Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KONSEP FENG SHUI PADA MAKAM CINA DI SITUS PULAU PANDAN KENDARI Sope, Amaluddin
Siddhayatra Vol 26, No 2 (2021): JURNAL ARKEOLOGI SIDDHAYATRA
Publisher : Balai Arkeologi Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/siddhayatra.v26i2.228

Abstract

Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana karakteris- tik  makam  Cina  pada  situs  Pulau  Pandan  Kendari  dan  prinsip  Feng  Shui  pada  makam- makam  Cina  tersebut?  Tujuan  penelitian  ini  untuk  menjaring  data  artefaktual  yang  dapat memberikan  informasi  mengenai  karakteristik  makam  Cina  yang  terdiri  atas  beberapa atribut  dan  penerapan  prinsip  Feng  Shui  pada  bangunan  makam.  Penelitian  dibangun  ber- dasarkan  kerangka  kerja  model  survei  yang  ditunjang  dengan  studi  pustaka.  Hasil  analisis memperlihatkan bahwa masing-masing makam memiliki perbedaan karena terjadinya keru- sakan  pada  beberapa  atribut  makam,  sehingga  menyulitkan  proses  identifikasi.  Namun, secara  umum,  makam-makam  Cina  tersebut  dilihat  dari  aspek  lokasi,  orientasi  dan  bentuk atribut,  berdasarkan  perspektif  Feng  Shui  sudah  sesuai  dan memiliki  banyak  energi  positif (Sheng Chi-nafas kosmis Naga) yang mengalir.
LANSKAP ARKEOLOGI SITUS LAPANGAN UDARA KENDARI II: PERSPEKTIF PROSESUAL Sope, Amaluddin
Pangadereng : Jurnal Hasil Penelitian Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 9, No 1 (2024)
Publisher : Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36869/pjhpish.v9i1.330

Abstract

Situs Lapangan Udara Kendari II dibangun Belanda untuk mempermudah distribusi pasukan dari Batavia ke daerah-daerah kekuasaan. Penelitian ini berangkat dari konsiderans teoretis yang menempatkan situs Lapangan Udara Kendari II. Lanskap berfokus pada penekanan unsur-unsur fisik disekitar situs, baik itu alami maupun budaya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pemahaman mengenai lanskap situs Lapangan Udara Kendari II. Perolehan data penelitian dilakukan dengan mengumpulkan sumber pustaka yang berkaitan dengan kajian lanskap dalam arkeologi, menggunakan paradigma arkeologi prosesual, dan selanjutnya dianalisis secara deskriptif melalui penalaran induktif. Hasil temuan menunjukkan, pertama, lanskap Lanud Kendari II cukup representatif, ditandai dengan (1) medan yang luas dan datar; (2) deretan perbukitan panjang yang berpotensi menjadi benteng alam; (3) persediaan air yang melimpah; dan (4) lokasi yang stabil secara meteorologi. Lapangan Udara Kendari II muncul sebagai lokasi yang sangat strategis untuk menjaga berbagai infrastruktur Pemerintah Hindia Belanda. Kedua, hubungan antara Lapangan Kendari II dan bangunan di sekitarnya, seperti bunker, gudang amunisi, revetment, dan jembatan, menegaskan pentingnya lokasi ini sebagai lokasi pertahanan yang penting.
Problematika Sumberdaya Arkeologi Perkotaan: Studi Kasus Kota Lama Kendari Sope, Amaluddin
JANUS Vol 1 No 1 (2023): Edition 1
Publisher : Department of Archaeology, Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/janus.v1i1.7015

Abstract

This paper was written out of concerns about archaeological resources in the old town of Kendari which are currently under threat due to the rapid development. Here, factors causing this situation are identified and discussed. The data were collected through observation and library study, then analyzed to provide an overview of what actually occurred. Apparently, human factor played an important role in the loss of archaeological resources in Kendari, either due to ignorance, neglect or policy. This situation is exacerbated by obstacles in its preservation, namely the absence of a cultural heritage designation and the heritage expert team that is responsible for drafting heritage recommendation. This study suggests a number of conservation means to be carried out immediately: (a) establishing cultural heritage with its delineation limits, (b) formulating an area conservation policy through the RTRWK, (c) zoning, (d) involving the community, (e) socializing Cultural Conservation Law and its derivatives, and (f) the establishment of a participatory management body. === Tulisan ini berangkat dari keprihatinan terhadap sumberdaya arkeologi di kawasan kota lama Kendari yang saat ini terancam kelestariannya akibat pesatnya perkembangan kota. Sejumlah faktor penyebab keadaan itu terjadi diidentifikasikan dan didiskusikan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan penelusuran sumber pustaka. Hasilnya dianalisis dalam konteks yang lebih luas untuk dapat memberikan gambaran fenomena yang sesungguhnya terjadi. Rupanya, faktor manusia memainkan peran penting dalam musnahnya sumberdaya arkeologi di kawasan kota lama Kendari, baik karena ketidaktahuan, pengabaian, maupun kebijakan. Keadaan ini diperburuk dengan adanya hambatan dalam pelestariannya, yaitu belum adanya penetapan Cagar Budaya dan Tim Ahli Cagar Budaya. Kajian ini menyarankan sejumlah langkah pelestarian untuk segera dilakukan: (a) penetapan cagar budaya dengan batas delineasinya, (b) rumuskan kebijakan pelestarian kawasan melalui RTRWK, (c) melakukan zonasi, (d) pelibatan masyarakat, (e) sosialisasi UU No 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya dan turunannya, dan (f) pembentukan lembaga pengelola beranggotakan pemangku kepentingan.