Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Imprediktibilitas Kebijakan Luar Negeri Amerika Serikat: Tantangan dan Ancaman Rezim Donald Trump Terhadap ASEAN Ardiyanti, Dwi
Jurnal Ilmiah Hubungan Internasional Vol 13, No 2 (2017): Jurnal Ilmiah Hubungan Internasional
Publisher : Parahyangan Center for International Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.074 KB) | DOI: 10.26593/jihi.v13i2.2618.105-117

Abstract

ABSTRAKAmerika Serikat merupakan negara yang mengklaim negaranya sendiri sebagai negara adikuasa. Kebijakan luar negeri Amerika Serikat ikut berpengaruh terhadap rezim internasional. Dalam kerjasama dengan negara lain, Amerika Serikat juga ikut menentukan arah perubahan dunia. Salah satunya adalah kebijakan luar negeri yang berpengaruh terhadap kawasan ASEAN yang sebagian besar negara anggotanya potensial sebagai pasar internasional. Negara Indonesia, Malaysia, Singapura, maupun Filipina merupakan contoh negara anggota ASEAN yang ikut terpengaruh oleh kebijakan luar negeri Amerika Serikat. Pada rezim Donald Trump, kebijakan luar negeri Amerika Serikat sangat sulit diramalkan. Hal ini merupakan tantangan tersendiri bagi negara anggota ASEAN yang masih mengandalkan investasi asing dan kerjasama dengan negara maju seperti Amerika Serikat. Aliansi negara Amerika Serikat di bawah rezim Donald Trump dan arah kebijakan luar negeri dalam bidang keamanan maupun ekonomi sekarang sangat sulit ditebak, yang juga berpengaruh terhadap kemajuan ASEAN. Tulisan ini bertujuan untuk menganalisa arah kebijakan luar negeri Donald Trump dan mengkaitkannya dengan kerjasama Amerika Serikat-ASEAN.Kata kunci: Amerika Serikat; kebijakan luar negeri; Donald Trump; rezim; kerjasamaAbstractUnited States is state which gives impact on cooperation with ASEAN (Association of Southeast Asia Nations). It’s foreign policy influence international rezime. The direction of United States foreign policy which is determined by chosen President also influence ASEAN region in which most of the member states are potential for international market. Indonesia, Malaysia, Singapore, or The Philipines are examples which are influenced by Unites States’s foreign policy. In the Donald Trump rezime, it is hard to predict United States’s foreign policy. It becomes a challenge for ASEAN member countries which still reckon on investment and cooperation with developed states like United States. Alliance with the United States under rezime of Donald Trump and its foreign policy in the security and economy is hard to be predict, which then influence ASEAN advancement as a regional organization. This research is aim to analyze United States’s foreign policy under rezime of Donald Trump and correlate it with cooperation between Unites States-ASEAN. Keywords: United States; Foreign Policy; Donald Trump; Regime; Cooperation.
Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia Dwi Ardiyanti
Resolusi: Jurnal Sosial Politik Vol 1 No 2 (2018)
Publisher : Department of Political Science - Universitas Sains Al-Qur’an

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/resolusi.v1i2.290

Abstract

With its potential wealth in the sea and its position in the international business sea-line, Indonesia should display the maritime strength. Jokowi’s vision to make Indonesia one of the maritime axis in the world has been embodied clearly by the Ministry of Maritime Affairs and Fisheries. Yet, the challenge and opportunities to become international maritime axis should be handled appropriately. Located in international business transit between Pacific and Indian Ocean, Indonesia is prone to criminals of drugs smuggling from/to Indonesia as well as the asylum seekers. This research attempts to analyze the Indonesia’s challenges and opportunities in Jokowi’s era with his vision to become the international maritime axis.
Penggunaan Sistem Penjaring Informasi Hoaks dalam Menerapkan Pendidikan Anti-Hoaks bagi Guru di Masa Pandemi COVID-19 Rahmi Ramadhani; Abdul Meizar; Dwi Ardiyanti
Jurnal SOLMA Vol. 9 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v9i2.5423

