Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kajian Ekonomi Subsektor Peternakan di Kawasan Sulampua (Tahun 2014-2019) Tungkup, Elfryanty Novita Lumban
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 5, No 4 (2021)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2021.005.04.4

Abstract

Subsektor peternakan memegang peranan penting dalam mendorong sektor pertanian karena merupakan bagian dari ketahanan pangan nasional, namun dalam perkembangannya subsektor ini belum mendapatkan prioritas setara dengan subsektor lainnya terutama di 10 provinsi di kawasan Sulampua. Secara umum, pertumbuhan ekonomi subsektor ini di provinsi-provinsi di kawasan tersebut masih berfluktuasi selama 2014-2019 dengan kontribusinya terhadap pembentukan PDRB baik PDRB sektor pertanian (rata-rata provinsi 8,80%) maupun PDRB total (rata-rata wilayah 1,57%) tergolong masih sangat rendah. Adapun tujuan dalam penulisan ini adalah untuk memperoleh gambaran mengenai kondisi subsektor peternakan di 10 provinsi di regional provinsi (populasi ternak dan unggas, laju pertumbuhan ekonomi, dan pengelompokkan wilayah) dan memperoleh kajian awal mengenai keunggulan komparatif serta potensi pangsa pasar untuk subsektor tersebut. Kajian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik di 10 provinsi di kawasan Sulampua yang mencakup data PDRB tahun 2014-2019, data NTP tahun 2019, serta data populasi ternak dan unggas tahun 2019. Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif yang terdiri dari Tipologi Klassen, Location Quotient (LQ) dan analisis Shift Share. Berdasarkan Tipologi Klassen, peternakan di Maluku Utara, Papua dan Papua Barat termasuk relatif tertinggal dibandingkan wilayah lainnya di Sulampua. Dari hasil penghitungan LQ diperoleh bahwa subsektor peternakan di lima provinsi di Pulau Sulawesi, kecuali Sulawesi Selatan adalah subsektor basis, sedangkan hasil analisis Shift Share menunjukkan subsektor peternakan di tiga provinsi (Sulawesi Tenggara, Maluku dan Papua Barat) relatif tidak memiliki daya saing secara nasional. Secara umum, subsektor peternakan di Pulau Maluku dan Papua kurang berkembangkan dibandingkan wilayah-wilayah di Pulau Sulawesi.