Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

The South China Sea: The Struggle for Power in Asia. By Bill Hayton. New Haven: Yale University Press, 2015, xviii + 298 pp. ISBN 978-0-300-21694-3 (pbk) Yanuar, Muhammad Dedy
WIMAYA Vol. 2 No. 02 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/wimaya.v2i02.61

Abstract

PENDAMPINGAN MASYARAKAT TERKAIT PENERAPAN PELAYANAN PUBLIK TERINTEGRASI DI WILAYAH KECAMATAN TANDES PADA MASA NEW-NORMAL Faunia, Chatalina Dara; Yanuar, Muhammad Dedy
Al Ghafur : Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2023): Juli
Publisher : Universitas Jabal Ghafur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.785 KB) | DOI: 10.47647/alghafur.v2i1.1019

Abstract

Peralihan situasi menuju trend New-Normal memberikan perubahan terhadap setiap kebijakan dalam menjalankan aktivitas di berbagai aspek kehidupan. Trend New-Normal tentunya juga berpengaruh terhadap kebijakan dalam mengatur perwujudan upaya kegiatan pembangunan wilayah di setiap daerah khususnya di kota-kota Indonesia. Sebagai dasar dalam meningkatkan pembangunan daerah penyelenggaraan pelayanan kepada masyarakat tentunya perlu diupayakan secara maksimal. Pelayanan publik terintegrasi menjadi wujud dari adanya upaya untuk meningkatkan pembangunan daerah sekaligus menunjang kesejahteraan masyakarat. Pelaksanaan pelayanan publik terintegrasi telah dilakukan di wilayah Kota Surabaya khususnya di setiap wilayah kecamatan Kota Surabaya. Kecamatan Tandes menjadi kawasan sekaligus wilayah yang telah menerapkan pelayanan publik terintegrasi kepada masyarakat sekitar. Perlu diketahui bahwa pelayanan publik terintegrasi tersebut mencakup jenis pelayanan-pelayanan yang dapat membantu menyelesaikan atau memberikan solusi terhadap permasalahan serta kendala yang dihadapi oleh masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Ekonomi, sosial, kesehatan dan salah satunya mengenai kependudukan tergabung dalam jenis-jenis bidang pelaksanaan pelayanan terintegrasi. Guna menunjang serta mengoptimalkan pelaksanaan pelayanan publik terintegrasi di Kecamatan Tandes tersebut adapun metode yang dilakukan sebagai wujud dari pengabdian kepada masyarakat yang dimulai dengan tahap persiapan disusul tahap pelaksanaan dan tahap pelaporan di bagian akhir kegiatan. Sasaran kegiatan yang ditujukan kepada masyarakat di wilayah Kecamatan Tandes dapat memberikan kesimpulan akhir dari hasil kegiatan pengabdian dan pendampingan masyarakat terkait pelayanan publik terintegrasi.
The Alteration of the Philippines Foreign Policy towards China over Disputes in the South China Sea Yanuar, Muhammad Dedy; Priyanka Rahmmadinniyah, Anggraeni Sevira
Journal of Integrative International Relations Vol. 7 No. 2 (2022): November
Publisher : Center for Integrative International Studies Laboratory, Faculty of Political and Social Sciences, UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jiir.2022.7.2.109-132

Abstract

As one of the most protracted issues in the world politics, South China Sea (SCS) disputes have frequently sparked boiling tension among claimant states- China, Taiwan Vietnam, Malaysia, Brunei, and in particular the Philippines - one of the most assertive claimant states aside China. During the administration of President Benigno Aquino III, the Philippines managed to internationalize the case of SCS disputes and ultimately won a victory over China in the Permanent Court Arbitration (PCA), the Netherlands. However, when a government transition occurred from Benigno Aquino III to Rodrigo Duterte in 2016, those PCA credits appeared to be not followed up by President Duterte. This ensued due to the differences in views and political will between Aquino and Duterte on foreign policy. This article aims to unravel and explain on the Philippines’ foreign policy alteration towards China over SCS disputes under Duterte’s administration, using the concept of Realpolitik and Rational Choice to comprehend why President Duterte decided to seemingly abandon his predecessor’s policies. This research employed qualitative method - data collection was obtained from the secondary data and literature study, comprising written documents related to the Philippines foreign policy in responding to the disputes. The results showed that the reason why Duterte abandoned his predecessor’s footpath is because he assumed that the way Aquino applied such assertive approach is not effective enough in resolving this prolonged maritime jurisdictional disputes between the Philippines and China. In this way, Duterte applied a more considerate diplomatic approach to China as his rational choice in a sense that he would rather take cooperative instead of confrontational way of settlement in resolving the disputes of maritime territory over the South China Sea.