Brimob (Mobile Brigade) members face high levels of stress due to assignments in conflict areas under Operational Control (BKO), which demand physical and mental preparedness under high-risk conditions and separation from family. This background emphasizes the importance of effective coping mechanisms. This study focuses on analyzing the relationship between social support and stress coping strategies among members of the North Sumatra Regional Police's Mobile Brigade Headquarters (Mako Sat Brimob) who have returned from BKO duties. As a crucial step, this study used a quantitative correlational approach, sampling the entire population (census) of 65 members. Data on social support (emotional, esteem, instrumental, informational, social network) and problem-focused coping were collected using a Likert scale and then analyzed using product-moment correlation. The main findings indicate a very strong and statistically significant positive relationship (rxy = 0.962; p = 0.000) between social support and problem-focused coping, with social support contributing 92.5% to the use of these coping strategies. In conclusion, social support plays a crucial role in helping Brimob members effectively manage psychological stress after deployment in conflict zones. ABSTRAKAnggota Satuan Brimob menghadapi tingkat stres yang tinggi akibat penugasan di daerah konflik melalui Bawah Kendali Operasi (BKO), yang menuntut kesiapan fisik dan mental dalam kondisi penuh risiko dan terpisah dari keluarga. Latar belakang ini mendorong pentingnya mekanisme koping yang efektif. Penelitian ini berfokus untuk menganalisis hubungan antara dukungan sosial dengan strategi coping stress pada anggota Mako Sat Brimob Polda Sumut yang telah kembali dari tugas BKO. Sebagai langkah penting, penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan mengambil seluruh populasi (sensus) sebanyak 65 anggota sebagai sampel. Data dukungan sosial (emosional, penghargaan, instrumental, informasi, jaringan sosial) dan problem-focused coping dikumpulkan melalui skala Likert, kemudian dianalisis menggunakan korelasi product-moment. Temuan utama menunjukkan adanya hubungan positif yang sangat kuat dan signifikan secara statistik (rxy = 0,962; p = 0,000) antara dukungan sosial dan problem-focused coping, di mana dukungan sosial memberikan kontribusi sebesar 92,5% terhadap penggunaan strategi koping tersebut. Kesimpulannya, dukungan sosial memainkan peran krusial dalam membantu anggota Brimob mengelola tekanan psikologis secara efektif pasca-penugasan di daerah konflik.