This research aims to analyze the function of social media in forming the character of Christian youth leaders. The method used in this research is descriptive-qualitative with observational data collection techniques at the GMIT locus of the Mawar Saron Liliba Congregation, as well as literature studies that strengthen theories about digital world phenomena. The research results show that young people use social media at the GMIT Mawar Saron Liliba Congregation. This highly impacts behavior and characterless respect of worship services, such as listening to sermons. This condition triggers the urgency of character formation and moralization in groups of teenagers who are often identified as homo digitalis or people who live in a digital world. In conclusion, the church, through its leaders, must be able to moralize congregation members, especially youth who are often referred to as homo digitalis.AbstrakTujuan penelitian ini adalah menganalisis fungsi media sosial dalam pembentukan karakter pemimpin pemuda-remaja Kristen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif-kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi pada lokus GMIT Jemaat Mawar Saron Liliba, serta studi literatur yang memperkuat teori tentang fenomena dunia digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media sosial oleh para pemuda-remaja GMIT Jemaat Mawar Saron Liliba sangat tinggi, sehingga berdampak pada perilaku dan karakter yang kurang menghormati pelayanan ibadah, seperti mendengarkan khotbah. Kondisi ini memicu urgensitas pembentukan karakter dan moralisasi pada kelompok remaja yang kerap diidentifikasi sebagai homo digitalis atau orang-orang yang lekat dengan dunia digital. Simpulannya, gereja, melalui para pemimpinnya, harus mampu melakukan moralisasi kepada anggota jemaat, khususnya pemuda-remaja yang kerap disebut sebagai homo digitalis.