Suwarso, Reni Chandriachsja
Universitas Indonesia (UI) Depok Jawa Barat, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Diskursus Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Selama Mewabahnya Pandemi Covid-19 Di Indonesia Chaniago, Robin Hernandez; Suwarso, Reni Chandriachsja
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : CV. Ridwan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4258.903 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v6i8.3740

Abstract

Jurnal ini berisikan pembahasan tentang kemunculan diskursus selama penerapan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Indonesia. Adapun, kebijakan tersebut secara konkret merupakan bagian dari salah satu upaya penanganan terhadap pandemi Covid-19 di Indonesia sejak pertama kali diidentifikasi pada awal bulan Maret tahun 2020. Penelitian ini menggunakan analisis konten dengan metode penelitian kualitatif. Metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang menekankan pada kata-kata dan nilai yang ada di dalamnya. Salah satu model analisis yang digunakan untuk mengkaji konten ialah analisis diskursus (discourse analysis). Kemudian, untuk memperoleh data yang terkait dengan fokus pembahasan, jurnal ini menggunakan data sekunder yang merujuk pada sumber-sumber literatur dan publikasi, baik yang bersifat tertulis maupun daring. Adapun, hasil penelitian dari jurnal ini kemudian menunjukkan bahwa diskursus dalam kebijakan PSBB di Indonesia selama mewabahnya pandemi Covid-19 adalah ditandai dengan adanya perbedaan posisi subjek, antagonisme serta hegemonisasi yang dilakukan oleh kelompok yang mendukung kebijakan PSBB dengan kelompok yang kontra terhadapnya. Dalam hal ini, perbedaan yang dimaksud kemudian terkait dengan adanya perbedaan argumen mengenai penanganan pandemi yang terbaik untuk Indonesia dimana kelompok pro beranggapan bahwa hal tersebut dapat diwujudkan melalui upaya-upaya yang berfokus pada penyelamatan ekonomi dan kesehatan masyarakat. Sedangkan kelompok yang kontra justru menyampaikan argumen yang lebih menghendaki agar fokus penanganan terhadap pandemi COVID-19 di Indonesia adalah pada penyelamatan kesehatan masyarakat.