Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Hubungan Durasi Penggunaan Gawai dengan Handgrip Strength pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Angkatan 2022 Maharani, Faadhilah Indira; Setiadi, Tjie Haming
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jsi.v7i01.161

Abstract

Penggunaan gawai (smartphone, tablet) yang berlebihan di kalangan mahasiswa dapat mempengaruhi kesehatan fisik, termasuk kekuatan genggaman tangan (handgrip strength). Studi ini dilakukan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara durasi penggunaan gawai dengan handgrip strength pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2022. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah analitik observasional dengan desain cross-sectional atau potong lintang. Subjek pada studi ini merupakan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2022 yang sudah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data durasi penggunaan gawai dikategorikan menjadi dua kelompok yaitu, penggunaan tinggi (≥ 7 jam/hari) dan penggunaan rendah (< 7 jam/hari), berdasarkan kuesioner Handgrip strength diukur menggunakan hand dynamometer CAMRY. Analisis data dilakukan dengan uji Mann-Whitney U untuk membandingkan handgrip strength antara kedua kelompok. Total 130 mahasiswa berpartisipasi dalam penelitian ini. Rata-rata handgrip strength tangan dominan untuk kelompok penggunaan tinggi adalah 22,79 ± 6,80 kg, sedangkan untuk kelompok penggunaan rendah adalah 29,38 ± 7,91 kg. Uji Mann-Whitney U menunjukkan perbedaan yang signifikan dalam handgrip strength antara kedua kelompok (U = 951,500, p < 0,001). Maka dari itu, dapat disimpulkan bahwa mahasiswa dengan durasi penggunaan gawai yang lebih tinggi memiliki handgrip strength yang lebih rendah.
Pengaruh durasi dan posisi mengetik terhadap gejala Carpal Tunnel Syndrome pada karyawan Universitas Tarumanagara Sitorus, Ribka Anggeline Hariesti; Setiadi, Tjie Haming
Tarumanagara Medical Journal Vol. 6 No. 2 (2024): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v6i2.33360

Abstract

Carpal Tunnel Syndrome (CTS), kumpulan gejala yang terjadi akibat adanya tekanan yang diberikan oleh terowongan karpal pada saraf medianus di pergelangan tangan, sering dialami oleh pekerja yang mengetik dalam durasi lama dengan posisi tidak ergonomis. Studi ini bertujuan menganalisis pengaruh durasi dan posisi mengetik dengan insiden gejala CTS pada karyawan Universitas Tarumanagara. Studi analitik dengan desain cross-sectional dilakukan terhadap 145 responden yang dikumpulkan melalui metode non-random sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner dan pemeriksaan fisik untuk mendeteksi CTS. Hasil studi menunjukkan 30 (20,7%) responden mengalami gejala CTS, sementara 115 (79,3%) tidak mengalami CTS. Mayoritas responden mengetik lebih dari 55 menit per hari tanpa jeda (134; 92,4%), dengan 98 (67,6%) responden diantaranya mengetik dengan posisi yang tidak ergonomis. Analisis risiko menunjukkan bahwa durasi mengetik lama meningkatkan risiko CTS hingga 2,38 kali (PRR = 2,38), sementara posisi mengetik yang tidak ergonomis meningkatkan risiko CTS hingga 3,12 kali (PRR = 3,12). Meski analisis menunjukkan tidak ada hubungan signifikan antara durasi mengetik dan gejala CTS (p-value = 0,460), namun terdapat hubungan signifikan antara posisi mengetik yang salah dan gejala CTS (p-value = 0,012). Temuan ini menekankan pentingnya praktik ergonomis, seperti penyesuaian posisi mengetik dan pengambilan jeda dalam upaya mencegah CTS di lingkungan kerja, terutama pada karyawan yang sering menggunakan komputer.
PREVALENCE OF SCOLIOSIS AND LIMB LENGTH DISCREPANCY AMONG ADOLESCENTS : A CROSS-SECTIONAL STUDY IN SURABAYA Kristie, Ivana; Setiadi, Tjie Haming
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.44178

