p-Index From 2021 - 2026
2.723
P-Index
This Author published in this journals
All Journal JURNAL PERTAMBANGAN
Puspita, M.
Unknown Affiliation

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT LINGKAR TAMBANG MELALUI UMKM EKONOMI KREATIF DI PROVINSI SUMATERA SELATAN Puspita, M.; ., Mukiat; Ibrahim, M.
Jurnal Pertambangan Vol. 5 No. 2 (2021): Mei 2021
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v5i2.87

Abstract

Kelangsungan industri pertambangan sangat bergantung pada ketersediaan cadangan bahan galian yang ada di alam. Alih fungsi lahan menjadi area tambang membuat masyarakat lingkar tambang beralih profesi. Namun profesi atau usaha yang timbul akibat adanya aktivitas penambangan terancam keberadaannya saat tambang berakhir. Dengan terbatasnya sumberdaya, UMKM (usaha mikro kecil menengah) ekonomi kreatif merupakan salah satu usaha yang mungkin bisa diterapkan untuk pemberdayaan masyarakat lingkar tambang. Dalam rangka mengkaji potensi pengembangan UMKM berbasis ekonomi kreatif pada masyarakat lingkar tambang, penelitian ini akan fokus pada tiga tujuan yaitu menganalisis kesiapan perusahaan dan masyarakat terkait kemandirian ekonomi saat pascatambang, persepsi masyarakat setempat mengenai UMKM ekonomi kreatif sebagai mata pencaharian saat pascatambang, serta pendapat pasar di wilayah Sumatera Selatan terkait produk UMKM kreatif lokal. Data-data primer yang diperoleh melalui kuisioner, wawancara, dan diskusi dengan pihak terkait akan diolah dan dilakukan analisis menggunakan analisis deskriptif untuk merumuskan potensi pengembangan UMKM berbasis ekonomi kreatif pada masyarakat lingkar tambang. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa baik perusahaan maupun masyarakat belum memiliki persiapan terkait kemandirian ekonomi saat pascatambang dan mayoritas responden berminat untuk mengikuti pelatihan jahit dan kerajinan tangan, serta sebesar 80,6% responden di Kota Palembang lebih memilih produsen UMKM lokal jika harga dan kualitas produknya sama.
PEMODELAN PENGARUH KERJASAMA EKONOMI INTERNASIONAL TERHADAP KONSUMSI BATUBARA DI INDONESIA Puspita, M.; Wibowo, A.P.; Mahdyrianto, F.
Jurnal Pertambangan Vol. 6 No. 3 (2022): Agustus 2022
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v6i3.1457

Abstract

Perjanjian kerjasama ekonomi internasional merupakan salah satu upaya untuk mendorong terwujudnya liberalisasi perdagangan dan investasi pada negara-negara partisipannya. Bagi negara berkembang, perdagangan bebas dapat mengarah pada defisitnya neraca perdagangan melalui peningkatan impor barang-barang konsumsi. Di sisi lain, investasi asing akan memicu pertumbuhan sektor-sektor usaha serta mendorong peningkatan aktivitas produksi. Kegiatan produksi tersebut membutuhkan bahan baku berupa energi yang sebagian besar bersumber dari batubara yang jumlahnya terbatas dan bersifat non-renewable. Untuk membuktikan hipotesis tersebut, penelitian ini bertujuan untuk memodelkan pengaruh kerjasama ekonomi internasional terhadap konsumsi batubara di Indonesia. Variabel yang digunakan sebagai representatif kerjasama ekonomi internasional adalah dengan ekspor, impor, produk domestic bruto (PDB), dan penanaman modal asing (PMA). Selanjutnya dilakukan Uji Kausalitas Granger untuk memetakan hubungan kausalitas antar variabel dan pemodelan menggunakan ekonometrik untuk mengetahui pengaruh dari kerjasama ekonomi internasional terhadap konsumsi batubara di Indonesia. Berdasarkan hasil pengolahan data, terdapat hubungan kausalitas searah antara dari pertumbuhan ekonomi (Y) ke konsumsi batubara (CC) serta dari ekspor (X) ke konsumsi batubara (CC). Hal ini menunjukkan bahwa variabel Y dan X memiliki pengaruh yang signifikan terhadap konsumsi batubara di Indonesia. Hasil pemodelan pengaruh kerjasama ekonomi internasional terhadap konsumsi batubara menunjukkan bahwa peningkatan satu satuan PDB (Y) akan meningkatkan konsumsi batubara sebesar 0,7110977 sedangkan peningkatan satu satuan investasi asing (I) akan meningkatkan konsumsi batubara sebesar 0,1941997. Peningkatan satu satuan ekspor (X) akan meningkatkan konsumsi batubara sebesar 0,04469916 sedangkan peningkatan satu satuan impor (M) akan mengurangi konsumsi batubara sebesar 0,1007024.
PENGARUH NILAI TOLERANSI TERHADAP STABILITAS LERENG MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA 3D Azizi, M. A.; Marwanza, I.; Maulana, Y.; Dahani, W.; Puspita, M.
Jurnal Pertambangan Vol. 6 No. 4 (2022): November 2022
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v6i4.1535

