Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

IMPLEMENTASI SISTEM REMUNERASI BADAN LAYANAN UMUM PADA POLITEKNIK PELAYARAN SURABAYA Putri, Frita Ayu Sistyana
TEMA Vol 11, No 1 (2010)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan implementasi sistem remunerasi BLU pada Politeknik Pelayaran Surabaya dengan menggunakan teori implementasi yang dikembangkan oleh Edward III sebagai alat analisisnya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan model penelitian studi kasus. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komunikasi dan sumber daya adalah unsur-unsur yang mendukung dalam pelaksanaan sistem remunerasi BLU Politeknik Pelayaran Surabaya. Komunikasi yang dilakukan Politeknik Pelayaran Surabaya telah diterapkan dengan konsisten dengan memberikan sosialisasi kepada pegawai. Sumber daya yang dimiliki Politeknik Pelayaran Surabaya, baik sumber daya manusia dan sumber daya finansial sangat memadai untuk mendukung pelaksanaan remunerasi,  sedangkan disposisi dan struktur birokrasi adalah unsur-unsur yang perlu mendapatkan evaluasi agar sistem remunerasi BLU pada Politeknik Pelayaran Surabaya dapat diimplementasikan dengan lebih baik. Beberapa permasalahan terkait disposisi adalah adanya beberapa atasan yang memberikan nilai rata-rata kepada pegawai dan subjektif dalam memberikan penilaian, sedangkan permasalahan dalam struktur birokrasi adalah terkait penilian kinerja yang diberikan implementor cenderung lebih tinggi daripada yang seharusnya kepada bawahannya. Kata Kunci: Implementasi, Remunerasi, Teori Implementasi Kebijakan, George Edward III
Rancang Bangun Sistem Alarm dan Shutdown Otomatis Pada Pipa Discharge Gas Kapal Fpso (Floating Production Storage and Offloading) Santoso, Agus Dwi; Bhaskara, Dewa Gede Aditya; Moejiono, Moejiono; Putri, Frita Ayu Sistyana; Joewono, Andrew
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.8122

Abstract

Sistem perpipaan gas bertekanan tinggi pada fasilitas Floating Production Storage and Offloading (FPSO) merupakan komponen kritis yang memiliki risiko tinggi terhadap kebocoran dan ledakan yang dapat mengancam keselamatan awak kapal serta instalasi . Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem proteksi otomatis sebagai langkah preventif terhadap bahaya kebakaran dan kebocoran gas pada pipa discharge gas FPSO. Metode penelitian yang diterapkan adalah Research and Development (R&D) dengan mengintegrasikan sensor gas MQ-2 dan sensor api (flame sensor) berbasis mikrokontroler ESP32 sebagai pusat kendali . Sistem ini dirancang untuk melakukan pemantauan kondisi abnormal secara real-time dan memberikan respons mandiri melalui mekanisme fail-safe. Ketika kadar gas atau keberadaan api terdeteksi melebihi ambang batas aman, sistem secara otomatis memicu alarm buzzer, menyalakan indikator LED merah, dan mengaktifkan mekanisme shutdown dengan memutus aliran gas melalui solenoid valve. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu bekerja secara responsif dengan titik kritis shutdown otomatis pada kadar gas 415 PPM . Deteksi maksimal pada sensor gas tercapai pada jarak 5 cm dengan nilai 987 PPM (4,92 V), sementara sensor api menunjukkan kecepatan respons instan sebesar 0,52 detik pada jarak dekat. Meskipun analisis perhitungan menunjukkan nilai error sebesar 20% pada sensor gas akibat faktor hysteresis dan kondisi lingkungan terbuka, sistem secara keseluruhan memiliki tingkat keberhasilan fungsional sebesar 80% . Implementasi perangkat ini memiliki potensi besar sebagai solusi teknis untuk meningkatkan standar keselamatan kerja maritim dan mencegah kecelakaan kerja fatal pada instalasi pipa gas di lingkungan operasional kapal FPSO
Implementasi Manajemen Risiko pada Institusi Pendidikan Kedinasan: Persepektif Auditor Internal Ita Masita; Frita Ayu Sistyana Putri
Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi, Keuangan & Bisnis Syariah Vol. 7 No. 12 (2025): Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi, Keuangan & Bisnis Syariah
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/alkharaj.v7i12.10029

