Penelitian tentang UGC lebih banyak membahas tentang efek cognitive response daripada emotional response, dan lebih banyak menggunakan subjek produk utilitarian daripada hedonic. Namun penelitian tersebut menimbulkan gap karena mengesampingkan sisi emosional konsumen, seperti keinginan konsumen untuk mencari hiburan). Penelitian ini akan mempelajari respon yang dihasilkan oleh pengguna media sosial ketika melihat UGC yang diciptakan oleh selebgram pada platform media sosial Tik Tok yang mengulas sebuah produk kecantikan Christian Dior Lip Tattoo yang merupakan produk hedonis yaitu kosmetik dan produk perawatan diri yang sedang viral di Indonesia. Data dikumpulkan oleh peneliti yang prosesnya dilakukan dengan survey dengan disertai pendekatan kuantitaif. Variabel penelitian ini, yaitu UGC, serta 2 mediasi lain yaitu pleasure dan arousal dan intention to follow the advice. Dalam melakukan survey, wanita yang menggunakan Tik Tok dengan usia minimum 17 tahun dipilih menjadi sampel dan telah ditemtukan dengan teknik Maximum Likelihood Estimation (MLE) yaitu dibutuhkan sampel 200. Tools analisis AMOS (analysis of model structures) dengan teknik SEM (structural analysis model) menjadi alat untuk menganalisa pengolahan data, serta data dikumpulkan dengan menyebarkan kuisioner yang samplingnya menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian tahapan measurement menunjukkan seluruh indikator variabel valid dan reliabel. Kemudian hasil dari pengujian structural menunjukkan user generated content berpengaruh terhadap pleasure dan arousal, kemudian user generated content, pleasure dan arousal berpengaruh terhadap intention to follow the advice dengan p value < 0,05.