Kiryanto
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Profitability, Capital Intensity, Inventory Intensity Terhadap Tax Avoidance Dengan Dewan Komisaris Sebagai Variabel Moderasi (Studi Kasus Pada Perusahaan Manufaktur Di BEI 2021-2023) Eva Cahyaningrum; Kiryanto
Jurnal Ilmiah Raflesia Akuntansi Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Raflesia Akuntansi
Publisher : Politeknik Raflesia Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to examine the effect of profitability, capital intensity and inventory intensity on tax avoidance with the board of commissioners as a moderating variable. This study uses a quantitative approach with secondary data research through annual reports. The population in this study were manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) in the period 2021 to 2023. The sampling technique used was purposive sampling. Based on the results of this technique, data was obtained for 213 companies. The data analysis technique in this study used multiple linear regression analysis which was processed using the SPSS version 26 software application. The results of this study indicate that Profitability has a positive and significant effect on tax avoidance. Capital intensity has a negative and significant effect on tax avoidance. Inventory intensity has a negative and significant effect on tax avoidance. The board of commissioners weakens and significantly affects the relationship between Profitability and tax avoidance. The board of commissioners strengthens and significantly affects the relationship between capital intensity and tax avoidance. The board of commissioners strengthens and significantly affects the relationship between Inventory integrity and tax avoidance.
PENGARUH PROFITABILITAS, UKURAN PERUSAHAAN, DAN KOMISARIS INDEPENDEN TERHADAP PENGHINDARAN PAJAK Huda, Fathin Kamalia Zulfa; Kiryanto
Jurnal Riset Ilmu Akuntansi Vol. 7 No. 1 (2026): Volume 7 Nomor 1 Tahun 2026: Maret 2026
Publisher : Program Studi Akuntansi Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/jria.v7i1.6559

Abstract

Kajian ini difokuskan pada penelaahan bagaimana profitabilitas, besaran perusahaan, serta komposisi komisaris independen berperan dalam memengaruhi praktik penghindaran pajak pada perusahaan manufaktur subsektor barang konsumsi primer yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang periode 2021–2023. Dorongan dilakukannya riset ini berangkat dari kenyataan bahwa strategi penghindaran pajak masih marak terjadi di Indonesia. Pendekatan kuantitatif digunakan dalam penelitian ini dengan teknik purposive sampling. Dari 44 perusahaan yang sesuai kriteria, terkumpul 132 observasi firm-year. Data penelitian bersumber dari laporan keuangan serta laporan tahunan yang tersedia di BEI. Variabel independen mencakup profitabilitas yang diproksikan dengan Return on Assets (ROA), ukuran perusahaan dengan indikator logaritma natural total aset, serta keberadaan komisaris independen yang dilihat dari proporsi dalam struktur dewan. Variabel dependen berupa penghindaran pajak diukur dengan Cash Effective Tax Rate (CETR). Pengolahan data dilakukan melalui analisis regresi linier berganda dengan perangkat SPSS, setelah sebelumnya model diuji kelayakannya melalui uji asumsi klasik. Hasil estimasi memperlihatkan bahwa profitabilitas berpengaruh negatif dan signifikan terhadap penghindaran pajak. Sebaliknya, ukuran perusahaan dan proporsi komisaris independen tidak memberikan pengaruh yang berarti. Namun, ketika dianalisis secara simultan, ketiga variabel tersebut terbukti bersama-sama memengaruhi penghindaran pajak. Secara substantif, temuan ini menegaskan bahwa perusahaan yang lebih menguntungkan cenderung patuh terhadap kewajiban pajaknya, sedangkan faktor skala perusahaan maupun proporsi komisaris independen belum mampu secara efektif menekan kecenderungan menghindari pajak. Penelitian ini diharapkan memberi kontribusi konseptual pada literatur akuntansi, sekaligus masukan praktis bagi regulator dan praktisi dalam memahami determinan kepatuhan pajak korporasi.