Abstract

This study aims to explore the implementation of risk management in higher education from the perspective of internal auditors. It describes how risk management is applied, particularly in government-affiliated higher education institutions. This research uses an interpretive case study approach conducted at a state-managed educational institution in Indonesia. The researchers explored the implementation of risk management through data collection methods such as interviews, participant observation, and document analysis. Risk management implementation has not been effective, as indicated by the risk maturity level being at level 2 (risk aware). This is due to risk management not yet being an organizational priority. Several challenges hinder effective risk management, including the absence of a dedicated risk management structure or unit, low understanding and awareness of the importance of risk management, limited human resources, and the lack of comprehensive risk management practices based on established standards such as ISO 31000:2018. As a result, not all organizational risks—such as fraud, tax miscalculation, asset risks, and others—are adequately addressed. This study requires a broader scope by involving multiple research objects and is limited by the availability of source documents, which require approval or special access. The research is valuable for leaders and managers in higher education in understanding the importance of risk management, helping them formulate policies to support effective risk management. It is also beneficial for enhancing the role of internal audit by identifying potential causes of deficiencies in risk management.
Pengaruh Proses Behandle Oleh Bea Cukai Terhadap Biaya Tambahan Pengguna Jasa Petikemas Impor Di PT. Terminal Petikemas Surabaya Bika Mukhtaruddin; Maulidiah Rahmawati; Frita Ayu Sistyana Putri; Indah Ayu Johanda Putri
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8822

Abstract

Kegiatan pemeriksaan fisik barang (behandle) merupakan salah satu proses kepabeanan yang dilakukan terhadap petikemas impor untuk memastikan kesesuaian barang dengan dokumen impor. Proses ini memerlukan aktivitas operasional tambahan yang berpotensi menimbulkan biaya tambahan bagi pengguna jasa petikemas impor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh proses pemeriksaan fisik barang (behandle) terhadap biaya tambahan pengguna jasa petikemas impor di PT Terminal Petikemas Surabaya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian causal explanatory. Data yang digunakan merupakan data sekunder berupa data operasional kegiatan behandle dan biaya tambahan selama periode Januari–Desember 2024 dengan total 36 observasi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi, observasi, dan studi pustaka. Analisis data menggunakan regresi linier sederhana dengan bantuan IBM SPSS Statistics. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pemeriksaan fisik barang (behandle) berpengaruh positif dan signifikan terhadap biaya tambahan pengguna jasa petikemas impor. Hasil uji t menunjukkan nilai signifikansi < 0,05, sehingga hipotesis penelitian diterima. Persamaan regresi yang diperoleh yaitu Y = -26.740.770,919 + 1.365.647,007X, yang menunjukkan bahwa setiap peningkatan satu satuan kegiatan behandle meningkatkan biaya tambahan sebesar Rp1.365.647. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,949 menunjukkan bahwa 94,9% variasi biaya tambahan dapat dijelaskan oleh jumlah kegiatan behandle, sedangkan 5,1% dipengaruhi faktor lain di luar model. Dengan demikian, peningkatan jumlah kegiatan behandle terbukti meningkatkan biaya tambahan pengguna jasa petikemas impor.
Pengaruh Kinerja Trucking dalam Proses Pemuatan Clinker Oleh PT. Varia Usaha Bahari di Pelabuhan Maspion Gresik Devanda Dhian Pramana Putra; Maulidiah Rahmawati; Frita Ayu Sistyana Putri; Indah Ayu Johanda Putri
JURAL RISET RUMPUN ILMU TEKNIK Vol. 5 No. 2 (2026): Agustus: Jurnal Riset Rumpun Ilmu Teknik
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurritek.v5i2.9094

Abstract

Trucking peirformancei is onei of thei important factors in supporting thei smoothneiss of thei clinkeir loading proceiss at PT. Varia Usaha Bahari, Maspion Port, Greisik. In practicei, seiveiral obstacleis arei still eincounteireid, such as deilays in truck arrivals, leiss optimal veihiclei conditions, and opeirational coordination that has not beiein fully maximizeid. Theisei conditions may affeict thei smoothneiss of thei clinkeir loading proceiss. This study aims to deiteirminei thei condition of trucking peirformancei in thei clinkeir loading proceiss baseid on deiscriptivei analysis and to deiteirminei thei eiffeict of trucking peirformancei on thei clinkeir loading proceiss baseid on simplei lineiar reigreission analysis. This study useid a quantitativei meithod with deiscriptivei analysis and simplei lineiar reigreission. Thei data weirei obtaineid through queistionnaireis distributeid to reispondeints involveid in clinkeir loading activitieis. Thei reisults showeid that trucking peirformancei was in thei good cateigory, with aveiragei indicator scoreis ranging from 3.7 to 3.9. Thei higheist indicator was opeirational coordination and communication at 3.9, whilei thei loweist indicator was loading punctuality at 3.7. Thei reisults of thei simplei lineiar reigreission showeid thei eiquation Y = 249.374 + 34.930X, which meians that trucking peirformancei has a positivei eiffeict on thei clinkeir loading proceiss. Thei significancei valuei of 0.000 < 0.05 indicateis that thei eiffeict is significant. Theireiforei, thei beitteir thei trucking peirformancei, thei beitteir thei clinkeir loading proceiss.
Risk-Based Maritime Safety Management, Operational Efficiency, and Financial Performance Ita Masita; Frita Ayu Sistyana Putri; Agus Dwi Santoso; Rorusman Jadid Nurhadi
International Journal of Marine Engineering Innovation and Research Vol. 11 No. 3 (2026): In Progress
Publisher : Department of Marine Engineering, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25481479.v11i3