Abstract

Penggunaan analisis stabilitas lereng menggunakan metode elemen hingga 3 dimensi pada tambang terbuka dalam satu dekade ini telah berkembang dengan pesat. Namun kendala yang dihadapi dalam menerapkan metode tersebut yaitu memerlukan waktu yang lama sehingga tidak mendukung para praktisi geoteknik. Penelitian ini bertujuan menentukan nilai tolerasi optimal yang digunakan dalam menentukan nilai perpindahan total dan strength reduction factor (SRF). Metode yang digunakan adalah metode elemen hingga 3 dimensi dengan tipe mesh 4 noda seragam. Hasil penelitian menunjukkan semakin kecil nilai toleransi, maka semakin kecil nilai perpindahan total hingga mendekati nilai toleransi 1x10-5. Perpindahan total cenderung stabil pada nilai 4.71 meter yang memberikan nilai SRF 1.2.
ANALISIS MINING RECOVERY PENAMBANGAN BATUBARA AKIBAT ADANYA PENGOTOR (IMPURITIES) PADA LAPISAN A2 DAN B DI PT BARA ALAM UTAMA Asof, M.; Triando, A.; Puspita, M.
Jurnal Pertambangan Vol. 7 No. 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v7i1.1587

Abstract

Pengotor (impurities) merupakan salah satu penyebab gangguan di dalam kegiatan penambangan karena memiliki dampak terhadap kerusakan alat dan menurunkan kualitas produk hasil penambangan. Aktivitas penanganan pengotor juga dapat menyebabkan kehilangan batubara, sehingga perlu dilakukan analisa terhadap pengotor (impurities) utama dan mining recovery yang dihasilkan. Berdasarkan pengamatan dan penelitian yang dilakukan dengan pengukuran ketebalan aktual, diketahui terdapat 2 pengotor (impurities) utama berupa claystone dan silicified coal yang memiliki pola penyebaran secara lateral berupa lapisan kunci (keybed) maupun fragmen-fragmen melensa (lenses/spotty). Berdasarkan analisa terhadap seam A2 dan B selama aktivitas kegiatan coal getting dengan menggunakan metode cross section, maka diketahui jumlah cadangan insitu adalah sebesar 130.031,38 ton dengan total pengotor (impurities) sebesar 7.082,96 ton. Terdapat coal recovery sebesar 94,55% dari cadangan insitu dan berdasarkan ketercapaian pada Bulan April, diketahui hanya sebesar 116.760,19 ton atau persentase aktual ditambang sebesar 89,79%. Maka ada selisih kehilangan batubara sebesar 4,76% dimana sebesar 1,51% adalah batubara yang tertinggal di front (geological losses) dan 3,25 % merupakan losses yang terjadi akibat proses coal getting dan hauling batubara hingga melewati timbangan (mining losses).
ANALISIS PANJANG KOLOM AIR DECK TERHADAP FRAGMENTASI HASIL PELEDAKAN DI PIT 2 BANGKO BARAT PT BUKIT ASAM TBK. Asof, M.; Dino, K.; Puspita, M.
Jurnal Pertambangan Vol. 7 No. 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v7i1.1602

Abstract

PT Bukit Asam, Tbk merupakan perusahaan pertambangan batubara, berlokasi di Tanjung Enim, Sumatera Selatan. Salah satu lokasi tambangnya Bangko barat, pengupasan tanah penutupnya menggunakan metode pengeboran dan peledakan, hal ini mengakibatkan keseragaman fragmentasi hasil peledakan berpotensi kurang seragam. Hal ini berpotensi menurunkan optimalnya volume pengisian bucket. Air decking merupakan penyelesaian yang bisa digunakan, dimana air decking menciptakan ruang kosong dalam kolom ledak yang nantinya berfungsi untuk memperpanjang energi hasil peledakan dengan menahan energi ledakan vertikal ke dalam ruang kosong dan didistribusikan kembali secara merata ke sekitar lubang. Pendistribusian energi tersebut menghasilkan hasil fragmentasi yang lebih merata. Tujuan penelitian ini yaitu mengkaji aplikasi Bottom Air Deck pada Peledakan Overburden di PT Bukit Asam, Tbk, Tanjung Enim Sumatera Selatan. Peledakan air deck menggunakan geometri burden 7 m, spasi 8 m, kedalaman lubang ledak 7 m, banyak lubang 47 lubang, stemming 4,1 m, air deck 0,5 m, dan PC 2,4 m. Hasil peledakan dengan konfigurasi ini menghasilkan rata – rata 62,05% fragmentasi yang lolos pada target ayakan 120 cm yang diinginkan perusahaan. Panjang kolom air deck divariasikan menjadi 0,6 m – 1,0 m untuk mendapat hasil lebih baik, sedangkan faktor lainnya dibiarkan tetap sama dengan geometri peledakan awal. Dimana dengan perubahan panjang kolom air deck menjadi 0,9 m menhasilkan persentase hasil paling optimum pada ayakan 120 cm sebesar 96,82%.
OPTIMALISASI CADANGAN BATUBARA SEAM P PADA DESAIN PIT PQRT PT BERAU COAL Nashita, H.; Ibrahim, E.; Puspita, M.
Jurnal Pertambangan Vol. 7 No. 3 (2023): Agustus 2023
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v7i3.1677

