Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analysis of Quality of Life of Children With Tuberculosis (8-14 Years) in Banyumas Regency 2023 Rahayu, Febianti; Nurlaela, Sri; Rejeki, Dwi Sarwani Sri
Insights in Public Health Journal Vol 5 No 1 (2024): Insights in Public Health Journal
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Health Sciences, Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.iphj.2024.5.1.12113

Abstract

Tuberculosis (TB) of school-age children (5-14 years) increases significantly every year in Banyumas Regency. Children with TB infection can be a source of TB disease can reduce the quality of human resources and quality of life in the future. It takes information on the quality of life of children TB systematically and more in-depth. This study aims to determine the quality of life of children with TB based on 7 aspects and characteristics with descriptive quantitative method of case study design. The population of all TB patients aged 8-14 years has treatment status in Banyumas Regency in 2022-March 2023. Research samples were 72 with Total sampling method. Data collection with questionnaire interviews and TACQOL CF instruments that have been translated and tested for reliability validity and univariate data analysis. Characteristics of TB patients aged 8-14 years in Banyumas Regency, the average age is 10 years old, male (68.1%), and educated in elementary school (80.6%). Most are in Sumbang District (15.3%), confirmed in February 2023 (25%). Clinical characteristics were BCG immunization (97.2%), normal nutritional status (56.3%), type of pulmonary TB (93.1%), advanced stage (75%), type of scoring diagnosis (83.3%), no OAT side effects (73.6%), no comorbidities (66.7%), and family history of TB (52.8%). The quality of life of the study subjects was moderate (51.4%), with the most aspects of the good category on positive emotions (25%) and the less good category on motor function (23.6%) and daily habits (23.6%). The total quality of life of the study subjects was good at best on the aspects of positive emotions and poor quality of life only on the aspects of daily habits. Any difficulties and disorders symptoms are experienced most when the condition is sick and mild pain. Keywords: Characteristics, Quality of Life, Childhood Tuberculosis
Upaya Pengentasan Masalah Stunting Melalui Pemberdayaan Masyarakat Di Desa Pamijen Kecamatan Sokaraja Juniar, Mila Kusuma; ., Suryanto; Paramesti, Shaffira Indah; Wulandari, Nur Indah; Rahayu, Febianti; Syafatulloh, Afrizal Ilham; Ilmiselri, Selri Amelia
Jurnal of Community Health Development Vol 3 No 1 (2022): Journal Of Community Health Development terbitan bulan Januari 2022
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman, Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (616.124 KB) | DOI: 10.20884/1.jchd.2022.3.1.5030

Abstract

Kasus stunting di Indonesia masih tergolong cukup tinggi dengan rata-rata prevalensi 30,8% pada tahun 2018. Angka prevalensi stunting di wilayah kerja Puskesmas Sokaraja I pada tahun 2019 tercatat mencapai 16,5% dengan Desa Pamijen sebagai salah satu sumber kejadian stunting yang cukup besar. Menurut data Dinas Kesehatan Banyumas per Agustus 2020, masih terdapat 18 anak berstatus stunting dengan rincian 15 anak berstatus pendek dan 3 anak berstatus sangat pendek di Desa Pamijen. Tujuan pemberdayaan ini adalah untuk menurunkan angka kejadian stunting dengan meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku mengenai kebutuhan gizi. Metode yang digunakan yaitu berupa pengukuran status gizi dan kesehatan, penyuluhan kesehatan, pemberian makanan sehat, demonstrasi masak, serta pemberian alat-alat penunjang untuk Posyandu. Hasil pengukuran status gizi menunjukkan terdapat kenaikan status gizi balita, dimana dari 30 balita yang dikunjungi terdapat penurunan jumlah balita dengan stunting menjadi 2 balita, balita pada pita kuning KMS atau berisiko stunting turun menjadi 11 balita dan balita pada pita hijau atau normal meningkat menjadi 17 balita. Selain itu, hasil penyuluhan menunjukkan bahwa terjadi peningkatan ratarata skor pengetahuan, sikap, dan perilaku yang menunjukkan adanya perubahan setelah dilakukan penyuluhan kesehatan. Dampak dari kegiatan ini adalah menurunnya angka kejadian stunting serta meningkatnya pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan dan penanganan stunting.