Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DINAMIKA POLITIK KEAGAMAAN DI INDONESIA Marsus, Marsus
JURNAL SETIA PANCASILA Vol. 1 No. 1 (2020): Jurnal Setia Pancasila, September 2020
Publisher : PRODI PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN STKIP PGRI SUMENEP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36379/jsp.v1i1.65

Abstract

Tulisan ini membahas mengenai perkembangan politik keagamaan pada era Reformasi. Sebelumnya organisasi keagamaan sulit berkembang karena mendapat tekanan kuat dari pemerintah Orde Baru. Berakhirnya Orde Baru ke Reformasi menjadi angin segar bagi kelompok-kelompok tertentu yang semula sudah menyiapkan dasar-dasar organisasinya. Salah satunya adalah Fron Pembela Islam (FPI). Spirit gerakan tersebut didasari atas kekhawatiran akan terkikisnya nilainilai keislaman seiring perkembangan dan kemajuan zaman, sehingga mereka beranggapan perlu adanya perisai untuk menjaga supaya masyarakat tetap eksis dalam penegakan nilai-nilai keislaman sesuai yang terkandung dalam al-Quran. Terlepas dari ideologi dan spirit nilai-nilai keislaman, di sisi lain gerakangerakan FPI cenderung diwarnai dengan aksi-aksi provokatif dan anarkis. Sehingga disinyalir gerakan tersebut bukan saja organisasi keagamaan semata, melainkan sebagai motor politik untuk menghimpun massa dalam kepentikan politik tertentu
POLITIK DAGANG NABI MUHAMMAD: VISI, KOMUNITAS DAN NEGARA Nawawi, Imam; Marsus, Marsus
Aqlam: Journal of Islam and Plurality Vol 10, No 1 (2025)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/ajip.v10i1.3855

Abstract

Keberhasilan Islam pada masa Nabi Muhammad Saw. dalam memperluas wilayah kekuasaannya bukan semata karena kekuatan militernya, atau karena keberhasilan mengubah wilayah gersang menjadi layak huni dan produktif, sebagaimana pandangan para peneliti. Keberhasilan Islam disebabkan kesuksesan visi dagang Nabi Muhammad Saw. dalam mempertahankan kepentingannya di level perdagangan global, dimana kekuatan militer hanya faktor pendukung semata. Penelitian kualitatif ini menggunakan metode sejarah, dengan pendekatan politik. Teori yang digunakan adalah teori konflik sosial dari Karl Marx dan Max Weber. Temuan penelitian menunjukkan; pertama, Nabi Muhammad Saw. memiliki visi dagang yang kuat, sehingga mampu mempengaruhi masyarakat di sekitarnya. Kedua, Nabi Muhammad Saw. berhasil memobilisir masyarakat pedagang Arab, dan mengubahnya menjadi pedagang muslim sebagai entitas sosial baru. Ketiga, Nabi Muhammad Saw. menggunakan otoritasnya sebagai pemimpin Negara Madinah untuk mengirim ekspedisi militer yang bertujuan mengamankan usaha perdagangan pengusaha Madinah dari segala ancaman kekuatan asing, terutama dari Kekaisaran Bizantium.Kata Kunci: Politik, Dagang, Nabi Muhammad.