Hasil penelitian ini menunjukkan kondisi masyarakat desa Biringere sebelum masuknya industri PT. Semen Tonasa, masyarakat masih bersifat homogen yang terdiri dari penduduk asli saja dengan sistem gotong royong yang masih sangat kental. Kondisi desa yang masih tertinggal ditandai dengan sarana dan prasarana yang masih belum memadai. Pola mata pencaharian masyarakat sebagai petani dan pekebun masih belum mampu untuk menghidupi kebutuhan mereka. Tingkat pendidikan yang masih tergolong rendah karena pada saat itu hanya sebagian orang tua yang mampu menyekolahkan anaknya dengan pertimbangan kurangnya biaya hidup dan jauhnya jarak sekolah dari tempat tinggal mereka.Pihak PT. Semen Tonasa yang diwakilkan oleh CSRnya berusaha untuk memperbaiki dan menjalankan aktivitasnya yaitu berupa Program Kemitraan (bantuan kredit usaha), Bina Lingkungan (bantuan sosial), dan Tanggung Jawab Persahaan (lingkungan dan masyarakat). Bantuan yang disalurkan tersebut sebagai wujud kepedulian pihak perusahaan demi kesejahteraan masyarakat yang terkena dampak secara langsung dari pengoperasian perusahaan di wilayah ring I, II, maupun III.Dengan masuknya industri PT. Semen Tonasa (1989-2011) telah membawa perubahan terhadap kehidupan sosial ekonomi masyarakat di desa Biringere yaitu perubahan terhadap lingkungan fisik dengan pembangunan sarana dan prasarana secara besar-besaran, pertambahan penduduk dengan masuknya masyarakat luar yang lebih modern, perubahan pendidikan, perubahan pola kerja dari sektor pertanian beralih ke sektor industri, Perubahan pendapatan masyarakat, terjadinya pergereseran budaya gotong royong, menyempitnya lahan pertanian masyarakat, serta terjadinya pencemaran lingkungan.