Abstract

Abstrak ¾ Operasi terminal kontainer mengandung berbagai risiko operasional yang dapat mempengaruhi efisiensi operasional dan kinerja keuangan. Studi ini bertujuan untuk menguji pengaruh Manajemen Keselamatan Maritim Berbasis Risiko (Risk-Based Maritime Safety Management/RBMSM) terhadap Efisiensi Operasional dan Kinerja Keuangan di Terminal Kontainer Semarang, serta peran mediasi Efisiensi Operasional. Manajemen Keselamatan Maritim Berbasis Risiko (RBMSM) dikembangkan berdasarkan integrasi Kode Manajemen Keselamatan Internasional (International Safety Management Code/ISM) dan Kerangka Kerja Manajemen Risiko ISO 31000. Pendekatan penjelasan kuantitatif digunakan dengan menggunakan data yang dikumpulkan dari 150 karyawan operasional melalui pengambilan sampel. Data dianalisis menggunakan Pemodelan Persamaan Struktural Kuadrat Terkecil Parsial (Partial Least Squares Structural Equation Modeling/PLS-SEM). Hasil menunjukkan bahwa Manajemen Keselamatan Maritim Berbasis Risiko (RBMSM) mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap Efisiensi Operasional (β = 0,587; p < 0,001) dan Kinerja Keuangan (β = 0,312; p < 0,001). Efisiensi Operasional juga secara signifikan mempengaruhi Kinerja Keuangan (β = 0,521; p < 0,001) dan hubungan memediasi antara Manajemen Keselamatan Maritim Berbasis Risiko (RBSMM) dan Kinerja Keuangan (β = 0,306; p < 0,001). Temuan ini menunjukkan bahwa implementasi manajemen keselamatan maritim berbasis risiko yang efektif berkontribusi pada pengurangan gangguan operasional dan peningkatan kinerja keuangan. Studi ini menyimpulkan bahwa RBMSM adalah kemampuan strategi organisasi yang mendukung keunggulan operasional dan kelangsungan keuangan. . Kata kunci - Manajemen Keselamatan Maritim Berbasis Risiko; Efisiensi Operasional; Kinerja Keuangan; Wadah Terminal
Optimalisasi Penerapan Ship Security Plan Dalam Implementasi ISPS Code: (Studi Kasus: Kapal MV. Meratus Project 1) Muhammad Rachmad Wicaksono; Dety Sutralinda; Frita Ayu Sistyana Putri; Arleiny
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i3.2112

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penerapan Ship Security Plan dalam implementasi ISPS Code untuk menjaga keamanan kapal, awak kapal, muatan, dan kelancaran operasional pelayaran. MV. Meratus Project 1 sebagai kapal general cargo dengan muatan loose cargo berupa fabrikasi baja beroperasi pada rute domestik antara Jetty PT. IHI POWER SERVICE Serang, Banten dan Jetty PT. AMMAN MINERAL International Tbk Benete, Sumbawa. Mulai tanggal 29 Juli 2024 – 29 Juli 2025 praktik laut, kapal beroperasi pada security level 1 dan tidak mengalami ancaman keamanan dan kendala, namun tetap melaksanakan prosedur keamanan serta drill secara konsisten. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis prosedur pelaksanaan Ship Security Plan dalam implementasi ISPS Code di kapal serta Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Wawancara dilakukan dengan Chief Officer sebagai perwakilan crew deck dan Masinis 1 sebagai perwakilan crew engine. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif dan diperkuat dengan triangulasi regulasi internasional dan nasional terkait keamanan kapal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prosedur pelaksanaan Ship Security Plan di MV. Meratus Project 1 telah berjalan dengan baik, konsisten, dan bersifat preventif melalui pengawasan akses ke kapal, pengamanan area terbatas, pengawasan muatan dan ship’s stores, serta pelaksanaan drill keamanan. di kapal MV.Meratus Project 1, prosedur keamanan juga berjalan normal dan stabil sesuai security level 1 melalui pengendalian akses, pengawasan kegiatan operasional, dan koordinasi keamanan pada antarmuka kapal-pelabuhan. Dengan demikian, penerapan Ship Security Plan di MV. Meratus Project 1 telah mendukung implementasi ISPS Code secara baik dalam menjaga stabilitas keamanan kapal dan kelancaran operasional pelayaran.