Saudi Fitri Susanti
Akademi Analis Kesehatan Delima Husada Gresik

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

EFEKTIVITAS PEMBERIAN PERASAN TEMU MANGGA (CURCUMA MANGGA VAL.) MENGHAMBAT PERTUMBUHAN BAKTERI STAPHYLOCOCCUS AUREUS (Effectiveness of Giving Curcuma Mangga Extract Inhibiting Growth of Staphylococcus aureus) Saudi Fitri Susanti; Himmatul Mahmudah
Journals of Ners Community Vol 8 No 1 (2017): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.249 KB) | DOI: 10.5281/j ners community.v8i1.414

Abstract

ABSTRAK Temu mangga (Curcuma mangga val.) disebut juga kunyit putih yang dianggap tidak memiliki nilai ekonomis karena manfaat temu mangga belum banyak diketahui oleh masyarakat. Temu mangga (Curcuma mangga val.) mengandung senyawa aktif yang dapat mencegah pertumbuhan bakteri. Salah satu bakteri yang memiliki daya tahan kuat dan dapat menginfeksi seluruh jaringan serta alat tubuh manusia adalah Staphylococcus aureus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifivitas dan menentukan Konsentrasi Hambat Tumbuh Minimum (KHTM) perasan temu mangga dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Jenis penelitian ini adalah eksperimental dengan pemberian perasan temu mangga terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus menggunakan metode kertas cakram. Data hasil penelitian dianalisis secara deskriptif. Nilai KHTM didasarkan pada zona hambat dari variasi pengenceran konsentrasi bubuk perasan temu mangga yaitu 250 mg/ml, 125 mg/ml, 62,5 mg/ml, 31,25 mg/ml, 15,62 mg/ml, 7,81 mg/ml, 3,90 mg/ml, 1,95 mg/ml, 0,97 mg/ml. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perasan temu mangga            efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Semakin tinggi konsentrasi semakin besar zona hambat yang terbentuk. KHTM bubuk perasan temu mangga adalah konsentrasi 31,25 mg/ml. Jadi, bubuk perasan temu mangga dengan konsentrasi 31,25 mg/ml sudah dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Kata kunci  : Temu mangga (Curcuma mangga val.), Staphylococcus aureus, Konsentrasi Hambat Tumbuh Minimum (KHTM) ABSTRACTCurcuma mangga is also known as white rhizomes which assumed hasn’t economic value due to lack of society knowledge of the Curcuma mangga advantages. Curcuma mangga contains an active compound that can prevent bacterial growth. One of the bacteria that has a strong resistance and can infect body tissue also human’s organ is Staphylococcus aureus. The aims of this study were to determine the effectiveness and the Minimal Inhibitory Concentration (MIC) Curcuma mangga juice in inhibiting the growth of Staphylococcus aureus. The type of this research is experimental with giving Curcuma mangga juice to the growth of Staphylococcus aureus using paper disc method. Data of this research were analyzed descriptively. The MIC values were based on the inhibition zone of the dilution variation in the concentration of the Curcuma mangga juice of 250 mg/ml, 125 mg/ml, 62,5 mg/ml, 31,25 mg/ml, 15,62 mg/ml, 7.81 mg/ml, 3.90 mg/ml, 1.95 mg/ml, 0.97 mg/ml. The results showed that Curcuma mangga juice was effective in inhibiting the growth of Staphylococcus aureus. Higher concentration make a larger zone that was formed. Concentration 31,25 mg/ml was the MIC of Curcuma mangga powdered. Thus, Curcuma mangga juice with a concentration of 31.25 mg / ml has been able to inhibit the growth of Staphylococcus aureus. Keyword: Curcuma mangga, Staphylococcus aureus, Minimal Inhibitory Concentration (MIC) DOI: 10.5281/zenodo.1409456
UJI AKTIVITAS ANTIMIKROBA EKSTRAK BUAH ASAM (TAMARINDUS INDICA L.) DENGAN VARIASI KONSENTRASI DALAM MENGHAMBAT PERTUMBUHAN BAKTERI STAPHYLOCOCCUS AUREUS Saudi Fitri Susanti; Mufadzilah
Journals of Ners Community Vol 12 No 1 (2021): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v12i1.1369

