Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Gerakan Sewu-Sewu Ae: Peran Nyata Pemuda Mengarungi Pandemi Jannah, Salsabilah Shofiyatul; Alamsyah, Anrico; Yunarko, Dika Ifanda
Jurnal ENTITAS SOSIOLOGI Vol 11 No 1 (2022): Social Movement and Volunteerism
Publisher : Laboratorium Sosiologi FISIP Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jes.v11i1.28154

Abstract

This article aims at explaining Sewu-Sewu Ae movement which is held by the youth in Madiun city during the Pandemic of COVID-19. It is a movement initiated from some concerns from the youth toward what happened to society especially in the time of PPKM period. This is a participatory approach as one of the authors is a pioneer of the movement. The research objective is to analyze several fundamental values, innovations, operational systems, and evaluations in the Sewu-Sewu Ae movement. Data were collected using observation, documentation, and interviews. The results of the study found that one of the biggest challenges of the society was economic difficulty. Although government has provided solutions, the implementation was complicated by the system. Reflecting from this reality, the youth took a step to take roles on this matter. During the pandemic, philanthropy-based social movements are increasingly prevalent in several cities, for example, the "Solidaritas Pangan Jogja” which started on March 2020. In essence, every social movement has its own characteristics. Likewise Sewu-Sewu Ae which was initiated by the youth of Madiun City. This fundraising movement was channeled in a program "Melariskan UMKM", "Distribusi Paket Sembako", and the latest innovation entitled "Pasar Sewu". This movement has proven to be consistent and sustainable, so that it continues to gain support from public. Sewu-Sewu Ae is able to become a medium for surrounding community to actualize social sensitivity. Keywords: Madiun, social movement, Sewu-Sewu Ae, youth Tulisan ini bertujuan menjelaskan tentang gerakan sosial Sewu-Sewu Ae pada masyarakat Madiun di era pandemi. Kegiatan ini merupakan gerakan sosial berbasis solidaritas sosial, yang berlandaskan pada keprihatinan pemuda terhadap realitas masyarakat di masa PPKM. Penelitian ini menggunakan paradigma kualitatif dengan pendekatan partisipatoris. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi, dokumentasi, dan juga wawancara. Hasil penelitian menemukan bahwa salah satu problematika terkini adalah kesulitan ekonomi. Kendatipun pemerintah telah memberikan solusi berupa pengadaan bantuan sosial, namun implementasinya menghadapi berbagai kendala sistem. Oleh karena itu, perlu peran nyata pemuda untuk memecahkan persoalan tersebut. Pada masa pandemi, gerakan sosial berbasis filantropi kian marak di beberapa kota. Contohnya gerakan “Solidaritas Pangan Jogja” yang dimulai sejak Maret 2020. Pada hakikatnya, setiap gerakan sosial memiliki ciri khas masing-masing. Begitu pula Sewu-Sewu Ae yang diprakarsai oleh pemuda Kota Madiun. Gerakan penggalangan dana ini disalurkan dalam bentuk program “Melariskan UMKM”, "Distribusi Paket Sembako", serta inovasi terbaru bertajuk “Pasar Sewu”. Gerakan ini terbukti konsisten dan berkelanjutan, sehingga terus memperoleh dukungan khalayak umum. Sewu-Sewu Ae mampu menjadi medium bagi masyarakat sekitar untuk mengaktualisasikan kepekaan sosial. Kata kunci: gerakan sosial, pemuda, Sewu-Sewu Ae
Pengaruh Fitur E-Commerce Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen di Masa Pandemi Covid-19 Galang Nusantara Achmad; Jannah, Salsabilah Shofiyatul
Mabny: Journal of Sharia Management and Business Vol. 1 No. 2 (2021): Mabny : Journal of Sharia Management and Business
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, Madura Islamic State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/mabny.v1i02.5199

Abstract

E-Commerce di masa pandemi semakin menunjukkan akselerasinya yang begitu pesat. Tak dapat dipungkiri saat ini E-Commerce menjadi alternatif pilihan masyarakat untuk berbelanja secara aman di masa pandemi. Salah satu penunjang kegiatan E-Commerce adalah hadirnya berbagai aplikasi belanja online yang memberikan kemudahan pada konsumen dalam berbelanja online. Hal tersebut mengakibatkan persaingan antar perusahaan aplikasi menjadi sangat ketat. Meskipun aplikasi belanja online memiliki fungsi yang sama akan tetapi didalamnya terdapat fitur-fitur dengan cara kerja yang berbeda. Fitur-fitur tersebut dapat mempengaruhi perilaku konsumen dalam memilih aplikasi yang akan digunakan. Fitur aplikasi kemudian menjadi aspek penting yang harus diperhatikan oleh perusahaan. Penelitan ini dilakukan melalui pendekatan metode kuantitatif dengan cara uji regresi linear sederhana. Pengambilan populasi sampel penelitian menggunakan teknik purposive sampling. Dari hasil penelitian diketahui bahwa nilai F hitung = 17,251 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000 < 0,05, maka terdapat pengaruh antara variabel Fitur Aplikasi E-Commerce (X) terhadap variabel Keputusan Pembelian (Y). Adapun besarnya nilai korelasi (R) yaitu sebesar 0,526 dan menghasilkan nilai koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,277, yang berarti bahwa besarnya pengaruh variabel bebas (Fitur Aplikasi E-Commerce) terhadap variabel terikat (Keputusan Pembelian) adalah sebesar 27,7%. Dari hasil riset tersebut dapat disimpulkan bahwa fitur dalam aplikasi mempengaruhi perilaku konsumen dalam memutuskan pembelian.
Modal Sosial Perempuan Pekerja Di Industri Sarang Walet Rumahan Dusun Pelang Jannah, Salsabilah Shofiyatul
Jurnal Masyarakat Maritim Vol 6 No 2 (2022): Oktober, 2022
Publisher : Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/jmm.v6i2.4929

Abstract

Perempuan dalam kesehariannya sebagai seorang pekerja dalam konteks buruh seringkali menjadi objek feminisasi pekerjaan dan termarginalkan keberadaannya apabila dibandingkan dengan buruh laki-laki, hal ini dapat dilihat dari sistem yang diterapkan seperti putting out system. Perempuan yang bekerja sebagai pembersih sarang walet merupakan salah satu wujud dari realitas sosial tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendekskripsikan kehidupan perempuan pembersih sarang walet dan juga membuktikan adanya peranan modal sosial yang bersumbangsih memperkuat keberlangsungan industri sarang walet rumahan yang ada di Desa Pelang. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif dengan studi fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi dan juga wawancara mendalam dengan 8 informan. Posisi pekerja perempuan di industri sarang walet rumahan merupakan objek kapitalisasi dan marginalisasi, namun kendati demikian para pekerja menciptakan modal sosial mereka secara alami dari hasil interaksi keseharian dan jaringan yang dimiliki. Modal sosial yang berupa jaringan berperan penting menjaga suplai sarang walet sehingga industri bisa tetap berjalan. Sementara modal sosial internal yang tercipta di dalam industri rumahan menjaga keharmonisan antar pekerja sehingga lebih cepat menyelesaikan pekerjaan. Konsep modal sosial Putnam kemudian dipilih untuk menjelaskan fenomena pentingnya modal sosial dalam keberlanjutan industri dan stabilitas industri.