Abstract

Pit PQRT merupakan salah satu pit yang berada di Site Lati yang menjadi penyumbang terbesar dalam produksi batubara PT Berau Coal pada tahun 2022, yaitu mencapai 7.951.581 ton. Permintaaan pasar terhadap batubara seam P juga meningkat seiring dengan peningkatan konsumsi batubara dunia. Pada kondisi aktual pit PQRT terdapat di sisi barat high wall pada elevasi -70 berpotensi untuk dilakukan optimalisasi batubara. Oleh karena itu diperlukan perencanaan kembali desain pit PQRT untuk mengoptimalkan volume cadangan batubara seam P, menghitung volume overburden dan batubara seam P sebelum dan setelah dilakukan optimalisasi serta nilai break even stripping ratio (BESR) dan stripping ratio (SR) ekonomis apabila dilakukan optimalisasi batubara. Perancangan desain optimalisasi batubara seam P pit PQRT dilakukan menggunakan software MineScape 5.7. Berdasarkan rekomendasi geoteknik PT Berau Coal direncanakan single slope 55o, overall slope 32o, tinggi lereng tunggal 10 meter, lebar jenjang 5 meter, dan lebar jalan angkut 35 meter. Desain pit optimalisasi menghasilkan request level (RL) tertinggi 80 dan RL terendah -90 dengan faktor keamanan (FK) 1,24 untuk overall slope dan FK 1,21 untuk single slope. Hasil perhitungan total cadangan untuk area optimalisasi batubara seam P pit PQRT sebesar 114.637 ton untuk batubara dan sebesar 527.039 BCM untuk overburden maka total cadangan pit PQRT tahun 2023 apabila ditambahkan dengan volume cadangan optimalisasi sebesar 8.066.218 ton batubara dan 124.841.039 BCM overburden. Nilai BESR dan SR Ekonomis untuk penambahan volume batubara dan overburden pada desain pit optimalisasi sebesar 47,8 dan 33,46.
RANCANGAN PENAMBANGAN DENGAN PENANGANAN MATERIAL OPD ABC TIMUR DI PIT MIDDLE PT BANJARSARI PRIBUMI Marbun, T.; ., Bochori; Puspita, M.
Jurnal Pertambangan Vol. 8 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v8i1.1697

Abstract

PT Banjarsari Pribumi merencanakan target produksi satu juta ton batubara dari pit middle pada tahun 2023, sehingga diperlukan suatu perencanaan penambangan yang dapat menunjang pencapaian produksi. Penelitian bertujuan untuk merencanakan penambangan yang mencakup desain pit dan disposal, sequence penambangan bulanan dengan penanganan matrial OPD ABC timur dan analisis keperluan alat gali muat dan angkut. Perancangan pit penambangan, disposal dan sequence bulanan dibuat menggunakan bantuan software minescape 5.7 dengan cara dilakukan penentuan blok penambangan dengan uji coba secara berulang serta batasan nilai stripping ratio 6,2 dan target produksi bulanan yang ditetapkan. Berdasarkan hasil rancangan pit diperoleh perhitungan volume 1.014.675 ton batubara dan 5.821.600 BCM overburden dengan stripping ratio 5,74. Rancangan pit dibuat dengan memperhitungkan pengambilan kembali material OPD ABC timur yang berada di pit middle dan rancangan sekuen penambangan dijadwalkan bulanan yang dapat memenuhi pencapaian produksi batubara sebanyak satu juta ton. Arah penambangan dimulai dari side wall timur melanjutkan penambangan sebelumnya menuju side wall barat dengan luas bukaan 39,18 Ha. Rancangan penimbunan disposal dibuat secara inpit dump pada area IPD ABC seluas 44,30 Ha yang dapat menampung overburden sebesar 7,99 juta BCM.
SELECTION OF CREATIVE ECONOMIC MSMEs FOR MINING COMMUNITIES IN LAHAT REGENCY USING ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS Puspita, M.; Bochori, Bochori; Ibrahim, M. M.; Purbasari, I. D. A.; Almentirado, M. D.
Jurnal Pertambangan Vol. 8 No. 4 (2024): November 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v8i4.2906

