Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengembangan dan Evaluasi Formula Sediaan Patch Ekstrak Daun Binahong (Anredera cordifolia (Tenore) Steenis) Nitiariksa, Nia; Iskandar, Sukmawati
Journal of Pharmacopolium Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : P3M STIKes Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jop.v4i2.743

Abstract

Luka diabetes merupakan luka yang sering terjadi pada penderita diabetes dengan gejala umum hiperglikemia. Banyak tanaman yang dimiliki Indonesia yang berpotensi untuk menyembuhkan luka diabetes salah satunya binahong. Tanaman binahong yang digunakan untuk menyembuhkan luka diabetes yaitu daunnya, daun binahong ini mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, steroid, tanin dan triterpenoid. Daun binahong dibuat ekstrak dengan metode maserasi yang kemudian dibuat sediaan patch. Patch salah satu sediaan topikal yang dapat menghantarkan obat ke tempat luka. Optimasi basis yang digunakan pada formula patch ini antara lain HPMC, PVP, propilenglikol dan etanol 95% dengan ditambahkannya zat aktif ekstrak daun binahong dengan konsentrasi yang berbeda yaitu 35%, 40% dan 45%. Formula patch ini kemudian di uji evaluasi fisik untuk menghasilkan sediaan yang stabil, dengan penyimpanan suhu diantaranya suhu 1º-4ºC, suhu 25º-28ºC dan suhu 40ºC. Hasil dari evaluasi fisik sediaan menunjukkan bahwa penyimpanan pada suhu ruang (25º-28ºC) lebih baik dan stabil terutama pada uji organoleptik karena tidak mengalami perubahan bentuk, bau dan warna. Uji keseragaman bobot yang paling baik pada F3 seberat 0,04 gram, uji pH yang paling stabil pada F1 memiliki pH 6 dan sesuai dengan syarat pH kulit, uji ketebalan patch yang paling baik pada F1 memiliki 0,05 µm, dan uji ketahanan lipatan patch yang memenuhi persyaratan ≥ 300 kali lipatan pada F0, F1, F2. Berdasarkan semua uji evaluasi fisik yang dilakukan bahwa F1 merupakan sediaan yang paling baik dan stabil.
UJI EFEKTIVITAS AIR PERASAN JERUK NIPIS (Citrus aurantifolia (Christm.) Swingle)DALAM MENGHAMBAT PERTUMBUHAN JAMUR Candida albicans Toto Santoso; Sukmawati Sukmawati; Alda Miranti
HERBAPHARMA : Journal of Herb Farmacological Vol 3 No 2 (2021): Volume 3 Nomor 2 Desember 2021
Publisher : STIKes Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55093/herbapharma.v3i2.279

Abstract

Masalah yang sering terjadi di masyarakat adalah penyakit kandidiasis yang disebabkan oleh beberapa jamur salah satunya Candida albicans. Jeruk nipis (Citrus aurantifolia (Christm.) Swingle) merupakan tanaman obat yang tumbuh subur di negara Indonesia. Salah satu kandungan utama dari jeruk nipis (Citrus aurantifolia (Christm.) Swingle) adalah flavonoid yang memberikan berbagai macam aktivitas farmakologi sebagai antifungi, antibakteri dan antikanker. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas air perasan jeruk nipis, (Citrus aurantifolia (Christm.) Swingle) dalam menghambat pertumbuhan jamur Candida albicans. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan cara dilusi padat yaitu dengan cara menanam biakan suspensi jamur Candida albican sebanyak 1 ml yang telah di sesuaikan kekeruhannya dengan larutan standar Mc Farland 0.5 pada media SDA (Sabouraud Agar Dexrose) dengan penambahan air perasan jeruk nipis sebanyak 2 ml dengan konsentrasi 125%, 150%, 175% dan 200%. Di inkubasi selama 2-3 hari pada 370C, dan diamati pertumbuhannya. Hasil dari pengamatan selama tiga hari menunjukan bahwa air perasan jeruk nipis tidak efektif dalam menghambat pertumbuhan jamur Candida albicans, meskipun pada konsentrasi 175% dan 200% pertumbuhan jamur pada hari pertama sangat sedikit, tetapi pada hari kedua dan ketiga masih ada perluasan pertumbuhan jamur Candida albicans.
FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN LIP CREAM DARI EKSTRAK BUAH NAGA MERAH (Hylocereus polyrhizus (F.A.C.Weber) Britton dan Rose) SEBAGAI PEWARNA ALAMI Herlina Herrlina; Sukmawati Sukmawati
HERBAPHARMA : Journal of Herb Farmacological Vol 4 No 2 (2022): Volume 4 Nomor 2 Desember 2022
Publisher : STIKes Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55093/herbapharma.v4i2.377

Abstract

Kosmetik menjadi kebutuhan manusia khususnya kaum perempuan. Ada beberapa macam kosmetik rias bibir seperti: bentuk cairan, krayon, dan krim. Lip cream termasuk sediaan lipstik berbentuk cair yang dapat melembabkan bibir lebih lama di bandingkan dalam bentuk padat. Salah satu contoh yang dapat dijadikan pewarna alami adalah buah naga merah (Hylocereus polyrhizus (F.A.C. Weber) Britton & Rose) karena mengandung pigmen antosianin yang berfungsi sebagai pigmen warna.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah buah naga merah dapat digunakan sebagai pewarna alami dalam sediaan lip cream . Metode yang di gunakan dalam penelitian ini ialah metode eksperimental laboratorium. Ekstrak buah naga merah dibuat dalam tiga formula sediaan lip cream dengan konsentrasi F1 (10%), F2 (20%), dan F3 (30%). Uji evaluasi yang digunakan antara lain : uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar dan uji daya lekat. Hasil penelitian uji pemeriksaan mutu fisik sediaan lip cream dilihat dari adanya perbedaan warna F1 berwarna ungu, F2 berwarna ungu muda, dan F3 berwarna ungu pekat.
FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN SUSPENSI EKSTRAK BIJI PEPAYA (Carica papaya L.) SEBAGAI ANTI DIARE Sukmawati Sukmawati; Maulidina Ambermasha
HERBAPHARMA : Journal of Herb Farmacological Vol 5 No 1 (2023): Volume 5 Nomor 1 Juni 2023
Publisher : STIKes Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55093/herbapharma.v5i1.405

Abstract

Papaya (Carica papaya L.) mulai dari bagian akar, batang, daun, dan buah serta bijinya diduga mengandung senyawa metabolit sekunder alkaloid, flavonoid, fenol dan tannin yang memiliki aktivitas farmakologi sebagai laksatif, inhibitor lipase, anti diare, dan anti bakteri terhadap beberapa jenis bakteri patogen seperti Eschericia coli, Salmonella thypii, dan Shigella. Diketahui biji pepaya merupakan tanaman obat yang praktis tidak larut dalam air, agar menghasilkan sediaan yang stabil maka dibuat dalam bentuk suspensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ekstrak biji pepaya dapat diformulasikan sebagai anti diare dalam sediaan suspensi serta mengetahui konsentrasi yang dapat memberikan mutu fisik terbaik. Formulasi suspensi yang terbuat dari ekstrak biji pepaya dengan variasi konsentrasi pada 0,8% (F1), 1,6% (F2), dan 2,4% (F3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak biji pepaya dapat diformulasikan sebagai herbal anti diare dalam sediaan suspensi, konsentrasi ekstrak biji pepaya dapat memberikan pengaruh terhadap mutu sifat fisik sediaan suspensi dan semua formula memiliki sifat mutu fisik yang baik.