Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : INTELEKTIVA

ANALISIS EFISIENSI USAHATANI KEDELAI DI KECAMATAN PONDIDAHA KABUPATEN KONAWE MILAWATI SARANANI; ULYASNIATI; LENI SALEH
JURNAL EKONOMI, SOSIAL & HUMANIORA Vol 3 No 01 (2021): INTELEKTIVA : JURNAL EKONOMI, SOSIAL DAN HUMANIORA (EDISI - AGUSTUS 2021 )
Publisher : KULTURA DIGITAL MEDIA ( Research and Academic Publication Consulting )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kedelai merupakan komoditas tanaman pangan strategis ketiga setelah padi dan jagung yang diikuti dengan komoditas gula (tebu) dan daging sapi. Selain itu, kedelai juga merupakan tanaman palawija yang kaya akan protein, sehingga mempunyai peran yang sangat penting dalam industri pangan dan pakan. Penelitian ini bertujuan: 1. Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produksi di Kecamatan Pondidaha Kabupaten Konawe. 2. Untuk mengetahui efisiensi penggunaan infut pada usahatani kedelai di Kecamatan Pondidaha Kabupaten Konawe. 3. Untuk mengetahui berapa besar biaya dan pendapatan usahatani kedelai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1). Faktor-faktor yang mempengaruhi produksi usahatani kedelai di Kecamatan Pondidaha adalah luas lahan (X1), benih (X3), pupuk NPK (X4), pestisida Dangke (X6) dan pestisida Matarin (X7)yang berpengaruh signifikan terhadap produksi kedelai. Sedangkan yang tidak berpengaruh nyata yaitu variabel tenaga kerja (X5), Pupuk Plan Catalis (X5). 2). Penggunaan faktor-faktor produksi usahatani kedelai (luas lahan dengan nilai 1,07 sudah efisien; benih dengan nilai (1,0) sudah efisien, pupuk NPK dengan nilai (8,3) dan pupuk Plan Catalis (8,1) belum efisien, sedangkan faktor produksi tenaga kerja dengan nilai (-7,883) tidak efisien; dan pestisida Dangke dengan nilai -1,34 tidak efisien, dan pestisida Matarin dengan nilai -3,1 tidak efisien. 3). Dari hasil penelitian rata-rata produksi pada usahatani kedelai sebesar 1,708 kg/hektar. Hasil analisis total biaya usahatani kedelai sebesar Rp.238.792.550,- dengan rata-rata Rp.3.618.069,- sedangkan, sedangkan total penerimaan yang dipeolrh dalam usahatani sebesar Rp.788.900.000 dengan rata-rata per hektarnya sebesar Rp.11.953.030,-. Dan total pendapatan usahatani kedelai di Kecamatan Pondidaha yaitu Rp. 550.107.450,- dengan rata-rata per hektarnya sebesar Rp. 8.334.961,-/Satu kali musim tanam.
HUBUNGAN ANTARA DINAMIKA KELOMPOK TANI DENGAN TINGKAT PENERAPAN TEKNOLOGI PADA USAHA TANI KAKAO DI DESA SILEA KECAMATAN ONEMBUTE KABUPATEN KONAWE I MADE SUKRATMAN; ULYASNIATI; TAUWI
JURNAL EKONOMI, SOSIAL & HUMANIORA Vol 2 No 11 (2021): INTELEKTIVA : JURNAL EKONOMI, SOSIAL DAN HUMANIORA (EDISI - JUNI 2021 )
Publisher : KULTURA DIGITAL MEDIA ( Research and Academic Publication Consulting )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian (1) Untuk mengetahui tingkat dinamika kelompok tani pada usahatani kakao. (2) Untuk mengetahui tingkat penerapan teknologi pada usahatani kakao. (3) Untuk mengetahui hubungan dinamika kelompok tani dengan penerapan teknologi pada usahatani kakao. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh petani yang masuk dalam anggota kelompok tani di Desa Silea, dimana jumlah petani sebanyak 125 orang, Penentuan sampel dilakukan dengan acak sederhana (sample random sampling) sebanyak 54 responden. Analisis yang digunakan adalah analisis skala likert dan Chi Kuadrat (χ2). Hasil dari Penelitian ini adalah (1)Tingkat dinamika kelompok tergolong kategori baik dengan persentase 80% menunjukkan bahwa tujuan, perasaan bersama, struktur, partsipasi, keterpaduan kelompok dan pengendalian masalah sosial yang dimiliki oleh setiap anggota kelompok tani tergolong baik sehingga mereka dapat menjalankan tugas dan kewajibannya secara efektif dan efisien. (2)Penerapan teknologi yang dilakukan oleh kelompok tani tergolong baik dengan persentase 78,15% menunjukkan sebagian besar kelompok tani telah melaksanakan penerapan teknologi mulai dari pembibitan sampai dengan pengolahan hasil panen sesuai dengan informasi yang diberikan oleh penyuluh pertanian. (3)Dinamika kelompok tani dan penerapan teknologi memiliki hubungan erat dan signifikan dengan taraf kepercayaan 95% yang berarti bahwa jika dinamika kelompok meningkat maka akan menigkatkan pula partisipasi kelompok dalam penerapan teknologi