Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Nilai Taqbebangkolo Kaitanya dalam Pembelajaran Sastra Haeruddin Haeruddin; I Nengah Marta; I Wayan Artika
Jurnalistrendi : Jurnal Linguistik, Sastra dan Pendidikan Vol 8 No 1 (2023): Edisi April 2023
Publisher : Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jurnalistrendi.v8i1.1326

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendiskripsikan (1) Nilai Taqbe Bangkolo di Desa Jia Kecamatan Sape Kabupaten Bima Nusa Tengara Barat. (2) Mendeskripsikan fungsi Taqbe Bangkolo di Desa Jia Kecamatan Sape Kabupaten Bima Nusa Tengara Barat. (3) Mendeskripsikan Taqbe Bangkolo kaitanya dalam pembelajaran sastra. Jenis penelitian ini mengunakan jenis penelitian kualitatif deskripsi yaitu penelitian yang bersifat mengambar suatu fenomena. Subjek penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah peneliti mengambil sampel pada jumlah yang terkecil agar penelitian agar penelitian yang dilakukan jauh dari kesalahan-kesalahan yang menghambat kelancaran penelitian. Objek penelitian ini adalah Taqbe Bangkolo. Instrumen pengumpulan data pada penelitian ini yaitu mengunakan teknik observasi partisipatif, teknik wawancara, teknik mencacat, teknik rekaman, teknik dokumen (content analysis) dan teknik analisis data. Hasil penelitian nilai Taqbe Bangkolo kaitanya dalam pembelajaran sastra bahwa (1) nilai tradisi lisan cerita rakyat Taqbe Bangkolo yang meliputi (a) nilai maja labo dahu (malu dan takut) (b) pengamalan nilai maja labo dahu (malu dan takut) (c) penyebaran nilai maja labo dahu (malu dan takut) yang terdiri dari unsur bahasa dan unsur sistem teknologi yang meliputi pakaian, perumahan dan senjata (d) nilai moral terdiri dari agama, nilai tanggung jawab, nilai hubungan manusia dengan sesama manusia yang terdapat beberapa bagian yaitu gotong royong, nilai peduli, nilai pemaaf dan nilai balas budi (2) cerita rakyat Taqbe Bangkolo (3) struktural cerita rakyat Taqbe Bangkolo terdiri dari dua yaitu struktur lahir dan batin. (4) fungsi cerita rakyat Taqbe Bangkolo ada beberapa bagian yaitu (a) pedoman kehidupan (b) alat pendidikan (c) alat hiburan. (5) cerita rakyat Taqbe Bangkolo kaitanya dalam pembelajaran sastra. Berdasarkan hasil penelitian cerita rakyat Taqbe Bangkolo mengandung nilai yang sangat bermanfaat bagi peserta didik di sekolah menengah atas dan memiiki kaitanya dalam pembelajaran sastra. Kata Kunci: nilai, taqbe bangkolo, pembelajaran sastra
Integrasi Mamangan Adat Minangkabau dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Berbasis Teori Konstruktivisme Sosial Vygotsky untuk Pengembangan Literasi Kritis Mohd Bahaudin Ihsan; I Wayan Artika
Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol 1 No 2 (2025): November: Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan: Scripta Humanika
Publisher : CV SCRIPTA INTELEKTUAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65310/sa4nx985

Abstract

Critical literacy is an essential competence in Indonesian language education, enabling students to analyze, evaluate, and reflect on texts by considering their social, cultural, and ideological dimensions. This study aims to develop an Indonesian language learning model that integrates Minangkabau mamangan adat with Vygotsky’s social constructivist theory to enhance students’ critical literacy. As a form of local wisdom rich in philosophical, moral, and socio-cultural values, mamangan adat serves as an authentic and contextual learning medium that connects language, culture, and power relations. This theoretical study employs a qualitative approach using a systematic literature review of 72 sources published between 2019 and 2024, covering social constructivism, ethnopedagogy, critical literacy, and Minangkabau local wisdom. The analysis, conducted through narrative synthesis, reveals that mamangan adat aligns closely with key principles of Vygotskian theory, particularly cultural mediation, the zone of proximal development, and social scaffolding. The integration of mamangan adat facilitates critical literacy development through symbolic meaning deconstruction, cultural value analysis, and critical reflection on social power relations. The proposed framework emphasizes dialogic learning and positions students as active constructors of knowledge within culturally responsive pedagogy.