Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Tinjauan Kebutuhan Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Berdasarkan Analisis Beban Kerja Kesehatan (ABK) Di Puskesmas Cikancung Rosdiana Mulyani, Iis; Rohimah, Ani Siti Rohimah; Hidayati, Meira Hidayati
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 1 No. 8 (2021): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v1i8.155

Abstract

Latar Belakang: Beban kerja adalah keadaan dimana pekerja diharapkan pada tugas yang harus diselesaikan pada waktu tertentu. Beban kerja merupakan jenis pekerjaan yang sebisa mungkin harus diselesaikan oleh suatu tenaga kerja kesehatan profesional dalam 1 tahun disarana pelayanan kesehatan. Berdasarkan hasil dari observasi di Puskesmas Cikancung terdapat kurangnya petugas rekam medis. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk secara lebih jelas bagaimana tinjauan kebutuhan perekam medis berdasarkan analisis beban kerja Kesehatan (ABK). Metode: Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara. Dalam penelitian ini petugas rekam medis di Puskesmas Cikancung berjumlah empat orang. Objek penelitian yang digunakan yaitu tempat pendaftaran. Hasil: Hasil penelitian berdasarkan analisis beban kerja (ABK) bagian pendaftaran di Puskesmas Cikancung kurangnya petugas rekam medis. Karena kurangnya petugas rekam medis sehingga proses pelayanan akan terhambat. Jumlah kebutuhan rekam medis berdasarkan analisis beban kerja kesehatan (ABK) menetapkan hasil waktu kerja tersedia bagi petugas rekam medis di Puskesmas Cikancung adalah 2.632 jam kerja/tahun atau 157.920 menit/tahun. Untuk menghitung kebutuhan sumber daya manusia kesehatan di Puskesmas Cikancung hasil perhitungan analisis beban kerja didapatkan hasil bahwa tenaga rekam medis di Puskesmas Cikancung petugas rekam medis seharusnya ada 5. Kesimpulan: Tinjauan kebutuhan perekam medis yang ada di Puskesmas Cikancung berdasarkan metode analisis beban kerja kesehatan (ABK) membutuhkan 5 orang pegawai, saat ini di Puskesmas Cikancung sudah memiliki 4 orang petugas jadi perlu penambahan 1 orang pegawai baru agar memenuhi kebutuhan.
Analisis Beban Kerja Tenaga Rekam Medis Menggunakan Metode ABK-Kes Di Rumah Sakit Islam Assyifa Sukabumi andreya, imelva; Nurfadilah, Zalfa Hasna Nurfadilah; Hidayati, Meira Hidayati
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 1 No. 8 (2021): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v1i8.156

Abstract

Latar Belakang: Pelayanan rekam medis yang berkualitas ditentukan oleh sumber daya manusia yang bermutu. Tenaga kerja rekam medis menjadi salah satu faktor utama penyelenggaraan rekam medis. Agar berjalan dengan baik, maka diperlukan sumber daya yang cukup. Tujuan: Tujuan utama penelitian ini yaitu untuk menganalisa beban kerja petugas rekam medis dan menghitung kebutuhan tenaga kerja rekam medis. Metode: Penelitian ini menggunakan metode analisis kuantitatif dengan pendekatan case study dan observasional analitik dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan pengukuran menggunakan stopwatch. Hasil: Dari hasil observasi dan perhitungan dengan menggunakan metode ABK-Kes didapat kesimpulan bahwa terdapat kekurangan pada petugas rekam medis RSI Assyifa yang seharusnya sebanyak 26 orang tapi saat ini jumlah petugas Rekam Medis di RSI Assyifa hanya berjumlah 24 orang. Maka perlu dilakukan penambahan petugas sebanyak 2 orang agar pelaksanaan Rekam Medis di RSI Assyifa berjalan efektif dan produktif. Kesimpulan: Beban kerja petugas rekam medis mengalami peningkatan seiring bertambahnya jumlah kunjungan pasien, sehingga dapat mempengaruhi efektivitas dan produktifitas kerja petugas rekam medis. Selain itu, kurangnya SDMK akan petugas akan mempengaruhi pelayanan rekam medis di RSI Assyifa.
Analisis Jumlah Kunjungan Pasien Rawat Jalan Pada Masa Pandemi Covid-19 Di Klinik Utama Melati Bunda Nurulita, Nadila; Lufiah, Nurulita Lufiah; Hidayati, Meira Hidayati
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 1 No. 8 (2021): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v1i8.157

Abstract

Latar Belakang: Peran Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama pada masa pandemi Covid-19 sangat penting seperti Klinik yang memberikan pelayanan kesehatan dasar kepada pasien. Kasus Covid-19 di Bandung memiliki jumlah kasus yang cukup banyak di Provinsi Jawa Barat. Covid-19 adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2) yang mengakibatkan terinfeksinya saluran pernafasan Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa jumlah kunjungan pasien rawat jalan pada masa pandemi Covid-19 di Klinik Utama Melati Bunda. Metode: Penelitian ini menggunakan deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Cara pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi langsung dan penelusuran dokumen di unit Rekam Medis Hasil: Hasil penelitian yang diperoleh yaitu Klinik Utama Melati Bunda memiliki perubahan pada sistem pelayanan dengan selalu menerapkan protokol kesehatan, dan pasien yang akan melakukan tindakan kuretase dan persalinan dianjurkan melakukan swab test antigent terlebih dahulu. Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini yaitu pandemi Covid-19 tidak mempengaruhi jumlah kunjungan pasien rawat jalan di Klinik Utama Melati Bunda, diantaranya menerapkan protokol kesehatan dan memberikan pelayanan yang baik dan memuaskan kepada pasien sehingga jumlah kunjungan pasien rawat jalan mengalami peningkatan.
Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Kapitasi Berbasis Komitmen (KBK) Di Puskesmas Cikancung Dinas Kabupaten Bandung Agustinakhoeriyah, Ginna; Mardiah, Iklima Mardiah; Hidayati, Meira Hidayati
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 1 No. 8 (2021): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v1i8.162

Abstract

LatarBelakang:Indikator Angka kontak dan rasio peserta Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) yang merupakan dua dari tiga indikator KBK (Kapitasi Berbasis Komitmen. Angka kontak ini adalah untuk melihat aksesabilitas dan pemanfaatan pelayanan primer oleh peserta baik pelayanan di dalam gedung maupun pelayanan di luar gedung. Tujuan:Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pemenuhan indikator angka kontak dan rasio peserta prolanis rutin berkunjung di Puskesmas Cikancung Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung. Metode:Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kualitatif jenis casestudy (studi kasus). Hasil:Indikator angka kontak selama tiga bulan ? 40 % indikator rasio rujukan non spesialistik ? 50% dan rasio peserta prolanis rutin berkunjung ? 10 % sangat sulit sekali terpenuhi oleh Puskesmas Cikancung Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung. Kesimpulan: Angka kontak dan rasio peserta Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) di Puskesmas Cikancung Dinas Kabupaten Bandung tidak mencapai target.