Tantra, Putu Feby Eka Kawi
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemanfaatan Teknologi Informasi dalam Membantu UMKM Kopi Rempah Desa Tista (Redesta) di Masa Pandemi Tantra, Putu Feby Eka Kawi; Sari, Desak Made Febri Purnama
JPP IPTEK (Jurnal Pengabdian dan Penerapan IPTEK) Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.jpp-iptek.2022.v6i1.1938

Abstract

Desa Wisata Tista merupakan daerah pertanian yang sebagian besar penduduknya terdiri dari petani penggarap tanah sawah.  Selain itu, Desa Wisata Tista memiliki beberapa produk unggul yang ditampung oleh BUMDES Desa Tista seperti kopi Redesta, camilan kacang sembunyi, teh sereh, abon lele, baletis (bakso lele tista), dan donat ubi ungu. Kopi Redesta merupakan kopi racikan yang kaya akan manfaat diantaranya sebagai terapi berhenti merokok karena rokok pasti identik dengan kopi. Oleh karena itu, pencetus kopi Redesta menggunakan ide kopi yang diramu dengan bahan alami seperti cengkeh, jahe, kayu manis, sereh, dan kapulaga. Pandemi COVID-19 yang terjadi saat ini, yang telah membawa dampak pada terbatasnya pergerakan manusia akibat social distancing dan physical distancing, menjadikan teknologi informasi memiliki peranan yang sangat penting sekaligus sebagai solusi untuk mengatasi pembatasan tersebut, di antaranya dalam urusan pemerintahan, pendidikan, bisnis, ekonomi, kesehatan, bahkan urusan agama dan ibadah. Salah satu bisnis yang harus ikut tutup guna menaati aturan pemerintah ialah UMKM Kopi Rempah Desa Tista (Redesta). UMKM Redesta mampu bersaing dengan bisnis-bisnis lainnya. Namun, di masa pandemi, UMKM tersebut juga terkena imbasnya. Ditambah lagi dengan aturan PPKM yang mengharuskan usaha ini tutup dan berjualan secara online menggunakan e-commerce maupun teknologi informasi lainnya. Guna mempersiapkan usaha ini di masa new normal/Bali Kembali mendatang, tujuan dalam penulisan ini yaitu untuk meneliti lebih jauh bagaimana cara UMKM Redesta dalam memanfaatkan teknologi informasi sebagai kunci pemasaran mereka pada situasi pandemi dan juga persiapan new normal/Bali Kembali mendatang.
LEGONG DURGA SEBAGAI PENGUAT IDENTITAS TARI ANDIR DI DESA TISTA, KERAMBITAN, TABANAN Tantra, Putu Feby Eka Kawi; Arshiniwati, Ni Made; Trisnawati, Ida Ayu
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 9 No. 2 (2024): Volume 09 No. 2 Juni 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v9i2.14086

Abstract

Tari Legong Durga di Desa Tista adalah salah satu tari klasik Bali di dalam Sekaa Andir Usana Budaya yang menggambarkan tentang representasi mitologi Hindu kisah Dewi Durga, sosok dewi yang berkarakter tegas, berwibawa dan agung dalam melawan kejahatan dan melindungi kebaikan. Kata Durga yang umumnya identik dengan tema Bapang yang ada di daerah lain, namun di Desa Tista Bapang dan Durga merupakan tema yang berbeda sehingga penting bagi penulis untuk meneliti Tari Legong Durga di Desa Tista. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami bagaimana Tari Legong Durga di Desa Tista, dengan menggunakan metode kualitatif dengan memperoleh data dari hasil observasi, wawancara, studi dokumentasi, dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Bentuk Tari Legong Durga di Desa Tista memiliki ciri khas klasik yang masih dipertahankan dalam Sekaa Andir Usana Budaya. (2) Tari Legong Durga di Desa Tista merupakan suatu sajian tari yang disakralkan oleh masyarakat di Desa Tista serta mempunyai fungsi sebagai penolak bala, tarian ini juga dapat difungsikan sebagai tari balih-balihan untuk hiburan dan kepentingan pariwisata, maka dari itu Tari Legong Durga memiliki dua fungsi yaitu, fungsi religi dan fungsi profan; (3) Makna yang terkandung dalam tari Legong Durga mengungkapkan makna yang mendalam yaitu denotasi, konotasi dan mitos. Denotasi mengacu pada makna langsung dari gerakan-gerakan tari, seperti nyalud ngombak, ngigelang lamak, ulap-ulap, ngepik khas andir,pangipuk Legong Durga. Di sisi lain, konotasi menafsirkan simbolisme yang lebih dalam, terkait dengan sistem religi dan ideologi masyarakat Bali, serta pesan moral yang terdapat dalam tari Legong Durga. Pesan moral dan ideologi yang tersemat dalam tari ini tidak hanya mencerminkan keberanian dan keadilan, tetapi juga mewakili pelestarian budaya dan representasi mitologi Hindu.