Abstract

The problems experienced by partner schools are obtained through observation and interviews, among them partner teachers having difficulty in finding valid and reliable learning reference sources to use in learning materials during the online learning process. Partner teachers also often obtain links that contain untrustworthy information and are feared to be in the category of Hoax information. Based on these problems, the PKM Team conducted community partnership program activities with the aim of providing training and assistance in the implementation of Hoax information-learning system as an effort to implement anti-Hoax education for teachers during the online-based distance learning process during the COVID-19 pandemic. The number of participants in this PKM activity is as many as 28 teachers. The external target of this PKM activity is (1) there is an increase and understanding of the teachers regarding the information of the hoax that are related to social media and other online news media; (2) There is an increase in teacher's skill in using the Hoax information scorer system application that has been planned by team PKM; (3) Improvement of teachers ' skills in the process of going through the Hoax information using the application and checking the information obtained through online search; and (4) Increased teacher motivation and spirit in implementing anti-hoax education in distance learning process during pandemic COVID-19 period
Efektivitas Media Loose Part dalam Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak Usia Dini Dwi Ardiyanti; Sudarti, Sudarti; Yuniarti, Yuniarti
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 15 No. 4 (2025): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v15i4.3608

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas penggunaan media loose parts dalam meningkatkan perkembangan motorik halus anak usia dini di PAUD Cahaya Kalbu. Studi ini didasarkan pada pentingnya stimulasi motorik halus bagi anak usia 5–6 tahun, yang sangat dibutuhkan sebagai kesiapan menulis, kemampuan menggunting, serta berbagai aktivitas sehari-hari lainnya. Dalam praktik pembelajaran, penggunaan media yang beragam diperlukan untuk menciptakan pengalaman belajar yang bermakna. Media loose parts menjadi salah satu alternatif karena fleksibel, mudah ditemukan, serta mampu mendukung kreativitas dan koordinasi motorik anak. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan kuasi-eksperimental melalui desain one-group pretest–posttest. Subjek penelitian terdiri dari 20 anak kelompok B. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan skor rata-rata dari 61,25 pada saat pretest menjadi 84,75 pada posttest. Uji paired sample t-test menunjukkan nilai signifikansi 0,000 (α < 0,05), yang menandakan adanya perbedaan signifikan antara sebelum dan sesudah perlakuan. Temuan tersebut menunjukkan bahwa media loose parts efektif dalam meningkatkan keterampilan motorik halus anak usia dini. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi positif bagi lembaga pendidikan dalam merancang strategi pembelajaran yang menarik dan mendukung perkembangan anak secara optimal.
Plastic Warfare: Militarization Clean-Up Great Pasific Garbage Patch To Achieve United States Hegemony Nuraini Rachmawati; Tamara Afsha Naila; Mifath Eka Arianto Putri; Dwi Ardiyanti
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 3 No 6 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v3i6.2846

Abstract

Penelitian ini mengkaji bagaimana Amerika Serikat memanfaatkan isu lingkungan Great Pacific Garbage Patch (GPGP) untuk memperkuat hegemoni dan kehadiran militernya di kawasan Indo-Pasifik. Dengan perspektif neorealisme, studi ini menunjukkan bahwa operasi pembersihan GPGP telah dimiliterisasi melalui integrasi aset militer, teknologi maritim, serta peningkatan pengawasan dan pembangunan fasilitas strategis. Upaya tersebut tidak semata dilatarbelakangi kepedulian lingkungan, tetapi juga bertujuan menyeimbangi pengaruh China, mengamankan kepentingan ekonomi, dan menjaga jalur perdagangan penting. Melalui metode kualitatif berbasis literatur, penelitian menemukan bahwa inisiatif “clean-up” menjadi kedok bagi perluasan strategi geopolitik Amerika Serikat, sekaligus memperburuk ketegangan kawasan dan menunjukkan bagaimana kondisi anarkis sistem internasional mendorong negara memanfaatkan isu ekologi sebagai instrumen hegemoni.  
The Weakening Relations between Turkey-America in The Field of Defence and Security in 2015-2019 Dwi Ardiyanti; Aulia Srifauzi; Habib Alfarisi
International Journal of Educational Research & Social Sciences Vol. 2 No. 4 (2021): August 2021
Publisher : CV. Inara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51601/ijersc.v2i4.110

Abstract

Turkey and the United States of America have long built cooperation in the security and defense sector since the Cold War. Turkey was a strategic region for the USA as a path to stick to the hegemony in the Middle East. The Weakening cooperation between Turkey and the USA happened since the USA was no longer on the same path as Turkey. The coup d’état that happened in Turkey was also one of the reasons for weakening cooperation between Turkey and the USA. Turkey then built cooperation with NATO (North Atlantic Treaty Organization) and actively involved in the war against ISIS. The withdrawal of the USA’s Missiles from Turkey’s borders caused Turkey then bought missiles from Russia, which has been so only criticized by NATO and the USA. In the research, the writer analyzed the factor causing the weakening cooperation between Turkey and the USA in the security and defense field. The researcher used Neorealism theory, in which neorealism believed that anarchy in the international system would make a country build the relations of cooperation with another country, then the balance of power concept was also used to see the interest of the USA in building cooperation with Turkey