p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Pandu Husada
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Karakteristik Demografi Korban Pembunuhan Yang Diperiksa Di Departemen Forensik Dan Medikolegal RS Bhayangkara TK II Medan Purwoko, Firda Syakirina; Ritonga, Mistar; Parinduri, Abdul Gafar; Handayani, Ahmad
JURNAL PANDU HUSADA Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v5i2.20741

Abstract

Abstrak: Pembunuhan ialah sesuatu aksi melenyapkan nyawa seorang dengan metode melanggar hukum, maupun yang tidak melawan hukum, pembunuhan diatur dalam Pasal KUHP. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatra Utara, Provinsi SUMUT kasus pembunuhan tahun 2013 terdapat 118 kasus yang terdaftar sedangkan pada tahun 2017 menurun menjadi 98 kasus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik demografi korban pembunuhan yang diperiksa di Departemen Forensik dan Medikolegal RS Bhayangkara TK II Medan. Desain penelitian ini deskriptif dengan pendekatan restospektif. Penelitian ini dilakukan di Di Departemen Forensik Dan Medikolegal RS Bhayangkara TK Il Medan. Populasi yang digunakan dari penelitian ini adalah semua korban pembunuhan yang diperiksa di Departemen Forensik dan Medikolegal RS Bhayangkara TK II Medan. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total population sampling dari data sekunder periode Agustus 2020 – Maret 2022. Didapatkan total 90 kasus pembunuhan di departemen forensik dan medikolegal RS Bhayangkara TK II Medan, Median usia rentang 30 tahun dengan subjek dalam penelitian ini mayoritas berjenis kelamin laki-laki yaitu 74 kasus (82,2%). Data sebab kematian tersering pada subjek penelitian adalah kekerasan tumpul, dengan jumlah sebanyak 50 kasus (37,5%). Regio tubuh yang paling banyak menyebabkan kematian adalah regio kepala sebanyak 50 kasus (55,6%). Korban Pembunuhan sebagian besar berusia 26 sampai 35 tahun sebanyak 20 kasus (22,2 %) dan sebagian besar berjenis kelamin laki-laki. Sebab kematian paling banyak diakibatkan oleh trauma tumpul paling banyak terjadi pada regio kepala.
Penentuan Tinggi Badan Berdasarkan Panjang Telapak Kaki Terhadap Etnis Batak Ramadhan, Zikri Agung; Ritonga, Mistar
JURNAL PANDU HUSADA Vol 7, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v7i2.24439

Abstract

Abstrak : Identifikasi dalam ilmu forensik berperan penting untuk memastikan identitas seseorang secara akurat. Tujuan utamanya ialah menyediakan bukti ilmiah yang kuat dan dapat dipercaya dalam mendukung investigasi maupun proses hukum. Salah satu parameter penting dalam antropologi forensik adalah tinggi badan, yang biasanya ditentukan melalui pengukuran tulang tubuh. Namun, penelitian menunjukkan bahwa panjang telapak kaki, dikombinasikan dengan faktor jenis kelamin, dapat digunakan sebagai prediktor tinggi badan yang valid. Pendekatan ini bermanfaat tidak hanya dalam bidang forensik, tetapi juga dalam praktik klinis dan penelitian ilmiah. Penelitian ini bertujuan menilai hubungan antara panjang telapak kaki dan tinggi badan, serta menyusun formula regresi untuk memperkirakan tinggi badan. Metode yang digunakan adalah analitik kuantitatif dengan desain cross sectional. Subjek penelitian terdiri dari 30 orang suku Batak di Fakultas Kedokteran Muhammadiyah Sumatera Utara, mencakup laki-laki dan perempuan sesuai kriteria inklusi. Sampel diambil dengan metode total sampling. Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi sangat kuat antara panjang telapak kaki dan tinggi badan, dengan koefisien korelasi 0,995–0,999 (p0,001). Persamaan regresi linear yang diperoleh memiliki Standard Error of the Estimate (SEE) 0,045–0,599 (p0,001). Dengan demikian, tinggi badan dapat diprediksi secara signifikan melalui pengukuran panjang telapak kaki.