Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Peningkatan Kemampuan Siswa Menulis Teks Deskriptif Menggunakan Flashcards Tosi, J.; Adji, A. K.; Budasi, I. G.
Indonesian Gender and Society Journal Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (591.97 KB) | DOI: 10.23887/igsj.v1i1.38983

Abstract

Keterampilan menulis teks deskriptif yaitu suatu kemampuan untuk membuat tulisan yang mendeskripsikan suatu objek dan keadaan yang sebenarnya secara baik dan jelas. Berdasarkan hasil observasi pelaksanaan pembelajaran menunjukkan bahwa peserta didik yang telah mencapai KKM (Ketuntasan Kriteria Minimal) hanya 31,25 % atau 10 dari 32 siswa. Tujuan penelitian ini yaitu untuk meningkatkan kemampuan peserta didik menulis teks deskriptif menggunakan flashcards. Penelitian ini menggunakan jenis Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIIA11 Semester II,  SMP Negeri 1 Singaraja. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, tes hasil belajar, dan angket. Metode analisis data yang digunakan adalah metode analisis kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlaksanaan pembelajaran siklus I dan siklus II mencapai 100%. Siswa mengalami peningkatan ketuntasan belajar, yaitu 70,96% pada siklus I meningkat menjadi 93,54% pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan flashcards atau gambar berseri dapat meningkatkan keterampilan menulis teks deskriptif peserta didik.  
Pelaksanaan Implementasi Lesson Study di Kelas 7 Tosi, Jovita; Adji, K.; Budasi, I. G.
Indonesian Gender and Society Journal Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.375 KB) | DOI: 10.23887/igsj.v2i2.40414

Abstract

Lesson study merupakan pembinaan profesi melalui pengkajian pembelajaran yang dilakukan secara kolegial kolaboratif dan berkelanjutan dalam rangka meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar. Hasil akhir yang diharapkan dalam pembelajaran adalah peningkatan dan keseimbangan antara kemampuan soft skills dan hard skills peserta didik yang meliputi aspek kompetensi sikap, pengetahuan dan keterampilan. Kendala yang sering muncul dalam pembelajaran adalah masih rendahnya minat belajar siswa dan kurang tertarik dalam suatu proses pembelajaran dan juga seringkali guru tidak peka atau tidak mengetahui kendala yang dihadapi oleh anak murid secara spesifik sehingga perlu adanya metode analisis kasus pada praktek pembelajaran untuk mengetahui masalah-masalah dalam pembelajaran dan mencari solusi untuk memperbaikinya. Melalui Lesson study, guru dapat menciptakan proses pembelajaran yang interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk aktif, Fkreatif, mandiri sesuai bakat, minat dan perkembangan fisik & psikologis peserta didik. Oleh karena itu,  Penulis memutuskan untuk
Peningkatan Kemampuan Siswa Menulis Teks Deskriptif Menggunakan Flashcards Tosi, J.; Adji, A. K.; Budasi, I. G.
Indonesian Gender and Society Journal Vol. 1 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/igsj.v1i1.38983

Abstract

Keterampilan menulis teks deskriptif yaitu suatu kemampuan untuk membuat tulisan yang mendeskripsikan suatu objek dan keadaan yang sebenarnya secara baik dan jelas. Berdasarkan hasil observasi pelaksanaan pembelajaran menunjukkan bahwa peserta didik yang telah mencapai KKM (Ketuntasan Kriteria Minimal) hanya 31,25 % atau 10 dari 32 siswa. Tujuan penelitian ini yaitu untuk meningkatkan kemampuan peserta didik menulis teks deskriptif menggunakan flashcards. Penelitian ini menggunakan jenis Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIIA11 Semester II,  SMP Negeri 1 Singaraja. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, tes hasil belajar, dan angket. Metode analisis data yang digunakan adalah metode analisis kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlaksanaan pembelajaran siklus I dan siklus II mencapai 100%. Siswa mengalami peningkatan ketuntasan belajar, yaitu 70,96% pada siklus I meningkat menjadi 93,54% pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan flashcards atau gambar berseri dapat meningkatkan keterampilan menulis teks deskriptif peserta didik.  
Pelaksanaan Implementasi Lesson Study di Kelas 7 Tosi, Jovita; Adji, K.; Budasi, I. G.
Indonesian Gender and Society Journal Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/igsj.v2i2.40414

Abstract

Lesson study merupakan pembinaan profesi melalui pengkajian pembelajaran yang dilakukan secara kolegial kolaboratif dan berkelanjutan dalam rangka meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar. Hasil akhir yang diharapkan dalam pembelajaran adalah peningkatan dan keseimbangan antara kemampuan soft skills dan hard skills peserta didik yang meliputi aspek kompetensi sikap, pengetahuan dan keterampilan. Kendala yang sering muncul dalam pembelajaran adalah masih rendahnya minat belajar siswa dan kurang tertarik dalam suatu proses pembelajaran dan juga seringkali guru tidak peka atau tidak mengetahui kendala yang dihadapi oleh anak murid secara spesifik sehingga perlu adanya metode analisis kasus pada praktek pembelajaran untuk mengetahui masalah-masalah dalam pembelajaran dan mencari solusi untuk memperbaikinya. Melalui Lesson study, guru dapat menciptakan proses pembelajaran yang interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk aktif, Fkreatif, mandiri sesuai bakat, minat dan perkembangan fisik & psikologis peserta didik. Oleh karena itu,  Penulis memutuskan untuk
THE QUALITATIVE EVIDENCES THAT DIFFERENTIATE PELAGA AND TAMBAKAN DIALECTS: A CONTRASTIVE STUDY Mahardika, P. B.; Budasi, I. G.; Marjohan, A.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 6 No. 2 (2018): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v6i2.20584

Abstract

AbstractThe study aimed at contrasting the phonological systems of Pelaga Dialect (PD) and Tambakan Dialect (TD) and its implication to learning English as a foreign language. The subjects of this study were Pelaga and Tambakan dialects. This study was a contrastive research. The phonological systems of both dialects were firstly described. The obtained data in the form of wordlists (Swadesh, Budasi, and Holle) were collected through recording and listening and noting techniques. The result of the study shows that PD and TD have differences. In terms of phonemes, it was found that PD had 55 phonemes and TD had 48 phonemes. In term of vowel, the distribution of the vowels is different, although they have the same number of it. PD has 9 diphthongs and TD also has 9 diphthongs. From the 19 consonants of both dialects, most of the consonant have complete distribution. There is only the distribution of consonant /ʔ/ that differentiates both dialects in which in PD consonant /ʔ/ appears in the middle and final position, while in TD it appears in the final position only. In term of consonant cluster, PD has 17 consonant clusters and TD only has 11 consonant clusters. On the implication to learning English as a foreign language, English phonemes /ӕ/, /ɒ/, /ɜ/, /ɑ/, /ɑI/, /ɑʊ/, /f/, /v/, /ɵ/, /ð/, /z/, /ʃ/, /ʤ/ and all of the English triphthong are difficult to be pronounced by people in Pelaga and Tambakan. Keywords : qualitative evidences, Pelaga dialect,  Tambakan dialect, contrastive study