Abstract

The sustainability of the mining industry is highly dependent on the availability of natural reserves of minerals. The conversion of land that was originally intended as a forest or garden into a mining area has caused people around the mine to change professions. However, professions or businesses that arise as a result of mining activities can only last as long as the mine is still operating. Then a big question mark arises regarding the sustainability of the community's economy after mining. With limited resources, MSMEs (micro, small and medium enterprises) based on the creative economy are one of the businesses that can be applied to empower post-mining communities. This study aims to determine the ranking of alternative creative economy MSMEs that can be developed in communities around the mine in Lahat Regency. The method used is the analytical hierarchy process (AHP). This study was conducted by determining the criteria for creative economy MSME businesses and alternatives and then continued with collecting primary data for paired comparisons using a questionnaire. Furthermore, data processing was carried out to determine alternative rankings and consistency ratio testing. The results of the study showed that the highest ranking of alternative creative economy MSMEs was the snack food culinary subsector, followed by the woven craft subsector, the textile craft subsector, and the traditional beverage culinary subsector in sequence.
THE IMPACT OF CHANGES IN ROYALTY RATES ON COMPANY PROFITABILITY: A CASE STUDY OF PT BUKIT ASAM TBK Puspita, M.; Arafiq, R. M.; Gobel, A. P.; Oktarinasari, E.; Amalia, R.
Jurnal Pertambangan Vol. 9 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v9i1.2907

Abstract

In recent years, the Indonesian government has twice amended the regulations regarding coal royalty rates, namely in 2019 and 2022. Based on Government Regulation No. 81 of 2019, coal royalty rates range from 3-7% (open pit) and 2-6% (underground), depending on the calorific value. Following the implementation of Government Regulation No. 26 of 2022, coal royalty rates have undergone significant changes, ranging from 5% to 13.5% depending on the calorific value and the government-set reference coal price. This new policy is deemed risky for reducing profitability due to the increased amount of royalties that must be paid. This study aims to calculate the increase in royalty costs and assess the financial performance of companies in adapting to the policy using the net profit margin (NPM). The results show that in the fourth quarter of 2022, there was a 107.63% increase in royalty costs. However, this increase in royalties did not cause the companies' profitability to decline. The NPM percentage tended to increase during the period from 2020 to 2022, reaching 13.9%, 27.5%, and 30%, respectively. This was partly due to an increase in sales volume and improved coal prices in 2022. Thus, it can be concluded that the increase in sales volume and coal prices during this period had a positive impact in offsetting the rise in royalty rates caused by the implementation of Government Regulation No. 26 of 2022. As a result, PT Bukit Asam, Tbk's NPM continued to show a positive trend during this period.
PERFORMANCE AND OPERATIONAL COSTS OF STRIPPING OVERBURDEN AT PT BUMI SEKUNDANG ENIM ENERGY Puspita, M.; Wijaya, S.; Oktarinasari, E.; Mahdyrianto, F.; Erwedi
Jurnal Pertambangan Vol. 9 No. 3 (2025): Agustus 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v9i3.2930

Abstract

The plan for overburden stripping at PT Bumi Sekundang Enim Energy's Pit AB was 332,829.17 BCM/month, but the company was unable to achieve this target. This study aims to evaluate the performance of overburden stripping, identify obstacles that affect overburden stripping, and calculate the costs of overburden stripping before and after improvements are made to overcome these obstacles. This study uses a descriptive-analytical quantitative approach with a case study at PT Bumi Sekundang Enim Energy. The actual productivity of the transport equipment obtained is 20.5 BCM/hour, lower than the specified target of 22.37 BCM/hour. The failure to achieve this overburden stripping was due to obstacles that reduced effective working time and mechanical equipment efficiency. Improvements were made to delay time and idle time, successfully reducing total downtime by 40.64%. As a result, mechanical equipment efficiency increased to 77.82%. After the improvements were made, the productivity of the transport equipment increased to 25.67 BCM/hour and the overburden stripping target was achieved with a percentage of 114.76%. The operational costs of overburden stripping consist of excavation and transportation costs by mechanical equipment. The costs taken into account include fuel, lubricants and filters, tire and undercarriage replacement, ground engaging tools replacement, and operator wages. The operational cost of stripping overburden before the improvement was Rp 20,473/BCM, but after the improvement, the cost decreased by 20.14% to Rp 16,350/bcm.