not yet known. In that era,trust was built among all participants and citizens regarding the implementation of elections which were intended to form a parliamentary institution which is currently it is called as constituent.Although the ideological conflict at that time was quite strong, it can be said that thre was very minimal fraud in the implementation of the stages,even if there was friction outside the area of the election,the friction that emerged was a the logical consequence of the ideological struggle at that time until now the belief that Bawaslu must be able to work synergistically with all elements of the nation Kata kunci: Election supervisory body and democratic system
IMPLEMENTASI FUNGSI BAGIAN PRODUK HUKUM DPRD KOTA PALU TERHADAP PENGUATAN LEGISLASI DAERAH Ade Alya Revalina; Veren Indira; Mohammad Arif; Saron Tolego; Isman Bruaharja; Asria Wahyuni Ahmad; Bayu Febrianto
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2026): Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i3.58983

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis implementasi fungsi Sub Bagian Produk Hukum pada Sekretariat DPRD Kota Palu dalam mendukung penguatan legislasi daerah. Sub Bagian Produk Hukum sendiri adalah unit khusus teknis yang memiliki peran dalam proses pendukung pembentukan peraturan daerah, mulai dari menyiapkan bahan hukum, hingga pengadministrasian produk legislasi, dan sebagainya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data-data penelitian didapatkan melalui wawancara pihak-pihak terkait, dokumentasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Sub Bagian Produk Hukum sebenarnya telah menjalankan sebagian besar tugas dan fungsinya sesuai ketentuan berlaku yang sebagaimana mestinya, namun masih terdapat beberapa tantangan dalam pelaksanaan atau realisasinya, yaitu seperti keterbatasan sumber daya manusia, adanya celah sehingga memunculkan sulitnya koordinasi antarbidang, serta sistem administrasi yang masih terbatas. Tentunya penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan fungsi legislasi daerah juga bergantung pada performa kerja Sub Bagian Produk Hukum sebagai pendukung teknis dan administratif di DPRD Kota Palu. Saran dari kami diperlu adanya peningkatan kemampuan maupun kapasitas kelembagaan dan tentunya penguatan koordinasi menjadi usulan utama dalam mengoptimalkan dukungan terhadap fungsi legislasi daerah
PERAN MAHASISWA MAGANG DALAM MENDUKUNG PENJARINGAN ASPIRASI MASYARAKAT DI DPRD KOTA PALU: PKM Fadil Adithya Ramadhan; Ni Putu Anastacya Queenara; Muhammad Yusri Ramadhan; Isman Bruaharja; Asria Wahyuni Ahmad; Bayu Febrianto
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 6 No. 1 (2026): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Juni 2026
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v6i1.5698

Abstract

DPRD memiliki fungsi representatif yang salah satunya diwujudkan melalui penjaringan aspirasi masyarakat sebagai bagian dari pelaksanaan fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan. Pelaksanaan penjaringan aspirasi dilakukan melalui kegiatan reses dan kunjungan daerah pemilihan (kundapil) yang dalam pelaksanaannya didukung oleh Sekretariat DPRD melalui pelayanan administrasi, fasilitasi kegiatan, serta pengelolaan data aspirasi masyarakat. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan untuk mendukung proses penjaringan aspirasi masyarakat di DPRD Kota Palu melalui keterlibatan mahasiswa pada program magang mandiri MBKM. Kegiatan pengabdian dilaksanakan di Sekretariat DPRD Kota Palu selama periode Februari sampai Mei 2026 menggunakan metode partisipatif dan kolaboratif dengan analisis deskriptif kualitatif. Kegiatan ini menunjukkan bahwa mahasiswa berperan dalam mendukung pelaksanaan penjaringan aspirasi masyarakat melalui pendampingan kegiatan reses dan kundapil, meliputi dukungan administrasi, registrasi peserta, pendampingan masyarakat selama kegiatan berlangsung, serta pengelolaan aspirasi masyarakat secara digital melalui pengoperasian aplikasi Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD). Kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa keterlibatan mahasiswa membantu pelaksanaan tugas Sekretariat DPRD Kota Palu dalam mendukung fasilitasi dan pengelolaan aspirasi masyarakat secara lebih terstruktur dan sistematis.
Proses Pengambilan Suara Anggota Dewan Dalam Suatu Penyusunan Peraturan Daerah Kota Palu Isman Bruaharja; Reynaldi Hidayat; Saputra Batara Kassa; Siti Bunga Arfa Aulia; Niken Aprilia; Nur Ainun
Jurnal Kajian Hukum Dan Kebijakan Publik | E-ISSN : 3031-8882 Vol. 3 No. 4 (2026): Januari-Februari
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/dae7a307

