Fenomena meningkatnya paparan paham keagamaan ekstrem pada anak usia dini menuntut inovasi pendidikan yang mampu menanamkan nilai moderasi beragama sejak awal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini merespons kebutuhan tersebut melalui pemanfaatan media Virtual Reality (VR) kartun sebagai sarana pembelajaran interaktif yang kontekstual, menyenangkan, dan relevan dengan karakter digital anak-anak. Program dilaksanakan di TK An Nur Jember, wilayah yang berisiko terhadap infiltrasi ideologi eksklusif, dengan tujuan meningkatkan pemahaman dan kemampuan guru serta anak usia dini dalam membangun sikap moderat dan toleran. Metode yang digunakan adalah pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD), yang berfokus pada optimalisasi potensi lokal melalui kolaborasi antara guru, lembaga pendidikan, dan mitra eksternal Yayasan Dana Sosial Al Falah (YDSF) Jember. Peserta kegiatan meliputi anak usia 4–6 tahun beserta guru sebagai fasilitator pembelajaran. Hasil menunjukkan bahwa penerapan metode ABCD berbasis VR kartun meningkatkan pemahaman anak terhadap nilai-nilai keagamaan moderat, memperkuat sikap toleransi, serta menumbuhkan kesadaran keberagaman melalui pengalaman belajar visual yang menyenangkan. Kolaborasi dengan YDSF memperlihatkan efektivitas sinergi aset teknologi, sosial, dan budaya dalam mendukung pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin. Program ini membuktikan efektivitas ABCD dalam mengintegrasikan potensi lokal dan teknologi digital untuk memperkuat moderasi beragama bagi anak usia dini.