Abstract

Bakteri Staphylococcus aureus merupakan bakteri yang menyebabkan penyakit piogenik yaitu infeksi yang ditandai dengan terjadinya peradangan lokal. Pengobatan  alternatif untuk peradangan dapat menggunakan senyawa aktif  pada tumbuhan salah satunya adalah buah asam (Tamarindus indica L). Buah asam mengandung senyawa yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antimikroba ekstrak buah asam (Tamarindus indica L) dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphyococcus aureus. Jenis penelitian yang dilakukan adalah eksperimental laboratorium dengan metode uji daya hambat yang digunakan adalah difusi cakram pada media Muller Hinton. Ekstrak buah asam (Tamarindus indica L.) yang diujikan pada bakteri Staphyococcus aureus dibuat variasi konsentrasi 40%, 60%, 80% dan 100%. Hasil penelitian ekstrak buah asam pada konsentrasi 60% ekstrak buah asam mulai menghambat pertumbuhan bakteri Staphyococcus aureus dengan rata-rata zona hambat 18,5 mm, dan pada konsentrasi 100% ekstrak buah asam (Tamarindus indica L) merupakan konsentrasi paling optimal dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphyococcus aureus dengan rata-rata zona hambat 27,3 mm. Hasil uji statistik mendukung hasil yang didapatkan dari penelitian ini yaitu nilai signifikan sebesar 0,000 kurang dari 0,05. Terdapat pengaruh ekstrak buah asam terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus Ekstrak buah asam memiliki kandungan senyawa aktif salah satunya tannin dengan mekanisme menyerang polipeptida pada dinding sel bakteri yang dapat menyebabkan sel bakteri lisis karena tekanan osmotik sehingga sel bakteri akan mati. DOI: 10.5281/zenodo.5226120
UJI AKTIVITAS ANTIMIKROBA EKSTRAK BUAH ASAM (TAMARINDUS INDICA L.) DENGAN VARIASI KONSENTRASI DALAM MENGHAMBAT PERTUMBUHAN BAKTERI STAPHYLOCOCCUS AUREUS Susanti, Saudi Fitri; Mufadzilah
Journals of Ners Community Vol 12 No 1 (2021): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v12i1.1369

Abstract

Bakteri Staphylococcus aureus merupakan bakteri yang menyebabkan penyakit piogenik yaitu infeksi yang ditandai dengan terjadinya peradangan lokal. Pengobatan  alternatif untuk peradangan dapat menggunakan senyawa aktif  pada tumbuhan salah satunya adalah buah asam (Tamarindus indica L). Buah asam mengandung senyawa yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antimikroba ekstrak buah asam (Tamarindus indica L) dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphyococcus aureus. Jenis penelitian yang dilakukan adalah eksperimental laboratorium dengan metode uji daya hambat yang digunakan adalah difusi cakram pada media Muller Hinton. Ekstrak buah asam (Tamarindus indica L.) yang diujikan pada bakteri Staphyococcus aureus dibuat variasi konsentrasi 40%, 60%, 80% dan 100%. Hasil penelitian ekstrak buah asam pada konsentrasi 60% ekstrak buah asam mulai menghambat pertumbuhan bakteri Staphyococcus aureus dengan rata-rata zona hambat 18,5 mm, dan pada konsentrasi 100% ekstrak buah asam (Tamarindus indica L) merupakan konsentrasi paling optimal dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphyococcus aureus dengan rata-rata zona hambat 27,3 mm. Hasil uji statistik mendukung hasil yang didapatkan dari penelitian ini yaitu nilai signifikan sebesar 0,000 kurang dari 0,05. Terdapat pengaruh ekstrak buah asam terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus Ekstrak buah asam memiliki kandungan senyawa aktif salah satunya tannin dengan mekanisme menyerang polipeptida pada dinding sel bakteri yang dapat menyebabkan sel bakteri lisis karena tekanan osmotik sehingga sel bakteri akan mati. DOI: 10.5281/zenodo.5226120
UJI AKTIVITAS ANTIMIKROBA EKSTRAK BUAH ASAM (TAMARINDUS INDICA L.) DENGAN VARIASI KONSENTRASI DALAM MENGHAMBAT PERTUMBUHAN BAKTERI STAPHYLOCOCCUS AUREUS Susanti, Saudi Fitri; Mufadzilah
Journals of Ners Community Vol 12 No 1 (2021): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v12i1.1369

Abstract

Bakteri Staphylococcus aureus merupakan bakteri yang menyebabkan penyakit piogenik yaitu infeksi yang ditandai dengan terjadinya peradangan lokal. Pengobatan  alternatif untuk peradangan dapat menggunakan senyawa aktif  pada tumbuhan salah satunya adalah buah asam (Tamarindus indica L). Buah asam mengandung senyawa yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antimikroba ekstrak buah asam (Tamarindus indica L) dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphyococcus aureus. Jenis penelitian yang dilakukan adalah eksperimental laboratorium dengan metode uji daya hambat yang digunakan adalah difusi cakram pada media Muller Hinton. Ekstrak buah asam (Tamarindus indica L.) yang diujikan pada bakteri Staphyococcus aureus dibuat variasi konsentrasi 40%, 60%, 80% dan 100%. Hasil penelitian ekstrak buah asam pada konsentrasi 60% ekstrak buah asam mulai menghambat pertumbuhan bakteri Staphyococcus aureus dengan rata-rata zona hambat 18,5 mm, dan pada konsentrasi 100% ekstrak buah asam (Tamarindus indica L) merupakan konsentrasi paling optimal dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphyococcus aureus dengan rata-rata zona hambat 27,3 mm. Hasil uji statistik mendukung hasil yang didapatkan dari penelitian ini yaitu nilai signifikan sebesar 0,000 kurang dari 0,05. Terdapat pengaruh ekstrak buah asam terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus Ekstrak buah asam memiliki kandungan senyawa aktif salah satunya tannin dengan mekanisme menyerang polipeptida pada dinding sel bakteri yang dapat menyebabkan sel bakteri lisis karena tekanan osmotik sehingga sel bakteri akan mati. DOI: 10.5281/zenodo.5226120