Armas Fahmi Rizal
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PRESEPSI WAJIB PAJAK TERHADAP ZAKAT SEBAGAI PENGURANG PAJAK PENGHASILAN (Studi Kasus Wajib Pajak Staf Dan Dosen Kampus STAINIM) Saifudin; Armas Fahmi Rizal
Ekosiana Jurnal Ekonomi Syari ah Vol. 6 No. 1 (2019): EKOSIANA : JURNAL EKONOMI SYARIAH
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah, STAI AN-NAJAH INDONESIA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47077/ekosiana.v6i1.114

Abstract

Zakat merupakan sarana pendistribusian asset dan kekayaan ummat. Zakat yang dibayarkan masyarakat sebagai pelaksanaan kewajiban beragama dengan pajak yang dibayarkan kepada negara yang merupakan kewajiban kenegaraan bagi setiap warga negara. Pengelolaan zakat secara sistematis dan teratur berdasarkan ketentuan sebenarnya bisa menjadi salah satu komponen pengurang pajak penghasilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi wajib pajak orang pribadi di Surakarta terhadap zakat sebagai pengurang pajak penghasilan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan menggunakan data primer yang diperoleh dari kuesioner. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh wajib pajak pribadi yang melakukan pembayaran pajak di Kantor Pelayanan Pajak Kota Surakarta. Sampel diambil dengan metode Convenience purposive sampling Jumlah sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah 100 orang wajib pajak. Hasil kuesioner diuji validitas dan reliabilitas dengan menggunakan korelasi product moment dan cronbach’s alpha. Data dianalisis menggunakan analisis Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Terdapat perbedaan persepsi di antara wajib pajak tentang zakat sebagai pengurang pajak penghasilan. Hasil analisis Chi-Square memperoleh nilai ? 2 hitung lebih besar dari ? 2 tabel pada taraf signifikansi 5% yaitu sebesar 4,348 > 3,841 dengan p <0,05. 2) Hasil analisis statistik deskriptif menunjukkan bahwa sebagian besar responden (60,9%) sudah paham bahwa zakat dapat digunakan sebagai pengurang pajak. Hanya sebagian kecil responden (39,1%) yang belum mengetahui bahwa zakat dapat digunakan sebagai pengurang pajak penghasilan. (3)Hasil uji proporsi menunjukkan bahwa sebagian besar responden (35,9%) setuju bahwa pajak merupakan kewajiban penduduk sebagai warga negara, 40,1% menjawab sangat setuju bahwa zakat merupakan kewajiban umat muslim, dan (38%) menjawab sangat setuju bahwa zakat sebenarnya dapat digunakan sebagai pengurang pajak penghasilan. Kata kunci : zakat, pajak penghasilan