Jannah. A., Sitti Miftahul
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PT. Semen Tonasa : Kajian Sejarah Dampak Sosial Ekonomi Bagi Masyarakat Desa Biringere 1998-2011 Jannah. A., Sitti Miftahul; Kesuma, Andi Ima; Ahmadin, Ahmadin
Phinisi Integration Review Volume 4 Nomor 3 Tahun 2021
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pir.v4i3.24418

Abstract

Hasil penelitian ini menunjukkan kondisi masyarakat desa Biringere sebelum masuknya industri PT. Semen Tonasa, masyarakat masih bersifat homogen yang terdiri dari penduduk asli saja dengan sistem gotong royong yang masih sangat kental. Kondisi desa yang masih tertinggal ditandai dengan sarana dan prasarana yang masih belum memadai. Pola mata pencaharian masyarakat sebagai petani dan pekebun masih belum mampu untuk menghidupi kebutuhan mereka. Tingkat pendidikan yang masih tergolong rendah karena pada saat itu hanya sebagian orang tua yang mampu menyekolahkan anaknya dengan pertimbangan kurangnya biaya hidup dan jauhnya jarak sekolah dari tempat tinggal mereka.Pihak PT. Semen Tonasa yang diwakilkan oleh CSRnya berusaha untuk memperbaiki dan menjalankan aktivitasnya yaitu berupa Program Kemitraan (bantuan kredit usaha), Bina Lingkungan (bantuan sosial), dan Tanggung Jawab Persahaan (lingkungan dan masyarakat). Bantuan yang disalurkan tersebut sebagai wujud kepedulian pihak perusahaan demi kesejahteraan masyarakat yang terkena dampak secara langsung dari pengoperasian perusahaan di wilayah ring I, II, maupun III.Dengan masuknya industri PT. Semen Tonasa (1989-2011) telah membawa perubahan terhadap kehidupan sosial ekonomi masyarakat di desa Biringere yaitu perubahan terhadap lingkungan fisik dengan pembangunan sarana dan prasarana secara besar-besaran, pertambahan penduduk dengan masuknya masyarakat luar yang lebih modern, perubahan pendidikan, perubahan pola kerja dari sektor pertanian beralih ke sektor industri, Perubahan pendapatan masyarakat, terjadinya pergereseran budaya gotong royong, menyempitnya lahan pertanian masyarakat, serta terjadinya pencemaran lingkungan.