Abstract

This study analyzes the dynamics of the voting process of members of the Palu City Regional People's Representative Council (DPRD) in the formation of Regional Regulations (Perda). Using a juridical-empirical research method, this study found that although the DPRD's Rules of Procedure provide for open and closed voting mechanisms, decision-making practices are dominated by consensus (acclamation) as a result of political consolidation at the faction level. This voting behavior is significantly influenced by the discipline of party instructions, the validity of technical data in the Academic Paper, and the sociological aspirations of the community regarding spatial planning and land ownership issues. In addition, political instruments such as delays due to quorum and walkouts are identified as bargaining strategies in legislative-executive relations. The study concludes that the direction of council members' votes is the result of negotiations of political interests and considerations of technical rationality of data, which demands strengthened transparency in every stage of legislation.
Model Pengisian Kepala Daerah Secara Demokratis (Gagasan Terhadap Kegagalan Calon Tunggal dalam Pemilihan Kepala Daerah) Gunawan Arifin; Imran Imran; Isman Bruaharja
JURNAL PENELITIAN SERAMBI HUKUM Vol 19 No 02 (2026): Jurnal Penelitian Serambi Hukum Vol 19 No 02 Tahun 2026 (Februari-Juli)
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Islam Batik Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59582/sh.v19i02.1536

Abstract

This study aims to examine and explain the nature of democratic elections and to formulate a model for democratically filling positions in accordance with the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia. This type of research will use normative research with a reflective inventory and evaluation of regulations governing democratic regional head elections, as provided for in the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia. Various obstacles to the implementation of elections will be inventoried as input for formulating a democratic position-filling model following the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia. The results of the study conclude that: 1) Democratic elections require that the election process uphold democratic values, including the protection of political rights, equality and electoral justice. Regulations governing elections through a single candidate mechanism do not yet reflect democratic elections because they only accommodate the fulfilment of citizens' political rights, namely the right to be elected and to vote, but ignore the values ??of equality and electoral justice; 2). The model for filling regional head positions is based on Pancasila democracy, which requires deliberation to reach consensus grounded in divinity, humanity, unity, and justice.
Kontribusi Mahasiswa Magang dalam Melakukan Penginputan Laporan Keuangan DPRD Kota Palu guna Mendukung Pemeriksaan BPK: Contribution Of Intern Students in Inputting Financial Statements of the Palu City DPRD to Support BPK Audits Angelika Margaretha Natalia Lie; Sri Handayani; Zelda Safikha Bajamal; Puput Arianti Kaimudin; Isman Bruaharja; Asria Wahyuni Ahmad; Bayu Febrianto
JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat) VOL. 10 NOMOR 2 JULI 2026 JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/jppm.v10i2.30854

Abstract

Abstrak Pengelolaan administrasi keuangan yang tertib merupakan salah satu kebutuhan penting dalam mendukung penyusunan laporan keuangan dan kelancaran pemeriksaan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).t DPRD Kota Palu sebagai mitra pengabdian masih menghadapi berbagai kendala administrasi berupa keterlambatan pengumpulan berkas, ketidaksesuaian dokumen pendukung, serta tingginya beban administrasi pada proses penginputan laporan keuangan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, mahasiswa melalui kegiatan magang memberikan dukungan administrasi kepada Sekretariat DPRD Kota Palu dalam proses penginputan laporan keuangan. Kegiatan pengabdian dilaksanakan melalui koordinasi dengan staf pengelola keuangan serta pelibatan mahasiswa dalam penginputan laporan keuangan, verifikasi dokumen pendukung, penyesuaian data, dan pengarsipan berkas administrasi keuangan untuk membantu mempersiapkan dokumen administrasi agar lebih lengkap, tertata, dan siap mendukung pemeriksaan oleh BPK. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa keterlibatan mahasiswa magang mampu meningkatkan ketelitian, sistematika administrasi, dan efektivitas proses penginputan data keuangan melalui pemeriksaan dokumen, penyesuaian data, serta pengarsipan berkas secara terstruktur. Selain itu, mahasiswa turut membantu mengatasi kendala administrasi berupa ketidaksesuaian dokumen dan keterlambatan pengumpulan berkas. Kontribusi tersebut meningkatkan kualitas laporan keuangan sehingga data menjadi lebih akurat, mudah diakses, dan mendukung kelancaran pemeriksaan oleh BPK. Kegiatan magang juga mendukung pengelolaan keuangan daerah yang transparan, tertib, efektif, dan akuntabel.