Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

School-Based Management Approach in Improving Academic Performance: A systematic Review Nurhayati, Lia
Journal La Edusci Vol. 6 No. 2 (2025): Journal La Edusci
Publisher : Newinera Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37899/journallaedusci.v6i2.2156

Abstract

School based management (SBM) and the academic outcomes of the students are subjects of theories but not evenly supported, on the bases of evidences, in the context of education. This systematic review summarizes results of ten high-quality studies published in 20132024 and consider in detail how SBM affects academic outcomes and when its positive effects can be achieved. The review ascertains that SBM has the ability to boost academic performance especially when underpinned by effective leadership, interscholastic types of school cultures and good based management practices. Further examination has, however, thwarted by the existence of formidable contextual contingencies; the success of SBM, based on leadership ethics, community participation, structural equity and political support. Additionally, the existing evidence base has several major limitations, such as the lack of longitudinal research, the underemphasis on the aspect of equity, and bias towards the middle-income and urban environments. Unless specific protection mechanisms and capacity-building are put in place, space is created to expand the established inequalities instead of realizing the promised democratizing effects of SBM. The results encourage a new generation of SBM research that will seek to be more critical about the questions of power, equity and justice without being too narrowly balled as a strictly technocratic procedure with the aim of enhancing more inclusive and transformational modes of school governance.
MENINGKATKAN KONSEP PERKALIAN BILANGAN CACAH MELALUI MEDIA SEMPOA PADA TEMA HAK DAN KEWAJIBANKU SISWA KELAS 3 SDN 2 BULANGO UTARA Agustia Moputi, Susi; Nurhayati, Lia; Pongoliu, Yusraningsih
Jurnal IKA PGSD (Ikatan Alumni PGSD) UNARS Vol 14 No 2 (2023): Edisi Desember
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/pgsdunars.v14i2.4039

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan konsep perkalian bilangan cacah pada siswa kelas 3 tema hak & kewajibanku di SDN 2 Bulango Utara dengan menggunakan media sempoa. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas dengan subjek penelitian yaitu siswa kelas 3 SDN 2 Bulango Utara yang berjumlah 20 orang. Instrumen penelitian yang digunakan adalah observasi, tes dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan konsep perkalian bilangan cacah siswa pada siklus I secara klasikal mencapai 45 %, dan pada siklus II menjadi 90 %. Hal ini menunjukan bahwa hasil yang dicapai siswa telah melebihi indikator kerja yang telah dirumuskan yaitu 85 % siswa secara klasikal yang dikenai tindakan memperoleh hasil pemahaman 70 sesuai KKM. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dengan menggunkan media sempoa pemahaman konsep perkalian bilangan cacah siswa kelas 3 meningkat. Berdasarkan penjelasan di atas, maka penulis merekomendasikan kepada guru untuk menggunakan media pembelajaran sempoa di kalangan siswa SD saat mengajarkan matematika terutama pada materi perkalian. Karena dengan menggunakan media sempoa siswa akan merasa tertarik dan lebih aktif untuk mengikuti kegiatan pembelajaran.
ANALISIS HUKUMAN (PUNISHMENT) DALAM MENINGKATKAN KEDISIPLINAN PESERTA DIDIK DI SD MUHAMMADIYAH 1 LIMBOTO KABUPATEN GORONTALO Sadikin, Faradina; Nurhayati, Lia; Yusraningsih3, Yusraningsih
Jurnal IKA PGSD (Ikatan Alumni PGSD) UNARS Vol 14 No 2 (2023): Edisi Desember
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/pgsdunars.v14i2.3990

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan dan dampak penerapan hukuman (punishment) dalam meningkatkan kedisiplinan peserta didik.Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi yang berasal dari data primer dan sekunder.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dalam pemberian hukuman (punishment) yang dilaksanakan di SD Muhammadiyah 1 Limboto sudah berjalan dengan baik. Pemberian hukuman (punishment) yang baik untuk peserta didik tidak perlu memakai kekerasan karena akan menimbulkan kerugian. Hukuman merupakan tindakan yang diberikan oleh pendidik terhadap anak didik yang telah melakukan kesalahan, dengan tujuan agar anak didik tidak akan mengulanginya lagi dan akan memperbaiki kesalahan yang telah ia perbuat. Dengan memberikan hukuman (punishment) yang memiliki nilai-nilai positif akan meningkatkan kedisiplinan peserta didik.
Upaya Pendidik dalam Menerapkan Nilai Kesopanan Bertingkah Laku pada Peserta Didik di Madrasah Ibtidaiyah Swasta Imam Syafi’i Haleda, Resni; Nurhayati, Lia; Binggo, Fandi H.
Advances In Social Humanities Research Vol. 2 No. 2 (2024): Advances in Social Humanities Research
Publisher : Sahabat Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/adv.v2i2.184

