Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Dekonstruksi Makna Tana’ Sebagai Struktur Sosial Padang Dipuangi Tana Toraja Andilolo, Yusthius
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : CV. Ridwan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4048.677 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v6i8.3773

Abstract

Kebudayaan adalah serangkaian pemahaman dan kesadaran yang sedang dikonstruksi yang dipakai anggota-anggota masyarakat untuk menginterpretasi dunia sekelilingnya. Tujuan penelitian ini adalah menemukan teks utama yang terkandung pada makna tana' dan didekonstruksi melalui wilayah periferal. Hamba (Kaunan) wilayah periferal, mendekonstruksi teks utama yang dikendalikan oleh kekuatan penguasa bangsawan (tokapua tosugi). Tujuan dari penulisan ini menemukan makna sesungguhnya dari Tongkonan dan mendekonsturksi pemaknaan yang dikonstruksi oleh beberapa pihak untuk melegitimasi kekuasaannya dalam masyarakat. Metode kualitatif digunakan dalam penelitian ini dengan wawancara dan membaca literatur yang berkaitan dengan penelitian. Pendekatan dekonstruksi Jacques Derrida dilakukan untuk mengidentifikasi hirarki teks tana’. Selanjutnya, membongkar otoritas status tokapua tosugi’ yang diistimewakan sehingga penundaan dapat terjadi untuk memunculkan makna baru. Hasil penelitian menunjukan bahwa struktur sosial dalam makna tana’ tidak ditentukan oleh genealogi atau didasarkan pada keyakinan suku melainkan melalui kesanggupan untuk membayar denda dan keterampilan yang dimiliki seseorang. Dengan demikian, tana’ sebagai struktur sosial mengalami penundaan untuk dilakukan sebab mengandung unsur kelemahan dan bersifat ambigu. Semua orang tanpa terkecuali dapat menjadi bangsawan dan menjadi terkemuka, hal tersebut dimungkinkan melalui hasil pembacaan dekonstruksi terhadap makna tana’ bagi padang dipuang dan secara umum bagi masyarakat Toraja.