Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Keterlaksanaan Pembelajaran Penjaskes Di Smpn Sekecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara Tahun Pengajaran 2021 Wardan, Intan Kusuma
Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) Vol 7, No 3 (2021): Jurnal Ilmiah Mandala Education
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jime.v7i3.2284

Abstract

Berdasarkan hasil survei dan  observasi  di lapangan bahwa ada beberapa sekolah yang masih belum maksimal dalam pengajaran pembelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan diantaranya sekolah SMPN sekecamatan bayan, dikarenakan guru pengampu yang mengajar bukan guru pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan, tetapi lebih menggunakan guru umum atau yang megajar di berbagai mata pelajaran  Dengan keadaan yang seperti itu, maka dari itu peneliti tertarik melakukan penelitian tentang pelaksanaan pembelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan di SMPN Se-Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara. Berdasarkan uraian pada latar belakang masalah di atas, maka peneliti merumuskan masalah yang akan diteliti adalah bagaimanakah keterlaksanaan pembelajaran PENJASKES di SMPN Se-Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara Tahun Pengajaran 2020/2021. Berdasarkan rumusan masalah tersebut, maka tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana keterlaksanaan pembelajaran PENJASKES di SMP Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara Tahun Pelajaran 2020/2021. Rancangan penelitian yang digunakan dalam  penelitian ini adalah pendekatan kualitatif yang berupa kata kata. Data yang diperoleh dalam penelitian ini lebih banyak berupa kata- kata yang bersifat kualitatif dari pada data dalam wujud angka-angka.. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah peneliti itu sendiri dibantu dengan pedoman wawancara dan lembar pengamatan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara,pengamatan dan dokumentasi. Pemahaman para guru penjaskes khususnya pada kasus keterlakasanaan pembelajaran penjaskes masuk dalam kategori baik dengan persentase 66% 3 guru penjas dari keseluruhan pelatih (12 guru) yang diambil  sebagai  sampel,   12%  (12  guru)  masuk  dalam  kategori cukup baik.