Abstract

Skoliosis merupakan kelainan bentuk tulang belakang yang dapat terjadi pada remaja dan berhubungan dengan ketidakseimbangan panjang tungkai bawah. Gangguan ini dapat menyebabkan adaptasi postural yang berpotensi memicu keluhan muskuloskeletal jangka panjang. Penelitian potong lintang ini bertujuan untuk mengetahui proporsi skoliosis dan hubungannya dengan ketidakseimbangan panjang tungkai bawah pada remaja sekolah menengah atas di Surabaya. Sebanyak 276 siswa berusia 14–19 tahun menjalani skrining menggunakan Adam’s Forward Bending Test untuk mendeteksi skoliosis. Responden yang menunjukkan hasil positif kemudian menjalani pemeriksaan lanjutan menggunakan Tes Galeazzi untuk menilai ketidakseimbangan panjang femur dan tibia, serta dilakukan pengukuran panjang tungkai sebenarnya dan semu guna membedakan kelainan struktural dan fungsional. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi skoliosis sebesar 17,4%, dengan proporsi tertinggi pada kelompok usia 17 tahun. Pemeriksaan Galeazzi menunjukkan adanya ketidakseimbangan tibia pada 29,2% dan femur pada 22,9% dari kasus skoliosis. Pengukuran panjang tungkai semu menunjukkan derajat asimetri yang lebih besar dibandingkan pengukuran panjang sebenarnya, yang mengindikasikan bahwa ketidakseimbangan postural memberikan pengaruh lebih besar dibandingkan perbedaan struktural tulang. Temuan ini menunjukkan bahwa skoliosis pada masa remaja berkaitan erat dengan adaptasi fungsional ekstremitas bawah akibat gangguan postur. Oleh karena itu, diperlukan pemeriksaan yang mencakup evaluasi tulang belakang dan tungkai bawah untuk deteksi secara dini pada populasi remaja.
Hubungan Durasi Penggunaan Gawai dengan Handgrip Strength pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Angkatan 2022 Maharani, Faadhilah Indira; Setiadi, Tjie Haming
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jsi.v7i01.161

Abstract

Penggunaan gawai (smartphone, tablet) yang berlebihan di kalangan mahasiswa dapat mempengaruhi kesehatan fisik, termasuk kekuatan genggaman tangan (handgrip strength). Studi ini dilakukan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara durasi penggunaan gawai dengan handgrip strength pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2022. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah analitik observasional dengan desain cross-sectional atau potong lintang. Subjek pada studi ini merupakan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2022 yang sudah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data durasi penggunaan gawai dikategorikan menjadi dua kelompok yaitu, penggunaan tinggi (≥ 7 jam/hari) dan penggunaan rendah (< 7 jam/hari), berdasarkan kuesioner Handgrip strength diukur menggunakan hand dynamometer CAMRY. Analisis data dilakukan dengan uji Mann-Whitney U untuk membandingkan handgrip strength antara kedua kelompok. Total 130 mahasiswa berpartisipasi dalam penelitian ini. Rata-rata handgrip strength tangan dominan untuk kelompok penggunaan tinggi adalah 22,79 ± 6,80 kg, sedangkan untuk kelompok penggunaan rendah adalah 29,38 ± 7,91 kg. Uji Mann-Whitney U menunjukkan perbedaan yang signifikan dalam handgrip strength antara kedua kelompok (U = 951,500, p < 0,001). Maka dari itu, dapat disimpulkan bahwa mahasiswa dengan durasi penggunaan gawai yang lebih tinggi memiliki handgrip strength yang lebih rendah.
Pengaruh Kurangnya Aktivitas Fisik Terhadap Nyeri Punggung Bawah Pada Mahasiswa/I Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Angkatan 2021-2022 Tampubolon, Samuel Raja Niapul; Setiadi, Tjie Haming
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 4 (2025): Volume 12 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i4.15898

Abstract

Nyeri punggung bawah merupakan keluhan umum yang sering terjadi di kalangan mahasiswa kedokteran, yang dapat berdampak signifikan terhadap kinerja akademis dan profesional mereka. Telah diusulkan bahwa aktivitas fisik dapat membantu mengurangi ketidaknyamanan pada punggung bawah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memastikan bagaimana ketidaknyamanan punggung bawah dan ketidakaktifan fisik mahasiswa kedokteran berhubungan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain cross-sectional. International Physical Activity Questionnaire (IPAQ) digunakan untuk mengukur tingkat aktivitas fisik dari 288 partisipan yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Oswestry Disability Index (ODI) digunakan untuk menentukan ada tidaknya nyeri punggung bawah. Evaluasi dibuat dalam bentuk formulir Google, yang kemudian akan diisi oleh para mahasiswa kedokteran. Hubungan antara kedua variabel ini diuji secara statistik dengan menggunakan uji chi-square. Hasilnya menunjukkan nilai p-value chi-square sebesar 0,294, berada di atas tingkat signifikansi konvensional sebesar 0,05. Hasil ini menyiratkan bahwa tidak ada korelasi yang signifikan secara statistik antara kejadian nyeri punggung bawah pada populasi penelitian dan ketidakaktifan. Kurangnya korelasi yang signifikan menyiratkan bahwa variabel lain mungkin lebih penting dalam menentukan apakah mahasiswa kedokteran menderita ketidaknyamanan punggung bawah. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi faktor risiko alternatif dan intervensi potensial untuk mengatasi nyeri punggung bawah pada demografi ini.