Kendaraan Taktis Komodo terdapat beberapa sistem yang sangat berpengaruh terhadap keselamatan dan kenyamanan berkendara. Salah satu sistem tersebut adalah sistem pengereman. Pada rem hidrolik, tuas pada pedal rem terhubung langsung dengan piston didalam master silinder. Karena fluida rem tidak memiliki sifat kompresi. Jika pedal rem sudah tidak dalam keadaan ditekan fluida tersebut belum kembali ke titik normal. Apabila tekanan pedal rem ditambah maka fluida akan mengalir dan mendorong piston, sehingga roda menjadi terkunci dan mobil sulit dikendalikan. Hydropneumatic brake system merupakan penggabungan dari sistem rem hidrolik dan rem pneumatik, dimana kampas tetap ditekan dengan minyak rem. Aplikasi pengereman ini diperlukan untuk mempercepat pengereman dan melepaskannya. Sehingga terjadinya penguncian roda dapat dihindari dan kendaraan lebih stabil atau dapat dikendalikan. Oleh karena itu perlu adanya perencanaan dan perhitungan sistem pneumatik agar dapat beroperasi dengan baik. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui prinsip-prinsip perancangan kerja dan tekanan angin dari rangkaian pneumatic hydropneumatic brake system . Metode penelitian ini dilaksanakan dengan cara menghitung gaya pneumatik yang diperlukan untuk mendorong gaya hidrolik. Gaya hidrolik yang diperoleh sebesar 827288,2, N/m2. Hasil dari penelitian dan pengolahan data yaitu untuk mendorong F pada gaya pneumatik yaitu 9351,67N. Diperlukan diameter silinder sebesar 0,12 m2 dan daya kompresor 1,23575 kW. Sehingga F dari sistem pneumatik 9351,67 N lebih besar dari F hidrolik yaitu 827288,2 N/m2