Abstract

This research aims to describe how educators make efforts to apply the value of polite behavior to students. this research using qualitative descriptive methods with this research procedure, among others others are observation, interviews, and documentation. As for this research using inductive data analysis through data collection and analysis data, presentation and drawing conclusions. The results of this research show that teachers' efforts to apply the value of polite behavior to students at the Imam Syafi'i Private Madrasah Ibtidaiyah, such as effort to teach always say thank you, provide guidance and advice always say the word sorry, say the word please in the same language good and implementing the 3S and 5S culture, giving sanctions to people who likes to shout and interrupt people's conversations in the form of warnings, advice, etc motivate.
Description of Learning Motivation in Mathematics Learning for Class V Students of Imam Syafi'i Private Madrasah Ibtidaiyah, Gorontalo Regency Suparsa, I Gede Aldi; Otoluwa, Moon Hidayati; Nurhayati, Lia
Advances In Social Humanities Research Vol. 2 No. 4 (2024): Advances in Social Humanities Research
Publisher : Sahabat Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/adv.v2i4.227

Abstract

This research aims to describe learning motivation in mathematics learning for class v students at Madrasah Ibtidaiyah Swasta Imam Syafi'I, Gorontalo Regency. This research uses a qualitative descriptive method with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The results showed students were diligent in doing assignments even though they experienced difficulties. They try to do assignments independently and ask other people; students always have the desire to try to answer the practice questions in the student's book without any criticism from any party, but not all students do it. Assignments on time, get low grades, don't give up, and will always try to improve by being more active in participating in learning.  
PENINGKATAN KEMAMPUAN LITERASI BAHASA SISWA MELALUI PROGRAM 10 MENIT MEMBACA DI AWAL PEMBELAJARAN PADA KELAS II SD Rismawati, Risa; Ansar, Ansar; Nurhayati, Lia
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.10484

Abstract

The low language literacy skills of second-grade students at Muhammadiyah 1 Limboto Elementary School, characterized by a lack of reading fluency and comprehension of reading content, became the background of this study. The focus of the problem was directed at efforts to improve literacy through the implementation of a ten-minute reading program at the beginning of the lesson. This study used the Classroom Action Research model of Kemmis and McTaggart which was implemented in two cycles, including the planning, implementation, observation, and reflection stages of 28 research subjects. Data collection was carried out through activity observations, reading ability tests, and documentation studies. The research findings showed a significant increase in students' literacy competencies gradually. Quantitatively, in the first cycle, 21 students or 75% had achieved the success criteria, then this number increased drastically in the second cycle to 26 students or 93%. In addition to the numerical aspect, students also showed positive developments in pronunciation accuracy, intonation, and enthusiasm for independent reading that were more consistent compared to the initial conditions. The main conclusion confirms that the ten-minute reading program at the beginning of the lesson has proven to be very effective in boosting elementary school students' language literacy skills. This habituation strategy is able to build a culture of enjoyable literacy while strengthening the cognitive foundation of students in understanding text information critically and accurately for their academic success through an inclusive and well-planned education system. ABSTRAKRendahnya kemampuan literasi bahasa pada siswa kelas II SD Muhammadiyah 1 Limboto, yang ditandai dengan kurangnya kelancaran membaca dan pemahaman isi bacaan, menjadi latar belakang penelitian ini. Fokus masalah diarahkan pada upaya peningkatan literasi melalui penerapan program sepuluh menit membaca di awal pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, mencakup tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, serta refleksi terhadap 28 subjek penelitian. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi aktivitas, tes kemampuan membaca, dan studi dokumentasi. Temuan penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada kompetensi literasi siswa secara bertahap. Secara kuantitatif, pada siklus I tercatat sebanyak 21 siswa atau 75% telah mencapai kriteria keberhasilan, kemudian angka tersebut meningkat drastis pada siklus II menjadi 26 siswa atau 93%. Selain aspek angka, siswa juga menunjukkan perkembangan positif dalam ketepatan lafal, intonasi, serta antusiasme membaca mandiri yang lebih konsisten dibandingkan kondisi awal. Simpulan utama menegaskan bahwa program sepuluh menit membaca di awal pembelajaran terbukti sangat efektif dalam mendongkrak kemampuan literasi bahasa siswa sekolah dasar. Strategi pembiasaan ini mampu membangun budaya literasi yang menyenangkan sekaligus memperkuat fondasi kognitif peserta didik dalam memahami informasi teks secara kritis dan akurat untuk keberhasilan akademik mereka melalui sistem pendidikan yang inklusif dan terencana baik.