Nugrahaningsih, Ruth Hertami Dyah
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

TORTOR BALANG SAHUA SIMALUNGUN KAJIAN SEMIOTIKA Sipayung, Finny Ermawati; Nugrahaningsih, Ruth Hertami Dyah
Gesture: Jurnal Seni Tari Vol. 13 No. 1 (2024): Gesture: Jurnal Seni Tari (April)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gjst.v13i1.57067

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kajian semiotika (tanda, penanda, dan petanda) yang terdapat dalam gerak dan busana Tortor Balang Sahua pada masyarakat Simalungun. Tortor Balang Sahua merupakan tari tradisi kerakyatan yang berasal dari Kabupaten Simalungun. Penelitian ini menggunakan teori Ferdinand de Saussure dalam Amrin, Khairil, Zulkifli, dkk (2021:62) mengartikan semiotika adalah ilmu yang mengkaji dan mempelajari peran dari tanda di mana ruang lingkup semiotika dibagi dua yaitu penanda (Signifier) dan petanda (Signifield). Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif melalui pendekatan kualitatif. Populasi dan sampel pada penelitian ini adalah dua orang seniman Simalungun yang berada di Sanggar Sayur Matua. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada tujuh motif gerak dalam Tortor Balang Sahua yaitu sombah, habang, patuduhkon arah, mandoppak hutoruh, manjaga diri, manganhon sipanganon, tinggalak. Busana yang digunakan dalam Tortor Balang Sahua adalah baju dan celana hitam, suri-suri sibirong dan gotong parhorja. Iringan musik pada Tortor Balang Sahua adalah gual imbou manibung. Adapun semiotika yang terdapat dalam Tortor Balang Sahua yang dituangkan melalui tanda diwujudkan dalam simbol gerak, penanda merupakan lambang yang berbunyi dan memberi makna, sedangkan petanda merupakan penjelasan makna yang dihasilkan oleh penanda. 
Nilai Etika dalam Tortor Hata Sopisik pada Masyarakat Batak Toba di Kabupaten Samosir Simbolon, Sufrianty; Nugrahaningsih, Ruth Hertami Dyah
Gesture: Jurnal Seni Tari Vol. 14 No. 2 (2025): Gesture: Jurnal Seni Tari (October)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gjst.v14i2.69686

Abstract

This research aims to describe the ethical values in Tortor Hata Sopisik among the Batak Toba community in Samosir Regency, using the ethical value theory according to K. Bertens who defines ethics as norms that regulate human behavior. This qualitative research was conducted at Sanggar Seni Sukacita, Ronggurnihuta, Samosir Regency, with a sample consisting of 6 Tortor Hata Sopisik dancers and 2 artists as informants. Data were collected through observation, interviews, and documentation, then analyzed descriptively qualitatively. The research results show that each type of movement in Tortor Hata Sopisik reflects ethical values based on religious norms, morality, politeness, and law. Religious norms are evident in the somba movement, which teaches prioritizing God and adhering to religious rules from an early age. The norms of decency are evident in the hushed movements that convey the heart's content subtly. The norm of politeness is reflected in the prohibition of excessive touching of the opposite sex, respecting women, and maintaining dignity. Legal norms are manifested through rules prohibiting dance partners from having the same clan or being in the dalihan na tolu kinship, in accordance with Batak customs that forbid marriage within the same clan.