SUSANAH
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Kemampuan Membaca, Menulis, dan Membuktikan Siswa dalam Menyelesaikan Masalah Kesebangunan Dua Segitiga Al-Baqie, A. Fuad Abd; Budiarto, Mega Teguh; Susanah
Journal Focus Action of Research Mathematic (Factor M) Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Wasil Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/f_m.v5i1.535

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) apakah terdapat perbedaan kemampuan membaca, menulis, membuktikan, dan menyelesaikan masalah kesebangunan dua segitiga antara siswa laki-laki dan perempuan (2) bagaimana perbedaan kemampuan membaca, menulis, membuktikan, dan menyelesaikan masalah kesebangunan dua segitiga antara siswa laki-laki dan perempuan. Jenis penelitian ini adalah mixed method. Populasi ini adalah seluruh siswa kelas X MIPA SMA Negeri 20 Surabaya, sampel penelelitian ini adalah kelas X MIPA 6 yang terdiri dari 18 siswa laki-laki dan 10 siswa perempuan, dan subjek penelitian ini ada 4 siswa yaitu, siswa laki-laki berkemampuan tinggi, siswa perempuan berkemampuan tinggi, siswa laki-laki berkemampuan rendah, dan siswa perempuan berkemampuan rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) tidak ada perbedaan rata-rata niai kemampuan membaca dan menulis siswa laki-laki dan perempuan, ada perbedaan rata-rata nilai kemampuan membuktikan siswa laki-laki dan perempuan, dan tidak ada perbedaan rata-rata nilai kemampuan menyelesaikan masalah (2) Siswa yang mampu melakukan langkah-langkah pembuktian cenderung lebih baik dalam menyelesaikan masalah kesebangunan. This study aims to determine (1) whether there are differences in the reading, writing, prooing ability on solving triangle similarity between male and female students (2) how are the differences in the reading writing, and proving ability on solving triangles similarity between male and female students. The type of this study is mixed method. The population is all students of X MIPA SMA Negeri 20 Surabaya, the sample of this study is X MIPA-6 which consists of 18 male and 10 female students, and the subjects of this study were 4 students, namely, high ability male students, female students with high abilities, male students with low abilities, and female students with low abilities. The results showed that (1) there was no difference in the average scores of male and female students' reading and writing abilities, there was a difference in the average scores of male and female students' proving abilities, and there was no difference in the average scores for the ability on solving problem (2) students who were able to do some proving steps tend to be better at solving similarity problems.
PENINGKATAN PARTISIPASI BELAJAR MATEMATIKA PESERTA DIDIK DENGAN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI BERDASARKAN GAYA BELAJAR Inayatul Qur’ani; Susanah; Hari Gunawan
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 9 No. 04 (2024): Volume 09, Nomor 04, Desember 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v9i04.18083

Abstract

This study aims to increase the participation in mathematics learning of Grade VII-H students at SMP Negeri 2 Taman in the 2023/2024 school year by implementing process-differentiated learning based on visual, auditory, and kinesthetic learning styles. This research uses the Classroom Action Research (CAR) method which consists of two cycles, which include planning, action, observation, and reflection. The students in Grades VII-H were divided into homogeneous groups based on their learning styles, but heterogeneous based on their initial abilities, with each group consisting of 3 students. The results of the first cycle showed an increase in students’ participation in mathematics from the previous learning, with the participation score percentage reaching 70.19%, and increased by 12.59% to 82.78% in the second cycle. This increase is included in the high criteria, which are to be very high, with students becoming more actively engaged in learning, especially in group discussions and presentations. This research showed that the implementation of differentiated learning based on learning styles is effective in increasing the participation in mathematics learning of Grade VII-H students at SMP Negeri 2 Taman in the 2023/2024 school year.
Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa SMP Menyelesaikan AKM Numerasi ditinjau dari Gaya Kognitif Impulsif-Reflektif Himmah, Faiqotul; Susanah; Shodikin, Ali
Journal of the Indonesian Mathematics Education Society Vol. 2 No. 2 (2024): Journal of the Indonesian Mathematics Education Society
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jimes.v2n2.p80-93

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan dalam mengkaji gaya kognitif impulsif dan reflektif siswa dan kemampuan mereka untuk berkomunikasi matematis. Jenis Penelitian ini merupakan kualitatif bersifat deskriptif. Penelitian ini melibatkan siswa SMP kelas VIII. Teknik sampling purposive digunakan untuk memilih subjek penelitian. Keabsahan data yang diperoleh melalui metode triangulasi metode digunakan dalam penelitian ini. Analisis data menggunakan proses reduksi data, menyajikan data, dan membuat kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa empat karakteristik siswa yang memiliki gaya kognitif impulsif, yakni (1) mampu menyatakan informasi atau masalah yang terdapat dalam soal dengan waktu relatif cepat dalam menemukan informasi tersebut, namun masih kurang akurat; (2) subjek tidak dapat menyatakan masalah dalam model matematika; (3) subjek tidak mampu untuk menyatakan penyelesaian secara sistematis, sebab siswa tidak menemukan ide untuk memproses informasi atau masalah yang ada; dan (4) subjek mampu menyimpulkan jawaban secara lisan dengan perolehan yang siswa dapatkan, namun tidak untuk mengevaluasi hasil penyelesaian siswa. Sedangkan empat karakteristik siswa dengan gaya kognitif reflektif adalah (1) subjek mampu menyatakan permasalahan yang ada pada soal; (2) subjek mampu menjelaskan dan menyatakan secara lisan untuk model matematika, namun tidak secara tertulis; (3) subjek tidak mampu menyatakan peyelesaian secara sistematis, sebab subjek meninggalkan poin penting dalam penyelesaian; dan (4) subjek mampu menyatakan kesimpulan dan mengevaluasi jawaban yang telah dilakukan.