Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Journal of Comprehensive Science

Analisis Kesalahan Siswa Melalui Pembelajaran Rme Terhadap Penalaran Matematis Pada Materi Segitiga Dan Segiempat Di Smpn 1 Tigalingga S. Simanullang, Desi; Panjaitan, Marojahan
Journal of Comprehensive Science Vol. 1 No. 4 (2022): Journal of Comprehensive Science (Jcs)
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v1i4.87

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan jenis kesalahan siswa melalui pembelajaran RME terhadap penalaran matematis pada materi segitiga dan segiempat. (2) mengetahui Indikator Penalaran yang dominan terjadi kesalahan (3) mendeskripsikan faktor penyebab terjadinya kesalahan terhadap penalaran matematis. (4) mengetahui alternatif solusi untuk meminimalisir terjadinya kesalahan siswa. Penelitian ini adalah penelitian jenis deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII-3 SMP Negeri 1 Tigalingga yang terdiri dari 30 orang siswa. Subjek wawancara terdiri dari 5 orang siswa yang mewakili tingkat kemampuan penalaran tinggi, sedang dan rendah. Dalam penelitian ini digunakan instrument utama adalah peneliti itu sendiri dan untuk melihat jenis kesalahan siswa digunakan indikator kesalahan pada prosedur Newman.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa besar persentase kesalahan memahami masalah sebesar 53,3%, kesalahan transformasi sebesar 45%, kesalahan keterampilan proses sebesar 50%, kesalahan penulisan jawaban sebesar 50 %. Indikator kemampuan penalaran yang dominan terjadi kesalahan adalah indikator menyusun dan memberikan alasan dan bukti terhadap beberapa kebenaran solusi, secara umum alasan siswa melakukan kesalahan adalah kurang pahamnya siswa terhadap konsep, ketidak telitian siswa dalam membaca, memahami dan menjawab soal, serta siswa tidak terbiasa mengerjakan soal kemampuan penalaran matematik. Alternatif solusi yang ditawarkan untuk meminimalkan kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal penalaran pada materi segitiga dan segiempat yaitu Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) diharapkan dengan adanya LKPD ini siswa terbantu untuk memahami konsep dari segitiga dan segiempat dan mampu menyelesaikan soal kemampuan penalaran
Penerapan Model Problem-Based Learning Berbantuangeogebra Untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa Pada Materi Bangun Ruang Sisi Datar Kelas Viii Smp Negeri 7 Medan Adelina Silalahi, Niken; Panjaitan, Marojahan
Journal of Comprehensive Science Vol. 1 No. 4 (2022): Journal of Comprehensive Science (Jcs)
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v1i4.340

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Apakah peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa pada materi bangun ruang sisi datar dengan diterapkannya model Problem-Based Learning berbantuan Geogebra. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus yang masing-masing siklus dilaksanakan 2 kali pertemuan. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII-8 yang berjumlah 31 siswa. Berdasarkan hasil tes kemampuan awal diketahui tingkat kemampuan pemecahan masalah matematika siswa tergolong sangat rendah dimana jumlah siswa yang mencapai ketuntasan sebanyak 4 siswa dari 31 siswa atau 12,91%, sedangkan jumlah siswa yang belum mencapai ketuntasan sebanyak 27 siswa dari 31 siswa atau 87,09% dengan nilai rata-rata kelas 45,80%. Setelah melaksankaan tindakan pada siklus I, diperoleh sebanyak 20 siswa dari 31 siswa atau 64,51% telah mencapai ketuntasan kemampuan pemecahan masalah, sedangkan sebanyak 11 siswa dari 31 atau 35,48% belum tuntas dengan nilai rata-rata kelas 68,81 dapat dilihat bahwa tingkat kemampuan pemecahan masalah matematika siswa masih dalam kategori sedang dan kemampuan guru mengelola pembelajaran adalah 2,7 dengan kategori baik. Selanjutnya, setelah pelaksanaan tindakan pada siklus II, diperoleh jumlah siswa yang telah mencapai ketuntasan belajar sebanyak 27 siswa dari 31 siswa atau 87,09% dan sebanyak 4 siswa dari 31 siswa atau 12,91% belum tuntas dengan nilai rata-rata kelas 80,86 sehingga kemampuan pemecahan masalah siswa sudah tercapai. Kemampuan guru mengelola pembelajaran adalah 3,06 dengan kategori baik. Dengan demikian dapat dikatakan kelas tersebut telah terdapat lebih dari 85% siswa yang telah tuntas memecahkan masalah. sehingga dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Sehingga pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Problem-Based Learning berbantuan Geogebra ini dapat dijadikan salah satu alternatif pembelajaran.